Duh, Puluhan Pengendara Terjaring Razia PPKM Level IV di Banjarbaru Kevin/Marcus Kandas di Olimpiade Tokyo 2020, Warganet Lemas Triwulan II 2021, Laba bank bjb Tumbuh 14,4 Persen LAPOR Baiman! Pelanggaran Prokes-Kafe Meresahkan di Banjarmasin Terekam Sosok Pembunuh Brutal di Gambah HST Terungkap, Macan Kalsel Turun Gunung

Tanggapan Boediono mengenai Ekonomi Dunia Saat Ini

- Apahabar.com     Rabu, 28 November 2018 - 20:29 WITA

Tanggapan Boediono mengenai Ekonomi Dunia Saat Ini

Foto - Merdeka.com

apahabar.com, Jakarta – Ekonomi senior Boediono mengatakan kondisi perekonomian dunia saat ini masih rentan terhadap krisis, karena masih ada ketidakpastian yang tidak dapat diprediksi arahnya.

“Ekonomi dunia masih rentan terhadap instabilitas maupun krisis, ini inheren dalam sistem,” kata Boediono dalam forum diskusi “Winning in a Turbulent Economy” di Jakarta, Rabu (28/11).

Boediono mengatakan krisis ini dapat terjadi kapan saja dan tidak ada yang bisa memperkirakan datangnya, apalagi tidak ada satupun negara tidak mempunyai resep mujarab untuk mengatasi hal ini.

Wakil Presiden periode 2009-2014 menambahkan upaya untuk memperkuat daya tahan perekonomian domestik harus terus dilakukan secara konsisten.

Upaya itu antara lain melalui penguatan koordinasi antara otoritas fiskal maupun moneter serta pelaksanaan reformasi struktural secara berkelanjutan.

“Kita punya institusi yang bisa berkoordinasi dengan baik untuk makro dan moneter serta reformasi struktural. Ini bisa menurunkan risiko instabilitas atau krisis ekonomi,” ujar Boediono.

Guru Besar FE UGM ini juga menceritakan kisah ketika Indonesia berkali-kali mampu bertahan dari krisis karena adanya kebijakan mitigasi yang tepat.

Ia bahkan menceritakan upaya penyelamatan Bank Century pada 2008 yang dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.

“Menurut pandangan kami, suasana waktu itu sudah sangat serius dan perlu ditangani. Kita sudah satu pikiran, jangan sampai ekonomi jeblok lagi karena biaya ekonominya besar sekali,” ujarnya.

Boediono mengakui tidak memikirkan risiko politik ketika pengambilan keputusan dilakukan karena kebijakan itu diambil berdasarkan pertimbangan ekonomi.

“Kami tidak pernah berpikir risiko politik, karena apa yang terbaik dari praktik ekonomi dan kebijakan terbaik, itu yang kita ambil. Jadi satu-satunya opsi, kalau bank sakit jangan ditutup saat itu,” ujarnya.

Sumber: Antara

Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Lapangan Sepakbola Simprug Disulap Jadi RS Darurat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Buku “Satu Malam di Baitullah Bersama Jokowi” Diluncurkan
Update Covid-19 di Indonesia: 1.285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal Dunia1.285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 1.285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal Dunia
Ganja

Nasional

Temuan Lain di Kasus Anji
Kampus Dunia

Nasional

Peringkat Kampus Dunia 2020 Diumumkan, Universitas Indonesia di Urutan ke 601
KPK

Nasional

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Nasib Meratus di Tahun Politik 2019, Terkungkung Oligarki
apahabar.com

Nasional

KKP Tangkap 3 Kapal Vietnam Pencuri Ikan di Natuna
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com