Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi Nekat Menjambret Wanita di Siang Bolong, Pemuda Kotabaru Diringkus Tim Macan Bamega Sadis! Begal Mobil Carteran di Pelaihari Buang Jasad Korban ke Hutan Sawit BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Tanggapan Boediono mengenai Ekonomi Dunia Saat Ini

- Apahabar.com Rabu, 28 November 2018 - 20:29 WIB

Tanggapan Boediono mengenai Ekonomi Dunia Saat Ini

Foto - Merdeka.com

apahabar.com, Jakarta – Ekonomi senior Boediono mengatakan kondisi perekonomian dunia saat ini masih rentan terhadap krisis, karena masih ada ketidakpastian yang tidak dapat diprediksi arahnya.

“Ekonomi dunia masih rentan terhadap instabilitas maupun krisis, ini inheren dalam sistem,” kata Boediono dalam forum diskusi “Winning in a Turbulent Economy” di Jakarta, Rabu (28/11).

Boediono mengatakan krisis ini dapat terjadi kapan saja dan tidak ada yang bisa memperkirakan datangnya, apalagi tidak ada satupun negara tidak mempunyai resep mujarab untuk mengatasi hal ini.

Wakil Presiden periode 2009-2014 menambahkan upaya untuk memperkuat daya tahan perekonomian domestik harus terus dilakukan secara konsisten.

Upaya itu antara lain melalui penguatan koordinasi antara otoritas fiskal maupun moneter serta pelaksanaan reformasi struktural secara berkelanjutan.

“Kita punya institusi yang bisa berkoordinasi dengan baik untuk makro dan moneter serta reformasi struktural. Ini bisa menurunkan risiko instabilitas atau krisis ekonomi,” ujar Boediono.

Guru Besar FE UGM ini juga menceritakan kisah ketika Indonesia berkali-kali mampu bertahan dari krisis karena adanya kebijakan mitigasi yang tepat.

Ia bahkan menceritakan upaya penyelamatan Bank Century pada 2008 yang dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.

“Menurut pandangan kami, suasana waktu itu sudah sangat serius dan perlu ditangani. Kita sudah satu pikiran, jangan sampai ekonomi jeblok lagi karena biaya ekonominya besar sekali,” ujarnya.

Boediono mengakui tidak memikirkan risiko politik ketika pengambilan keputusan dilakukan karena kebijakan itu diambil berdasarkan pertimbangan ekonomi.

“Kami tidak pernah berpikir risiko politik, karena apa yang terbaik dari praktik ekonomi dan kebijakan terbaik, itu yang kita ambil. Jadi satu-satunya opsi, kalau bank sakit jangan ditutup saat itu,” ujarnya.

Sumber: Antara

Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Tantangan Kejahatan yang Dihadapi Polisi Sangat Berat

Nasional

Wuhan Seperti Kota Mati, Berikut Foto-foto Jalanan yang Kini Sepi
apahabar.com

Nasional

IDI: Minggu Pertama Oktober 5 Dokter Gugur Akibat Covid-19, Total Menjadi 132
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Dorong Terwujudnya Perlindungan Pekerja Perempuan dari Pelecehan Seksual
apahabar.com

Nasional

8 Tuntutan Demo Aliansi Gelombang Rakyat Kalsel di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Suzuki Setop Produksi di Indonesia, Bagaimana Pelayanan Pelanggan?
apahabar.com

Nasional

BMKG: Gempa 7,0 SR di Maluku Utara Jenis Dangkal
apahabar.com

Nasional

Polisi Cek CCTV, untuk Telusuri Pelaku Teror Bom Palsu di Rumah Ketua KPK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com