ga('send', 'pageview');
Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia




Home Borneo

Selasa, 20 November 2018 - 15:53 WIB

Wadah untuk Kritik, JaDI Deklarasikan Diri

Redaksi - apahabar.com

Foto bersama Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI). (apahabar.com/baha)

Foto bersama Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI). (apahabar.com/baha)

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejumlah mantan anggota komisioner KPU dan Bawaslu di Kalsel membentuk organisasi penguatan lembaga demokrasi dan kontribusi pembangunan demokrasi politik di Banua. Diberi nama Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI), secara resmi mendeklerasikan diri di Hotel Nasa Banjarmasin, Selasa (20/11/2018).

Mantan Ketua KPU Kalsel, Samahudin Muharram menuturkan JaDI dibentuk dengan dasar menghimpun eks komisioner KPU dan Bawaslu kabupaten, kota, dan provinsi dalam satu organisasi.

“Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel bergerak di ranah kebijakan daerah, demokrasi, dan arah pembangunan Kalsel,” kata Samahudin.

Akademisi FISIP ULM Banjarmasin ini mengatakan, JaDI di deklerasi di momen yang tepat. Pasalnya, Indonesia akan menghadapi hajatan politik akbar, Pileg dan Pilpres serentak 2019.

“Kami mantan penyelengara pemilu sudah kenyang makan asam garam akan demokrasi dan pemilu. Oleh karena itu kami bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan,” tegasnya.

Ia mencontohkan persoalan Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Calon Tetap masih bermasalah. Sehingga, JaDI bisa memberikan masukan tanpa diminta sekalipun.

“Keberadaan JaDI bukan berarti mencampuri ‘dapur’ Penyelenggara Pemilu. Namun kami akan memberikan kontribusi pemikiran yang positif,” jelas Samahudin.

Ia tidak membantah JaDI Kalsel tidak steril dari kader Partai, sebab organisasi tersebut membuka tangan kepada mantan penyelenggara pemilu tanpa melihat latar belakang politiknya.

Reporter : Bahaudin Qusairi

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Borneo

Empat Jam Menyisir, Kepala Mr X Tak Kunjung Ditemukan
apahabar.com

Borneo

Jasad Tanpa Kepala Terindikasi Korban Pembunuhan
apahabar.com

Borneo

Dua ‘Pak Ogah’ Melawan Saat Hendak Diamankan Petugas
apahabar.com

Borneo

Baayun Maulid Tradisi Meninabobokan Anak dengan Shalawat
apahabar.com

Borneo

Revisi UU Guru dan Dosen, DPR RI Kunjungi Unlam
apahabar.com

Borneo

Mengendap-endap, Pemuda Dibekuk Pengurus Masjid di Banjarmasin Timur
apahabar.com

Borneo

Nekat Melawan karena Pengaruh Miras

Borneo

Akhir Pekan Bingung ke Mana, Ayo Merapat ke Murjani Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com