Baru Diresmikan, Jembatan Alalak Langsung Diserbu Warga Jokowi Blakblakan Alasannya Resmikan Langsung Pabrik Jhonlin di Tanah Bumbu Jokowi Resmikan Jembatan Alalak, Jalan Hasan Basri Kayutangi Macet Parah Jokowi Resmikan Pabrik Johnlin, Paman Birin Pinta Dua PSN Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin

16 Orang Rombongan RSUD Tarakan Belum Ditemukan

- Apahabar.com     Senin, 24 Desember 2018 - 02:02 WITA

16 Orang Rombongan RSUD Tarakan Belum Ditemukan

Ilustrasi Tsunami Selat Sunda. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Sebanyak 16 orang rombongan wisata koperasi karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan diduga menjadi korban tsunami Selat Sunda. Hinggi kini, mereka masih belum ditemukan oleh tim evakuasi Pemprov DKI Jakarta.

“Sementara 16 anggota rombongan masih dalam pencarian, kemungkinan beberapa sudah tersebar di RSUD Serang atau Pandeglang dan mungkin ada beberapa yang belum ditemukan,” kata Direktur Utama RSUD Tarakan Dian Ekawati di Jakarta, Minggu (23/12) malam.

Dian menjelaskan 54 orang anggota rombongan wisata RSUD Tarakan terdiri dari 20 orang merupakan karyawan rumah sakit dan sisanya adalah anggota keluarga.

“Mereka pergi Sabtu Pagi ke Pantai Carita dan menginap di Villa Stefani. Rencananya akan pulang Minggu malam ini,” ujar Dian.

Selain 16 korban yang masih dalam pencarian, lanjut Dian, sudah ada 11 orang yang telah dievakuasi oleh tim Pemprov DKI Jakarta dan dirawat di RSUD Tarakan tercatat sembilan orang rombongan RSUD Tarakan dan dua orang warga DKI.

“Lalu ada 18 korban sedang dalam perjalanan serta dalam laporan ada 10 orang meninggal dunia yang semuanya merupakan karyawan peserta koperasi yang lima di antaranya sudah dibawa keluarga,” ucap Dian.

Dian menerangkan pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan instansk terkait lainnya telah melakukan berbagai upaya untuk mengevakuasi dan membantu bencana tsunami Selat Sunda.

Pemprov DKI mengirimkan puluhan tim medis, 13 ambulans dari RSUD Tarakan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemakaman, serta mengirimkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tim SAR untuk membantu proses evakuasi.

Diketahui, gelombang tinggi tsunami menerjang kawasan pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan diduga akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) pukul 21.10 WIB.

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Pengusaha Pertahankan Pekerja
apahabar.com

Nasional

Kewenangan Fatwa Halal oleh Banyak Lembaga akan Rancu
apahabar.com

Nasional

Pipa Pertamina Terbakar, Satu Orang Dikabarkan Tewas
apahabar.com

Nasional

Kunjungan Jokowi ke Canberra Tandai 70 Tahun Indonesia-Australia

Nasional

Luhut Ingin Indonesia Jadi Destinasi Investasi Kendaraan Listrik
apahabar.com

Nasional

Busyro Artikan Sujud Syukur Prabowo Bukan Rayakan Kemenangan
Vaksinasi Covid-19

Nasional

Presiden Jokowi Pastikan Vaksinasi Covid-19 Merata dari Sabang Sampai Merauke
apahabar.com

Nasional

Adaptasi Kebiasaan Baru, Wapres Minta Pemuka Lintas Agama Dukung Protokol Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com