Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit

103 Desa di Temanggung Rawan Longsor

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 08:45 WIB

103 Desa di Temanggung Rawan Longsor

Ilustrasi daerah terkena longsor. Foto-net

apahabar.com, TEMANGGUNG – Sebanyak 103 desa/kelurahan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, rawan bencana longsor. Hal ini berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi di Temanggung, Senin (10/12) mengatakan dari 289 desa/kelurahan di daerah itu, sedikitnya terdapat 103 desa/kelurahan berpotensi longsor, terutama saat musim hujan.

Ia menuturkan sejumlah desa/kelurahan itu tersebar di seluruh kecamatan di Temanggung.

Ia menyebutkan wilayah kecamatan paling banyak desa/kelurahan rawan longsor, yakni Kaloran sebanyak sembilan desa/kelurahan, Kemudian Pringsurat dan Wonoboyo masing-masing delapan desa/kelurahan dan paling sedikit di Kecamatan Jumo terdapat satu desa.

“Untuk Kecamatan Gemawang memiliki tujuh desa dan Wonoboyo delapan desa, semuanya merupakan daerah rawan longsor,” katanya.

Ia menambahkan sejumlah desa rawan longsor karena kondisi geografis berupa perbukitan.

Guna mengantisipasi kejadian bencana, BPBD Kabupaten Temanggung menyiapkan posko bencana di beberapa daerah rawan bencana pada musim hujan ini.

Baca Juga : Seorang Warga Diduga Hanyut Terbawa Banjir

Posko tersebut meliputi Temanggung untuk mengampu wilayah Kecamatan Temanggung, Tlogomulyo, Bulu, Tembarak, dan Kedu. Posko Parakan mengampu wilayah Kecamatan Ngadirejo, Parakan, Kledung, dan Bansari.

Kemudian posko Candiroto mengampu wilayah Kecamatan Candiroto, Tretep, Bejen, dan Wonoboyo. Posko Kaloran mengampu wilayah kecamatan Kaloran, Pringsurat, Kandangan, Gemawang, dan Kranggan.

“Masing-masing posko ada 10 personel, mereka siaga 24 jam secara bergantian,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk selalu waspada, terutama jika terjadi hujan deras dalam durasi lama.

“Kalau memang kondisi mengkhawatirkan segera mengungsi ke daerah yang lebih aman,” lanjutnya. Ia menyebutkan imbauan kepada masyarakat yang paling penting adalah tanggap atau respon cepat ketika hujan deras, hujan lebat disertai angin.

“Saya kira masyarakat lebih paham baik dengan ilmu titen atau ilmu tradisional. Kalau hujan lebat mereka berteduh di tetangga yang lebih aman,” katanya.

Baca Juga : Longsor Terjang Rumah Warga di Lereng Merapi

Sumber : Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Data 3,5 Juta Rekening Penerima Subsidi Gaji Sudah Masuk
apahabar.com

Nasional

Gempa M 7,1 di Kepulauan Talaud, BNPB: Tidak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Delapan Jurus Tangkis Klaster Keluarga Covid-19
apahabar.com

Nasional

Pergub DKI Tidak Atur Operasi Yustisi Masker di PSBB Transisi Jakarta
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 790 Positif, 58 Meninggal, 31 Sembuh
apahabar.com

Nasional

VIDEO: Detik-detik Syekh Ali Jaber ditusuk Orang Tak Dikenal Di Masjid Di Bandar Lampung
apahabar.com

Nasional

Jaksa Penuntut Kasus Penyerangan Novel Baswedan Wafat
apahabar.com

Nasional

Jadi Menteri, Nadiem Makarim Mundur dari Gojek
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com