Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit! Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama Demo RUU HIP, 38 Ormas Terjunkan Massa di Banjarmasin




Home Sport

Jumat, 16 November 2018 - 16:07 WIB

Tekad Timnas Hapus Kutukan di Stadion Rajamangala

Redaksi - Apahabar.com

LATIHAN : Pasukan Garuda menggelar latihan di Thailand sebelum menghadapi tuan rumah dalam lanjutan penyisihan Piala AFF 2018, Sabtu (17/11/2018).(foto:https/twitter.com/PSSI)

LATIHAN : Pasukan Garuda menggelar latihan di Thailand sebelum menghadapi tuan rumah dalam lanjutan penyisihan Piala AFF 2018, Sabtu (17/11/2018).(foto:https/twitter.com/PSSI)

apahabar.com, BANGKOK – Ambisi Timnas Indonesia menekuk Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, dibayangi sejumlah kutukan. Meski demikian, sang arsitek Bima Sakti bertekad menghapusnya.

Ya, melakoni laga ke dua pada Sabtu (17/11/2018) besok, pasukan Timnas Garuda dibayangi empat kekalahan beruntun. Kekalahan terakhir Timnas Indonesia di kandang Thailand terjadi pada laga leg kedua final Piala AFF 2016.

Di leg pertama, Boaz Solossa dan kawan-kawan menang 2-1, sayang di leg kedua Timnas Indonesia menyerah 0-2 dari The War Elephants.

Selanjutnya di Piala AFF 2008, Timnas Indonesia berjumpa Thailand di semifinal. Saat memainkan laga di Bangkok, Thailand menang 2-1 atas Tim Garuda.

Berikutnya di laga puncak Piala AFF 2000, Timnas Indonesia kalah 1-4. Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto yang saat ini berada di staf kepelatihan Timnas Indonesia, ikut merasakan kekalahan itu sebagai pemain.

Baca juga :  Laga Persahabatan Sambut New Normal, Bartman Libas Monster

Dua kekalahan selanjutnya terjadi pada semifinal Piala AFF 2008 dan Final Piala AFF 2016, masing-masing Thailand menang atas Indonesia dengan skor 2-1 dan 2-0.

“Satu hal yang pasti kami akan memecahkan mitos tersebut dengan bekerja keras. Hal tersebut memang tidak akan mudah karena sepak bola bukan matematika,” ujar Bima Saktid dilansir Bola.com.

“Kami berjuang maksimal. Kami menargetkan mencuri poin di sini demi memudahkan kami lolos ke fase selanjutnya,” lanjut mantan kapten Timnas Indonesia itu.

Saat ini, timnas Indonesia berada di peringkat kedua klasemen Grup B Piala AFF 2018 dengan koleksi tiga poin.

Baca juga :  Laga Persahabatan Sambut New Normal, Bartman Libas Monster

Indonesia memiliki poin sama dengan Filipina dan Singapura yang berada di tempat ketiga dan keempat, tetapi skuat Garuda unggul dalam produktivitas gol.

Duel antara timnas Indonesia dan timnas Thailand akan disiarkan secara langsung oleh televisi nasional RCTI pada Sabtu (17/11/2018) pukul 19.30 WITA.

Berikut Rekor Pertemuan Kedua Tim di Piala AFF:

31/08/1998 Thailand 3-2 Indonesia

05/09/1998 Indonesia 3-3 (5-4 pen) Thailand

10/11/2000 Thailand 4-1 Indonesia

18/11/2000 Thailand 4-1 Indonesia

29/12/2002 Indonesia 2-2 (2-4 pen) Thailand

16/12/2008 Indonesia 0-1 Thailand

20/12/2008 Thailand 2-1 Indonesia

07/12/2010 Indonesia 2-1 Thailand

19/11/2016 Thailand 4-2 Indonesia

14/12/2016 Indonesia 2-1 Thailand

17/12/2016 Thailand 2-0 Indonesia

Sumber: Bola.com

Editor: Ahmad Zainal Mutaqien

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Hujan Gol di Laga Pembuka BFL 2019
apahabar.com

Sport

Persipura Beri Kekalahan ke 13 Untuk Barito di Liga 1 2019
apahabar.com

Sport

FIFA Minta Indonesia Benahi Stadion Piala Dunia U-20
apahabar.com

Sport

Borneo FC Depak Pelatih Fabio Lopez, Presiden Klub Beberkan Alasannya
apahabar.com

Sport

Martapura FC Ingin Tantang Barito Putera, Frans Tunggu Jawaban Jacksen
apahabar.com

Sport

Piala Gubernur Jatim, Persija Tunggu Arema vs Persebaya di Final
apahabar.com

Sport

Ambisi Besar Kontingen Kotabaru di POPDA 2019
apahabar.com

Sport

Barito Putera Tinggal Sisakan Satu Kontrak Pemain Asing
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com