Megaproyek Kereta Api Kalsel Belok ke Jorong: Tak Mudah Mengintegrasikan KEK Breaking News! Bangunan Pasar Lima Ambruk, 4 Orang Sempat Terjebak Pengemudi Ojol Lebih Memilih Pakai Motor Konvensional Dibanding Motor Listrik, Terungkap Alasannya Samsung Galaxy A23 5G Dirilis, Spesifikasinya Dirancang untuk Generasi Milenial Di Tengah Krisis Pangan, Jokowi Sentil Kecilnya Porsi Startup Agrikultur

Tanggapan Boediono mengenai Ekonomi Dunia Saat Ini

- Apahabar.com     Rabu, 28 November 2018 - 20:29 WITA

Tanggapan Boediono mengenai Ekonomi Dunia Saat Ini

Foto - Merdeka.com

apahabar.com, Jakarta – Ekonomi senior Boediono mengatakan kondisi perekonomian dunia saat ini masih rentan terhadap krisis, karena masih ada ketidakpastian yang tidak dapat diprediksi arahnya.

“Ekonomi dunia masih rentan terhadap instabilitas maupun krisis, ini inheren dalam sistem,” kata Boediono dalam forum diskusi “Winning in a Turbulent Economy” di Jakarta, Rabu (28/11).

Boediono mengatakan krisis ini dapat terjadi kapan saja dan tidak ada yang bisa memperkirakan datangnya, apalagi tidak ada satupun negara tidak mempunyai resep mujarab untuk mengatasi hal ini.

Wakil Presiden periode 2009-2014 menambahkan upaya untuk memperkuat daya tahan perekonomian domestik harus terus dilakukan secara konsisten.

Upaya itu antara lain melalui penguatan koordinasi antara otoritas fiskal maupun moneter serta pelaksanaan reformasi struktural secara berkelanjutan.

“Kita punya institusi yang bisa berkoordinasi dengan baik untuk makro dan moneter serta reformasi struktural. Ini bisa menurunkan risiko instabilitas atau krisis ekonomi,” ujar Boediono.

Guru Besar FE UGM ini juga menceritakan kisah ketika Indonesia berkali-kali mampu bertahan dari krisis karena adanya kebijakan mitigasi yang tepat.

Ia bahkan menceritakan upaya penyelamatan Bank Century pada 2008 yang dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.

“Menurut pandangan kami, suasana waktu itu sudah sangat serius dan perlu ditangani. Kita sudah satu pikiran, jangan sampai ekonomi jeblok lagi karena biaya ekonominya besar sekali,” ujarnya.

Boediono mengakui tidak memikirkan risiko politik ketika pengambilan keputusan dilakukan karena kebijakan itu diambil berdasarkan pertimbangan ekonomi.

“Kami tidak pernah berpikir risiko politik, karena apa yang terbaik dari praktik ekonomi dan kebijakan terbaik, itu yang kita ambil. Jadi satu-satunya opsi, kalau bank sakit jangan ditutup saat itu,” ujarnya.

Sumber: Antara

Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia

Nasional

Pesangon Rp318 Miliar Tak Kunjung Cair, Pilot Merpati Surati Jokowi
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo . Foto-Net

Nasional

Jokowi Setujui Ditariknya Pegawai KPK Tak Lolos TWK ke Bareskrim Polri
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 41.431, Sembuh 16.423
Menaker

Nasional

Menaker Sebut Tripartit Kunci Kelangsungan Usaha dan Bekerja di Masa Pandemi
Presiden Jokowi

Nasional

Presiden Jokowi: Jangan Sampai Investor Kapok karena Banyak Permainan Sana Sini
apahabar.com

Nasional

Setahun Jokowi-Ma’ruf, Pemerintah Terus Berupaya Tekan Biaya Logistik
H2D

Nasional

Kapolda Kalsel-Danrem Antasari Gerak Cepat Respons Pembubaran FPI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com