Lampu Hijau Buka Masker, Pakar Covid-19 ULM: Hati-Hati Blunder Tabrakan Maut BPK Terulang Lagi, Apa Kabar Perda Damkar Banjarmasin? Perkuat Keandalan Listrik Kalseltengtim dengan Sistem Looping Jaringan Tersangka! Sopir BPK Penabrak 2 Pemotor di Banjarmasin Selatan Tuntut Pemerataan, Besok Buruh SIS ADMO Tabalong Juga Minta Pembagian Windfall

37 Tahun Tinggal di Aceh, Pendeta: Aceh Toleran

- Apahabar.com     Minggu, 9 Desember 2018 - 20:05 WITA

37 Tahun Tinggal di Aceh, Pendeta: Aceh Toleran

Sejumlah pengunjung yang datang dari berbagai daerah bernaung di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Foto - antara

apahabar.com, BANDA ACEH – Pendeta di Aceh, Idaman Sembiring menyatakan masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia tersebut sangat toleransi. Kenyataanya juga tidak pernah terjadi konflik beragama.

“Kami sudah 37 tahun menetap di Aceh. Selama itu pula tidak pernah ada konflik beragama. Aceh sangat toleran,” katanya.

Jadi, lanjut dia, sangat keliru kalau ada yang menyatakan, indeks kerukunan umat beragama di Aceh rendah. Serta menyebutkan Aceh berada urutan dua terbawah kerukunan umat beragamanya.

Mantan rektor Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh Aceh, Prof Yusni Saby menyatakan, permasalahan yang terjadi dalam kerukunan umat beragama harus segera diselesaikan.

“Setiap permasalahan menyangkut dengan kerukunan umat beragama yang dibiarkan berlarut-larut. Jika dibiarkan akan menjadi konflik yang besar serta sulit diselesaikan,” kata Yusni.

Sebelumnya, Forum Kerukunan Umum Beragama (FKUB) Aceh menyatakan indeks kerukunan beragama di provinsi itu berdasarkan hasil penelitian ternyata masih rendah.

“Berdasarkan penelitian pada 2017, Aceh berada di urutan dua paling bawah. Artinya, indeks kerukunan beragama di Aceh paling rendah dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia,” kata Ketua FKUB Aceh, H Nasir Zalba, di Banda Aceh, Sabtu (8/12).

Menurut dia, hasil penelitian yang menyebutkan indeks kerukunan beragama di Aceh paling rendah tidak sama dengan kenyataan. Padahal, Aceh merupakan provinsi paling toleransi terhadap kerukunan antar umat beragama.

Memang, kata dia, ada beberapa kejadian menyangkut konflik beragama. Seperti konflik pembangunan masjid di Kabupaten Bireuen dan konflik agama di Kabupaten Aceh Singkil.

“Namun, konflik tersebut tidak mempengaruhi secara umum kerukunan umat beragama di Aceh. Masyarakat Aceh sangat menjunjung tinggi toleransi sesama umat beragama,” kata Nasir.

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Habib

Nasional

Buntut Kasus Swab Test, Habib Rizieq dan Dirut RS UMMI Jadi Tersangka
apahabar.com

Nasional

Korban Tsunami Berdatangan di RSUD Bob Bazar
Prof Arif Satria

Nasional

Terpilihnya Prof Arif Satria Bawa Angin Segar Bagi ICMI
CPNS

Nasional

Dear CPNS, Jika Kelak Jadi PNS Ingat PP Nomor 94 Tahun 2021
apahabar.com

Nasional

Pasien Sembuh Semua, Aceh Nihil Covid-19
apahabar.com

Nasional

Pangdam Jaya Sebut 900 Spanduk Habib Rizieq Shihab Ditertibkan
Habib Rizieq

Nasional

Kuasa Hukum Enggan Beberkan Keberadaan Habib Rizieq
apahabar.com

Nasional

Kecelakaan Maut di Cipali, Pelajar dan Kepsek Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com