Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Transaksi Proyek PU, Bupati Pakpak Bharat Kena OTT

- Apahabar.com Minggu, 18 November 2018 - 14:55 WIB

Transaksi Proyek PU, Bupati Pakpak Bharat Kena OTT

Gedung KPK. Foto/gresnews.com

apahabar.com, JAKARTA- Satu lagi bupati yang terseret kasus dugaan suap proyek daerah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pakpak Barat, Sumatera Utara (Sumut) atas dugaan korupsi pada transaksi terkait proyek dinas PU di Pakpak Bharat.

Remigo Yolando Berutu, menjadi bupati ke-37 yang terjaring OTT.

Ketua KPK Agus Rahardjo pun membenarkan soal kegiatan OTT yang dilakukan lembaga anti rasuah tersebut. Penangkapan juga dilakukan terhadap kepala dinas setempat, PNS dan pihak swasta. Adapun dua orang diamankan di Jakarta dan empat orang di Medan.

“Pihak yang diamankan di Jakarta sudah berada di kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sedangkan empat orang yang diamankan di Medan mulai pukul 24.00 WIB sampai dengan Pukul 03.00 WIB dinihari, termasuk Kepala Daerah (Bupati) akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta melalui penerbangan pukul 11.00 WIB ini,” ujar Agus melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (18/11).

Baca : Tersandung Korupsi, Dua Pejabat Pemkot Banjarbaru Diamankan Jaksa

Ditambahkan Wakil Ketua KPK Basariah Panjaitan transaksi tersebut diduga telah terjadi lebih dari sekali dengan jumlah ratusan juta.

Saat penangkapan pun KPK telah menyita sejumlah uang yang akan digunakan sebagai barang bukti.

“Diduga penerimaan telah terjadi beberapa kali, dengan nilai ratusan juta. Sebagian dari uang tersebut diamankan tim dan akan dibawa ke Jakarta,” tuturnya.

Baca : BI Naikkan Bunga Acuan Lagi Bulan Depan? Begini Pandangan Ekonom

KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status tersebut. KPK pun akan melakukan konferensi pers terkait penangkapan tersebut.

Sesuai KUHAP, KPK diberikan waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak yang diamankan.

Sumber: CNN Indonesia

Editor: Fariz

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dari Belanda, Ahmad Nabriz Berbagi Pengalaman Hadapi Covid-19 untuk ‘Papadaan’ Banua
apahabar.com

Nasional

Angkasa Pura I Raih PenghargaanThe 6th Indonesia Law Awards 2019
apahabar.com

Nasional

Misi Perdamaian, Polri Kirim 381 Pasukan
apahabar.com

Nasional

Remdesivir, Obat Covid-19 Rp 3 Juta Segera Beredar di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Personel Brimob Sempatkan Salat Tarawih di Sela Tugas Pengamanan
apahabar.com

Nasional

Pembunuh Bocah yang Melindungi Kehormatan Ibunya Tewas di Sel
apahabar.com

Nasional

Ketika Jemaah Gresik Bertemu Shane Elson, Relawan asal Australia
apahabar.com

Nasional

Penegak Hukum Main Peras, Presiden: Jadi Musuh Bersama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com