Akhir Pekan Ini, Wisata Siring Banjarmasin Resmi Ditutup Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit! Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama




Home Global

Kamis, 29 November 2018 - 09:45 WIB

Stok AS Meningkat, Harga Minyak Merosot

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-SINDOnews

Ilustrasi. Foto-SINDOnews

apahabar.com, New York – Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat kenaikan berkelanjutan dalam persediaan minyak mentah AS, melebihi ekspektasi pasar. Akibatnya, harga minyak dunia merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Stok minyak mentah AS mengalami kenaikan selama 10 minggu berturut, dengan kenaikan 3,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 23 November kemari. Hal itu membuat kekhawatiran atas surplus pasokan dan pertumbuhan permintaan yang melorot, menurut laporan mingguan EIA yang dirilis pada Rabu (28/11).

Kendati demikian, para investor tetap tidak yakin apakah kesepakatan tentang pemangkasan produksi akan tercapai selama pertemuan OPEC pekan depan di Wina, karena Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan pada Rabu (28/11) negaranya tidak akan memangkas produksi minyaknya sendirian.

“Arab Saudi tidak akan melakukannya sendiri,” kata Falih, seperti dikutip Reuters, karena kartel minyak dan sekutunya telah mengantisipasi untuk mencapai keputusan yang membawa stabilitas kembali ke pasar.

Para analis mengatakan pernyataan Falih mengisyaratkan bahwa kerajaan itu berusaha untuk mengurangi pasokan global dalam menghadapi tekanan dari Presiden AS Donald Trump, yang telah berulang kali menyerukan kerajaan untuk terus menurunkan harga minyak.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari turun 1,27 dolar AS menjadi menetap di 50,29 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari, turun 1,72 dolar AS menjadi ditutup pada 58,76 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

Global

Paris Rusuh, Prancis Pertimbangkan Status Darurat
apahabar.com

Global

Wajar Bawaslu Periksa Rekaman Habib Rizieq Reuni 212
apahabar.com

Global

COP 24 di Polandia: WALHI Sumatera Soroti Pembangunan PLTU
apahabar.com

Global

2 Orang ‘Pembantu’ Video Bugil di Puncak Piramida Tertangkap
apahabar.com

Global

Iran Tahan 10 Tersangka Terindikasi Serangan Bom Bunuh Diri
apahabar.com

Global

Putin: Pemimpin Ukraina Dalangi Bentrok Angkatan Laut
apahabar.com

Global

Indonesia dan Australia Perpanjang Kerjasama Penanggulangan Terorisme
apahabar.com

Global

Jenderal Iran Tewas Tertembak Senjata yang Dibersihkannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com