Keren! Al-Mazaya Islamic School Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi Covid-19 POPULER SEPEKAN: Polisi Tewas Tenggelam di Sungai Martapura, hingga 2 Kasus Kriminalitas di Hulu Sungai Wakil Ketua DPRD HST Kecelakaan di Angkinang, Mobil Ringsek Parah! LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan

Stabilitas Terjaga, Prospek Perekonomian Indonesia Diyakini Membaik

and - Apahabar.com Selasa, 27 November 2018 - 20:52 WIB
and - Apahabar.com Selasa, 27 November 2018 - 20:52 WIB

Stabilitas Terjaga, Prospek Perekonomian Indonesia Diyakini Membaik

Presiden RI, Joko Widodo berfoto bersama dalam kegiatan pertemuan tahunan Bank Indonesia, Jakarta, siang tadi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi khususnya nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dalam pandangan Jokowi, kebijakan BI tidak hanya menunjukkan ketegasan dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, namun juga mampu membawa persepsi positif terhadap pelaku pasar. Demikian disampaikannya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018, Jakarta Selasa (27/11).

Senada dengan Presiden, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0-5,4%.

Baca juga: Ketika Bandara Syamsudin Noor Berbenah: Proyek Pengembangan Lampaui Target

Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5+1% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile foods dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar Rupiah.

Defisit transaksi berjalan 2019 akan turun menjadi sekitar 2,5% dari PDB dengan langkah-langkah pengendalian impor serta peningkatan ekspor dan pariwisata. Fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi dari pasar modal akan terus meningkat.

Pertumbuhan kredit pada 2019 diperkirakan mencapai 10-12%, sementara pertumbuhan DPK perbankan mencapai 8-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga.Dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi 2024 diproyeksikan akan lebih tinggi lagi yaitu mencapai kisaran 5,5-6,1%, dan defisit transaksi berjalan akan menurun dibawah 2% dari PDB.

Baca juga: Kadin Kalsel: Rupiah Naik Jelang Tahun Politik

Adapun pertemuan itu dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo, Pimpinan Lembaga Negara, Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Kepala Daerah, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan sejumlah lembaga internasional.

Dari Kalsel, hadir Sahbirin Noor (Gubernur Kalsel) dan Herawanto (Kepala Perwakilan BI Kalsel).PTBI juga akan diselenggarakan di tingkat regional Kalsel pada Rabu (5/12). Dalam kesempatan tersebut, Kantor Perwakilan BI Kalsel akan menyampaikan kondisi perekonomian Kalsel terkini serta proyeksi 2019.

Baca juga: Rupiah Terdampar ke Dasar Klasemen Mata Uang Asia

Reporter: Bahaudin/Rilis Bank Indonesia
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Ani Yudhoyono Peduli Masyarakat Daerah Bencana
apahabar.com

Nasional

Ria Winata Tolak Keras Ajakan Makan Siang Rp50 Juta dan Range Rover

Nasional

Presiden Jokowi Nyatakan Indonesia Manfaatkan Momentum Krisis Buat Lompatan Kemajuan
apahabar.com

Nasional

Timor Leste Sampaikan Belasungkawa Atas Kepergian BJ Habibie
Presiden Joko Widodo

Nasional

Kunjungi Food Estate di Sumba Tengah, Jokowi Nekat Hujan-hujanan
Aktivis 98

Nasional

Wow! Ikatan Aktivis 98 Kerahkan 1.000 Pengacara Kawal Abu Janda
apahabar.com

Nasional

Gunung Merapi Meluncurkan Empat Kali Guguran Lava
apahabar.com

Nasional

Sembuh dari Covid-19, Nenek 100 Tahun Survivor Tertua di Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com