Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

30 Orang Masih Hilang, BNPB: Kemungkinan Bisa Bertambah

- Apahabar.com Minggu, 23 Desember 2018 - 18:28 WIB

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho memastikan sebanyak 168 orang meninggal dunia, 745 orang luka-luka, 30 orang masih hilang, 556 unit rumah, 9 sembilan hotel, 60 warung, 350 perahu kapal dan puluhan kendaraan roda dua dan empat mengalami rusak.

“Dampak tsunami yang menerjang pantai Selat Sunda. Data kemungkinan terus bertambah mengingat belum semua daerah yang terdampak Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan terdata dan di data dengan baik, ” jelas Sutopo dalam akun twitter terverifikasi miliknya, Ahad (23/12/2018) pukul 15.00 Wita.

Pihaknya memastikan tidak ada peringatan dini tsunami susulan. Adanya sirine tsunami di Teluk Labuhan Kecamatan Labuhan Kabupaten Pandeglang yang tiba-tiba bunyi sendiri bukan dari aktivasi BMKG, maupun BPBD.

“Kemungkinan ada kerusakan teknis sehingga bunyi sendiri. Masyarakat mengungsi mendengar sirine,” kata dia.

Fenomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka, ujar Sutopo. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan.

Baca Juga: Ifan Seventeen Lepas Kepergian Gitaris Korban Tsunami

“Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian.”

Sebelumnya, BNPB memastikan tsunami menerjang pantai di Selat Sunda pada Ahad 22 Desember 2018, pukul 20.27 WIB.

apahabar.com

Foto-Antara

“Penyebab tsunami bukan gempa bumi. Namun kemungkinan adanya longsor bawah laut pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau. Bersamaan dengan adanya gelombang pasang akibat bulan purnama.”

Baca Juga: Kesaksian Turis Oystein Lund Kala Menjepret Anak Krakatau

Update terbaru, Sutopo memastikan jumlah korban terus bertambah. Dampak tsunami di Selat Sunda per 23 Desember 2018 pukul 13.00 WIB: 168 orang meninggal dunia, 745 orang luka-luka, 30 orang hilang, 556 rumah rusak dan kerusakan fisik lainnya.

“Penanganan terus dilakukan. Evakuasi korban masih berlangsung.”

Editor: Fariz Fadilah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Wow, Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 442,4 GW
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Bawa Power Bank, Siap-Siap Bongkar Koper
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Para Dubes Fokus Lakukan Diplomasi Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Buat Ekstasi Lagi, Napi Salemba Dipindah ke Nusakambangan
apahabar.com

Nasional

Jika Tak Ditangani, Lebih dari 60 Persen Populasi Dunia akan Terinfeksi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Terbaring di Rumah Sakit, Begini Kondisi Terkini Ustaz Yusuf Mansur
apahabar.com

Nasional

ULM Kebagian Tuan Rumah Kondolidasi Nasional BEM SI
apahabar.com

Nasional

Daendels, Jenderal Hindia Belanda Mendadak Trending di Twitter Gegara Omnibus Law
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com