Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

37 Tahun Tinggal di Aceh, Pendeta: Aceh Toleran

- Apahabar.com Minggu, 9 Desember 2018 - 20:05 WIB

37 Tahun Tinggal di Aceh, Pendeta: Aceh Toleran

Sejumlah pengunjung yang datang dari berbagai daerah bernaung di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Foto - antara

apahabar.com, BANDA ACEH – Pendeta di Aceh, Idaman Sembiring menyatakan masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia tersebut sangat toleransi. Kenyataanya juga tidak pernah terjadi konflik beragama.

“Kami sudah 37 tahun menetap di Aceh. Selama itu pula tidak pernah ada konflik beragama. Aceh sangat toleran,” katanya.

Jadi, lanjut dia, sangat keliru kalau ada yang menyatakan, indeks kerukunan umat beragama di Aceh rendah. Serta menyebutkan Aceh berada urutan dua terbawah kerukunan umat beragamanya.

Mantan rektor Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh Aceh, Prof Yusni Saby menyatakan, permasalahan yang terjadi dalam kerukunan umat beragama harus segera diselesaikan.

“Setiap permasalahan menyangkut dengan kerukunan umat beragama yang dibiarkan berlarut-larut. Jika dibiarkan akan menjadi konflik yang besar serta sulit diselesaikan,” kata Yusni.

Sebelumnya, Forum Kerukunan Umum Beragama (FKUB) Aceh menyatakan indeks kerukunan beragama di provinsi itu berdasarkan hasil penelitian ternyata masih rendah.

“Berdasarkan penelitian pada 2017, Aceh berada di urutan dua paling bawah. Artinya, indeks kerukunan beragama di Aceh paling rendah dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia,” kata Ketua FKUB Aceh, H Nasir Zalba, di Banda Aceh, Sabtu (8/12).

Menurut dia, hasil penelitian yang menyebutkan indeks kerukunan beragama di Aceh paling rendah tidak sama dengan kenyataan. Padahal, Aceh merupakan provinsi paling toleransi terhadap kerukunan antar umat beragama.

Memang, kata dia, ada beberapa kejadian menyangkut konflik beragama. Seperti konflik pembangunan masjid di Kabupaten Bireuen dan konflik agama di Kabupaten Aceh Singkil.

“Namun, konflik tersebut tidak mempengaruhi secara umum kerukunan umat beragama di Aceh. Masyarakat Aceh sangat menjunjung tinggi toleransi sesama umat beragama,” kata Nasir.

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hotline Informasi Covid-19 via WhatsApp, Ini Nomor Resminya
apahabar.com

Nasional

Jelang HPN, PWI Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro
apahabar.com

Nasional

Presiden dan Wapres Berbagi Tugas, Ma’ruf Amin Urus SDM Hingga Ekonomi  
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Wamena Siap Kembali Jika Aman
apahabar.com

Nasional

BPN Diminta Paparkan Bukti, Pengamat: Salah Hitung, atau Sengaja Dicurangi
apahabar.com

Nasional

Terjebak Badai, Tujuh Nelayan di Laut Sulawesi Dievakuasi Basarnas
apahabar.com

Nasional

Kronologi Penangkapan Hiendra Soenjoto, Buron Penyuap Eks Sekretaris MA Nurhadi
apahabar.com

Nasional

Usai Pemakaman Soleimani, Iran Langsung Gempur Pangkalan Udara AS di Irak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com