Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

10 Karya Terbaik Novelis NH Dini

- Apahabar.com Rabu, 5 Desember 2018 - 02:50 WIB

10 Karya Terbaik Novelis NH Dini

‘Dari Parangakik ke Kampuchea’ salah satu kayar NH Dini terbit 2003 silam. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Novelis legendaris NH Dini meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di ruas tol Tembalang pada Selasa (4/12). Wanita berusia 82 tahun ini mengalami gegar otak akibat benturan keras.

Semasa hidupnya, NH Dini dikenal sangat produktif berkarya dan aktif mendukung literasi Indonesia. Bahkan beberapa Novel dan cerita pendeknya berhasil diterbitkan dalam bentuk buku, sejak awal tahun 1970-an hingga yang terakhir di tahun 2003.

Berikut sepuluh karya terbaik NH Dini dikutip dari idntimes, Rabu (5/12):

1. Pada Sebuah Kapal (1972)

Ini merupakan novel terlaris pertama karya NH Dini. Terbit pada tahun 1972, proses penulisannya hanya memakan waktu satu bulan tapi butuh 10 tahun lebih hingga menjadi bentuk buku.

Novel ini mengisahkan seorang perempuan bernama Sri yang ditinggal mati tunangannya lalu menikah dengan seorang diplomat asal Prancis. Mereka lalu menetap di Kobe, Jepang dengan kondisi pernikahan yang gak bahagia.

Sri kemudian bertemu dengan lelaki lain di atas kapal, saat perjalanan liburan. Sayang, lelaki baru yang membuatnya jatuh hati ini sudah memiliki istri dan anak.

Cerita ini juga mengundang pertanyaan dari beberapa pembaca. Sebab sosok Sri seperti kisah NH Dini itu sendiri, menikah dengan konsulat Prancis dan menetap lama di Kobe, Jepang. Kebetulan lagi, NH Dini pada akhirnya juga bercerai dengan suaminya itu.

2. La Barka (1975)

Menikah dengan seorang lelaki asal Prancis membuat NH Dini cukup banyak tahu tentang seluk beluk negeri Menara Eiffel itu. Dalam novelnya yang berjudul ‘La Barka’, Dini menceritakan kisah hidup perempuan Indonesia bernama Rina yang menikah dengan lelaki Prancis.

Rina yang sejak kecil tinggal di panti asuhan mendambakan kehidupan indah setelah menikah. Tapi ternyata sang suami gak menyukai kehadiran anak kecil.

Rina kemudian mengungsi ke La Barka, tinggal di rumah teman dekatnya. Di sanalah dia rajin menulis sebuah buku harian.

3. Namaku Hiroko (1977)

Kepekaan NH Dini pada lingkungan di sekitar tempat tinggalnya membuahkan beberapa karya indah. Termasuk ‘Namaku Hiroko’ yang berlatarkan kawasan Kobe, Jepang dengan tokoh orang asli sana.

Novel ini menyajikan kisah yang cukup panjang tentang perjalanan hidup Hiroko, perempuan muda yang merintis kesuksesannya sendiri meski berasal dari keluarga miskin. Dalam novel ini, NH Dini juga memasukkan kehidupan sebuah keluarga Prancis dan satu tokoh asal Indonesia.

4. Keberangkatan (1977)

Novel ini cukup laris dan beberapa kali cetak ulang. Di dalamnya berisi kisah seorang perempuan keturunan asing yang jatuh cinta pada lelaki asli Jawa.

Namun kisah percintaan mereka kandas karena sang lelaki dijodohkan dengan orang lain. Sebagai gantinya, perempuan ini mencoba lebih mencintai Indonesia sebagai tempat kelahirannya dan tanah yang sudah mempertemukan dengan cinta pertama.

5. Sebuah Lorong di Kotaku (1978)

Tahun 1978, NH Dini mulai menerbitkan rangkaian novel Cerita Kenangan yang terdiri dari empat judul. Seri Cerita Kenangan ini mengisahkan kehidupan pribadi NH Dini sedari kecil sampai dia beranjak dewasa.

Buku pertamanya yang berjudul ‘Sebuah Lorong di Kotaku’ mengisahkan masa kanak-kanaknya saat Jepang masih menduduki Indonesia. Cerita mengalir dengan manis, namun tetap dibumbui kisah menyedihkan saat Dini dan keluarga harus mengungsi untuk menghindari wilayah konflik.

6. Padang Ilalang di Belakang Rumah (1979)

Ditulis sebagai lanjutan dari ‘Sebuah Lorong di Kotaku’, buku ini mengisahkan masa-masa sulit yang harus dihadapi warga Semarang kala itu di bawah penjajahan Jepang.

7. Langit dan Bumi Sahabat Kami (1979)

Di buku ini, Dini lebih detil menggambarkan penderitaan warga Semarang pada buku ‘Langit dan Bumi Sahabat Kami’.

Dia menceritakan betapa rendahnya tingkat keamanan di luar rumah, banyak jalan yang diblokade, hingga sulit sekali mendapatkan bahan makanan.

8. Sekayu (1981)

Barulah di buku keempat seri Cerita Kenangan, Dini menceritakan kisah yang lebih ‘terang’. Latar waktu beranjak ke masa dia tumbuh remaja. Ada cerita tentang cinta monyet, karya-karya tulis pertamanya, hingga beberapa prestasi yang berhasil dia raih.

Sesuai judulnya, Sekayu adalah nama sebuah kawasan di Semarang yang kini menjadi tempat berdirinya Gedung Balaikota Semarang. Di sinilah Dini tinggal bersama keluarganya setelah masa penjajahan Jepang berlalu, hingga ayahnya tutup usia.

9. Pertemuan Dua Hati (1986)

Novel karya NH Dini yang satu ini punya kisah yang menyentuh banget tentang potret pendidikan di Indonesia. Diceritakan seorang siswa bernama Waskito yang nakal dan dijauhi teman-temannya.

Tapi berkat ketelatenan seorang guru bernama Bu Suci, Waskito berhasil dibimbing kembali menjadi siswa yang sewajarnya. Dari ketekunan Bu Suci inilah terkuak cerita kelam di balik kenakalan Waskito. Dia punya masalah di rumah yang membuatnya melampiaskan emosi di sekolah.

Buku yang cocok banget dibaca para orang tua dan guru, seperti apa sebenarnya pendidikan serta kondisi keluarga memengaruhi kejiwaan seorang anak.

10. Dari Parangakik ke Kampuchea (2003)

Karya Dini yang satu ini wajib dibaca. ‘Dari Parangakik ke Kampuchea’ diterbitkan di tahun 2003, ditulis Dini dalam keadaan dirinya sudah sakit-sakitan.

Novel terakhirnya ini berkisah tentang lika-liku kehidupan pernikahan yang penuh kejutan. Bahwa pernikahan gak pernah menjanjikan kehidupan yang serba bahagia. Justru di dalamnya adalah proses panjang mengenali diri sendiri dan seberapa tangguh memperjuangkan komitmen.

Kisah panjang ini disinyalir menceritakan pengalaman pribadi NH Dini, seperti karyanya yang sudah-sudah. NH Dini juga dikenal sebagai seorang feminis, itulah kenapa di setiap karyanya selalu mengangkat tokoh utama seorang perempuan.

Sumber : idntimes

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

ACT Berikan Penghargaan kepada “The Excocet”, Ellyas Pical
apahabar.com

Nasional

Melalui Omnibus Law, Pemerintah Berupaya Serap 3 Juta Tenaga Kerja

Nasional

Wapres Minta Masalah Banjir Diselesaikan dengan Cerdas
PDIP

Nasional

Ribka Tjiptaning Tolak Divaksin, PDIP Beri Klarifikasi
apahabar.com

Nasional

Rumah Pribadi Ketua DPR Terbakar
apahabar.com

Nasional

Sejumlah Musisi Iringi Pemakaman Jenazah Bani Seventeen
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 62.142 Positif, 28.219 Orang Sembuh
apahabar.com

Nasional

Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Densus Ringkus Dokter di Bekasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com