Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

Untuk Kuatkan Nilai Pancasila, PMP akan Diajarkan Lagi

and - Apahabar.com     Senin, 26 November 2018 - 12:32 WITA
and - Apahabar.com     Senin, 26 November 2018 - 12:32 WITA

Untuk Kuatkan Nilai Pancasila, PMP akan Diajarkan Lagi

BUKU mata pelajaran PMP.(foto: bukalapak.com)

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), berencana mengembalikan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Mata pelajaran era orde baru itu dianggap penting untuk menguatkannya nilai Pancasila.

“PMP kita akan kembalikan lagi karena ini banyak yang harus dihidupkan kembali, bahwa Pancasila ini luar biasa buat bangsa kita, itu mungkin yang akan kita lakukan,” kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano usai upacara peringatan Hari Guru di gedung Kemendikbud, Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Menurutnya, rencana itu masih dalam pembahasan. Belum jelas apakah ada pengurangan atau penambahan materi PMP yang baru dengan yang pernah dipakai sebelumnya. “Ini masih dibahas, kita akan bahas,” ujarnya.

Selain itu, Kemendikbud juga merencanakan sistem baru untuk pemerataan guru di Indonesia. Para guru akan disebarkan sesuai zonasi.

“Selanjutnya dalam rangka perluasan akses pemerataan mutu dan percepat terwujudnya guru profesional, pada tahun yang akan datang Kemendikbud akan menerapkan kebijakan sistem zonasi. Kebijakan sistem zonasi diharapkan akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air,” kata dia.

Menurut dia, sistem zonasi itu dapat membantu pemetaan sekolah yang kekurangan guru. Dalam rencana tersebut, zonasi baru dibatasi dalam wilayah kabupaten atau kota.

“Pemerataan guru nanti kita lihat per zonasi, sekarang ini kan sedang rakor dengan kabupaten kota, dengan provinsi, kementerian atau lembaga pengambil keputusan yang ada di sini, Kemenpan, Kemendagri, Kemenkeu. Yang pertama kita lihat kebutuhan per zona dulu, apakah zona itu kelebihan guru atau kekurangan guru, jadi baru bermain di tingkat kabupaten kota,” pungkasnya.

 

Sumber: detikcom

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Menteri Basuki

Kalsel

Menteri Basuki: Target Konstruksi Tahap II SPAM Banjarbakula Rampung 2021
apahabar.com

Nasional

Hore! Pekerja Bakal Dapat Bantuan Rp 600.000/Bulan dari Jokowi
apahabar.com

Nasional

Gempa 4,5 SR Guncang Kepulauan Yapen Papua, Pusatnya di Darat
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Siapkan Kain Kafan Sebelum Wafat
apahabar.com

Nasional

Usai Listrik Padam Massal, Jokowi Datangi Kantor Pusat PLN
apahabar.com

Nasional

Ada 1.445 Titik Panas di Kalteng
Mandalika

Nasional

Presiden Jokowi Pakai Jaket G20 Jajal Jalur Bypass BIL Mandalika
apahabar.com

Nasional

8 Orang Tewas Kecelakaan di Tol Cipali Km 184, Berikut Kronologinya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com