Brakkk! Detik-Detik Rumah Ambruk di Manarap Banjar Kontroversi Upin Ipin Sudah Meninggal, Les’ Copaque Beri Penjelasan Penggerebekan Maut Kakek Teluk Tiram: Sarijan Rupanya Target Tersohor Kepolisian Maraton, Proses RUU jadi UU IKN Digelar Hari Ini Tok! Pemerintah-Pansus Sepakat RUU IKN Lanjut ke Paripurna DPR

South Borneo Art Festival: Menikmati Seni Budaya sekaligus Keindahan Alam

and - Apahabar.com     Kamis, 15 November 2018 - 16:58 WITA
and - Apahabar.com     Kamis, 15 November 2018 - 16:58 WITA

South Borneo Art Festival: Menikmati Seni Budaya sekaligus Keindahan Alam

MUSIKALISASI PUISI - Sanggar Titian Barantai (STB) Uniska Banjarmasin menampilan musikalisasi puisi berjudul Sungai Martapura pada South Borneo Art Festival di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kamis (15/11/2018). (foto: apahabar.com/zepi

apahabar.com, BANJAR – South Borneo Art Festival (SABF) tahun 2018 kembali digeber. Ada yang berbeda dari ajang seni budaya penggiat seni bertaraf nasional dan internasional ini.

Ya, gelaran seni budaya ini tak lagi dilaksanakan di Kompleks Taman Budaya Banjarmasin. Tapi, di Desa Kiram Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Jadi, peserta dan yang menyaksikan, selain bisa menikmati seni budaya yang ditampilkan, sekaligus juga menikmati keindahan alam di sana.

“Kiram adalah objek wisata baru di Kalsel, pemandangannya bagus, asyik. Jadi untuk orang luar datang ke tempat ini, menjadi pengalaman yang luar biasa bagi mereka. Intinya, bagaimana kesenian itu merespon alam,” ujar manajer even BSAF Fauzian Anshari, Kamis (15/11/2018) sore kepada apahabar.com.

Dia menerangkan, hal ini juga karena tema BSAF 2018 juga tak jauh dari hal-hal yang berbau lingkungan. “Seni budaya yang ditampilkan mulai dari musikalisasi puisi, monolog, teater, instalasi seni, dan beberapa ragam budaya lainnya,” jelas Fauzian.

SBAF dari tahun ke tahun selalu konsisten diselenggarakan. Yang awalnya hanya pentas biasa, jadi ajang festival dengan cakupan nasional dan internasional.

SBAF 2018 tak hanya menyajikan eksibisitor seni pertunjukan baik dari Kalimantan Selatan, namun beberapa provinsi di Indonesia, hingga manca negara. Mulai dari Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jogja, Kalimantan Timur, dan Palu. Sementara dari tamu luar negeri yang diundang: Belanda, Amerika, Malaysia, Jepang, Australia dan Spanyol.

“Konsep dari BSAF sendiri adalah bagaimana kita mengumpulkan pelaku seni dari segala penjuru. Memang ada kompetisi diadakannya, tapi yang utama kita berkumpul bersama. Saling sharing ilmu dan pengalaman untuk memperkaya kesenian,” jelasnya.

SBAF 2018 ini digelar dari November sampai 19 November. Jadi bagi para masyarakat pecinta seni, bisa langsung datang untuk menikmatinya di Desa Kiram, Kabupaten Banjar.

Reporter : Zepi Al Ayubi

Editor : Zainal Mutaqien

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Borneo

Lampu Padam, Sidang Kasus Penggelapan Rp 1,8 M pun Gelap-gelapan
apahabar.com

Borneo

Baayun Maulid Tradisi Meninabobokan Anak dengan Shalawat

Borneo

Temuan Mayat Tanpa Kepala di Sungai Tabuk, Ini Kata Kapolda Kalsel

Borneo

Kandidat Calon Wabup HST Sampurna: Saya Siap 
apahabar.com

Borneo

Bantuan Korem 101 Antasari dan Pemprov Kalsel Sudah Tiba di Palu
apahabar.com

Borneo

Nekat Simpan Sabu, Mahasiswa Terjaring Razia di Banjarmasin Timur
apahabar.com

Borneo

Fenomena Pembunuhan Sadis di Kalsel, Psikolog: Terjadi Degradasi Moral di Masyarakat
apahabar.com

Borneo

Mengendap-endap, Pemuda Dibekuk Pengurus Masjid di Banjarmasin Timur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com