Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

1,3 Juta Ayam Dibantai di Hong Kong demi Lawan ‘Virus Misterius’

- Apahabar.com Minggu, 30 Desember 2018 - 11:58 WIB

1,3 Juta Ayam Dibantai di Hong Kong demi Lawan ‘Virus Misterius’

Ilustrasi ayam.foto - ist

apahabar.com, HONG KONG – Ratusan petugas yang mengenakan jas putih, masker, sarung tangan dan membawa tangki berisi karbon dioksida disebar ke seluruh penjuru Hong Kong. Mulai Senin 29 Desember 1997, mereka mendatangi peternakan ayam, di tengah kota maupun yang ada di pelosok.

Tugas mereka adalah untuk membantai semua ayam dan sejumlah unggas lain yang ada di bekas wilayah protektorat Inggris Raya itu. Tujuannya adalah menghentikan virus ‘flu burung’ misterius yang bisa menular ke manusia. Kala itu, sudah ada empat kematian akibat avian influenza.

Baca Juga: Gempa 7,1 SR Filipina Dirasakan Warga Talaud

Lebih dari 250 ribu ayam dibantai di hari pertama. Hewan-hewan tersebut, beserta unggas lain, dimasukkan dalam kantung plastik besar. Kemudian, karbon dioksida dialirkan ke dalamnya hingga mereka mati lemas.

Bangkai unggas yang mati disterilisasi terlebih dahulu sebelum dibuang ke delapan lokasi tempat pembuangan sampah yang ada di sana. Sejak saat itu, selama beberapa pekan, stok ayam segar menghilang dari Hong Kong.

“Ini adalah kerja lapangan,” kata juru bicara Departemen Pertanian dan Perikanan Hong Kong (AFD), seperti dikutip dari CNN.com. “Kami melakukan lebih dari satu juta hal pada waktu yang bersamaan.”

Sejak awal pemerintah berencana memusnahkan, mendisinfeksi, dan mengubur ayam-ayam di Hong Kong, yang jumlahnya mencapai 1,3 juta. Selain itu, bebek, angsa, burung puyuh, merpati, dan lainnya — yang dipelihara dekat kandang ayam — juga jadi sasaran.

“Semua orang sibuk dengan operasi ini. Kami harap bisa merampungkannya dalam satu setengah hari,” tambah juru bicara AFD.

Baca Juga: Hubungan Mencair, Cina Mulai Impor Beras Amerika

Berbeda dengan para petugas pemerintah yang terjun ke lapangan dengan ‘perlengkapan tempur’, para pedagang dan pekerja yang dilibatkan dalam operasi tak dilengkapi masker dan sarung tangan. Mereka membunuh ayam dengan cara menyembelihnya.

Tak hanya membantai ayam-ayam, pemerintah juga mendirikan klinik khusus untuk memeriksa para pekerja dari 160 peternakan ayam dan 997 kios yang menjual unggas.

Pemerintah berjanji akan memberikan kompensasi pada peternak dan pedagang yang merugi akibat penjualan ayam, yang jadi salah satu daging favorit di Hong Kong, merosot tajam.”Bagiku tak masalah,” kata seorang pedagang. “Pemerintah membeli semua daganganku.

Namun, penjual lainnya merasa keberatan. “Kalau pemerintah ingin melakukan operasi seperti ini, sebaiknya dari jauh-jauh hari ada pemberitahuan,” kata dia. “Kami terlanjur membeli dagangan dan harus rugi bandar.

Sebelumnya, pada 24 Desember 1997, Hong Kong menghentikan impor ayam dari China Daratan, yang memasok sekitar 80 persen ayam di Hong Kong, karena khawatir unggas yang masuk membawa virus.

“Sistem tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada ayam yang terinfeksi masuk ke pasar di Hong Kong. Setiap stok yang ditemukan terinfeksi akan dihancurkan,” kata Direktur Lembaga Agrikultur Hong Kong, Lessie Wei seperti dikutip dari BBC News.

Baca Juga: 1.709 Pelajar di Malaysia Positif Narkotika

Sumber: Liputan6.com
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Eksportir Timteng dan Asia Beli Ikan Patin Indonesia Rp145 M
apahabar.com

Global

Abbas Dan Paus Bahas Masalah Timur Tengah
apahabar.com

Global

Norwegia Bantu Program Lanskap Sumsel
apahabar.com

Global

Tak Kuat Hidup Bergelimang Harta, Putri Kerajaan Dubai Minggat dari Istana
apahabar.com

Global

Politisi Australia Minta Maaf Pernah Ancam Umat Islam di FB
apahabar.com

Global

Putin: Pemimpin Ukraina Dalangi Bentrok Angkatan Laut
apahabar.com

Global

Bos Huawei Ditangkap, AS-China Bisa Batal ‘Rujuk’?
apahabar.com

Global

Makam Pendeta Agung Berusia 4.400 Tahun Ditemukan, Begini Penampakannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com