Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu LIBUR PANJANG, Bandara Syamsudin Noor Mulai Bersiap BNNP Kalsel Sukses Gagalkan Transaksi 1 Kilogram Sabu di Komplek Citra Garden Kabupaten Banjar Pejabat Terpapar Covid-19, Pjs Wali Kota Banjarbaru Minta ASN Pedomani Prokes

Stabilitas Terjaga, Prospek Perekonomian Indonesia Diyakini Membaik

and - Apahabar.com Selasa, 27 November 2018 - 20:52 WIB
and - Apahabar.com Selasa, 27 November 2018 - 20:52 WIB

Stabilitas Terjaga, Prospek Perekonomian Indonesia Diyakini Membaik

Presiden RI, Joko Widodo berfoto bersama dalam kegiatan pertemuan tahunan Bank Indonesia, Jakarta, siang tadi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi khususnya nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dalam pandangan Jokowi, kebijakan BI tidak hanya menunjukkan ketegasan dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, namun juga mampu membawa persepsi positif terhadap pelaku pasar. Demikian disampaikannya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018, Jakarta Selasa (27/11).

Senada dengan Presiden, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0-5,4%.

Baca juga: Ketika Bandara Syamsudin Noor Berbenah: Proyek Pengembangan Lampaui Target

Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5+1% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile foods dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar Rupiah.

Defisit transaksi berjalan 2019 akan turun menjadi sekitar 2,5% dari PDB dengan langkah-langkah pengendalian impor serta peningkatan ekspor dan pariwisata. Fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi dari pasar modal akan terus meningkat.

Pertumbuhan kredit pada 2019 diperkirakan mencapai 10-12%, sementara pertumbuhan DPK perbankan mencapai 8-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga.Dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi 2024 diproyeksikan akan lebih tinggi lagi yaitu mencapai kisaran 5,5-6,1%, dan defisit transaksi berjalan akan menurun dibawah 2% dari PDB.

Baca juga: Kadin Kalsel: Rupiah Naik Jelang Tahun Politik

Adapun pertemuan itu dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo, Pimpinan Lembaga Negara, Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Kepala Daerah, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan sejumlah lembaga internasional.

Dari Kalsel, hadir Sahbirin Noor (Gubernur Kalsel) dan Herawanto (Kepala Perwakilan BI Kalsel).PTBI juga akan diselenggarakan di tingkat regional Kalsel pada Rabu (5/12). Dalam kesempatan tersebut, Kantor Perwakilan BI Kalsel akan menyampaikan kondisi perekonomian Kalsel terkini serta proyeksi 2019.

Baca juga: Rupiah Terdampar ke Dasar Klasemen Mata Uang Asia

Reporter: Bahaudin/Rilis Bank Indonesia
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Boros Anggaran, Presiden Bertekad Sederhanakan Jenjang Birokrasi
apahabar.com

Nasional

PWI-MPR Kerjasama Sosialisasi Amandemen UU 45 dan Kode Perilaku Wartawan
apahabar.com

Nasional

Polisi Akan Olah TKP Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

Nasional

Jadi Ibu Kota, Kementerian Tambah Kouta Jargas Penajam
apahabar.com

Nasional

Jelang Debat Cawapres: Sandiaga Janji Santun, Ma’ruf Amin Menyesuaikan Durasi
apahabar.com

Nasional

Jelang PSBB Total DKI Jakarta, Kunjungan ke Puncak Bogor Dibatasi
apahabar.com

Nasional

Diduga Bunuh Diri, Anggota Polisi Tewas Luka Tembak di Kepala
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sebut 2 Orang di Indonesia Positif Virus Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com