Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max

Abbas Dan Paus Bahas Masalah Timur Tengah

- Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 13:17 WIB

Abbas Dan Paus Bahas Masalah Timur Tengah

SERIUS – Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan Paus Fransiskus berbicang serius membahas soal Timur Tengah. Foto: voaindonesia.com

apahabar.com, MADRID – Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Paus Fransiskus, membahas masalah Timur Tengah dalam satu pertemuan di Vatikan, demikian laporan media Italia.

Dalam pertemuan di Istana Apostolik tersebut, Abbas mengatakan kepada Paus, “Kami berdoa bagi perdamaian pada musim Natal tahun ini dan kami percaya pada anda.” Paus juga menyampaikan harapannya kepada presiden Palestina itu bagi perdamaian di Timur Tengah.

Selama pertemuan tersebut, Abbas menyerahkan kepada Fransiskus hadiah yang memperlihatkan Jerusalem kuno, dan paus memberi medalion yang menggambarkan Basilica of San Pietro pada 1600-an, kata kantor berita Italia.

Sementara itu, Abbas menegaskan dalam satu wawancara dengan harian Italia La Stampa bahwa upaya AS takkan mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

“AS tak bisa menjadi satu-satunya penengah di Timur Tengah. Satu negara yang terus-menerus menjatuhkan sanksi hukuman atas rakyat Palestina tak bisa menjadi penengah. Pemimpin AS adalah penghalang di Timur Tengah,” kata Abbas.

“Kami tak ingin terus bekerjasama dengan pemerintah AS saat ini,” kata Abbas, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

“Kami takkan setuju dengan keadaan yang melanggar hukum internasional.” Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menyulut kemarahan internasional dengan mengumumkan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar Washington di Israel ke Jerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.

Sejak tindakan tersebut pada Mei tahun ini, pemimpin Palestina di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, telah menolak setiap perang penengahan oleh AS dalam proses perdamaian Timur tengah, yang hampir mati.

Hukum internasional tetap memandang Jerusalem Timur, bersama dengan seluruh Tepi Barat Sungai Jordan, sebagai wilayah yang diduduki dan menganggap semua permukiman Yahudi di sana tidak sah.

Baca Juga : PP 49/2018 Memungkinkan Angkat Honorer Melampaui Batas Usia

Sumber : Antara
Editor : Syarif

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Ribuan Warga Serbia Turun ke Jalan, Protes Serangan Terhadap Politisi Oposisi
apahabar.com

Global

Penumpang Ini Lahirkan Bayinya dalam Penerbangan ke Istanbul
apahabar.com

Global

Yenny Wahid Unjuk Gagasan Perdamaian di Dubai
apahabar.com

Global

Penuh Batu Permata, Bumi Super Baru Ditemukan Ilmuwan Eropa
apahabar.com

Global

Marc Marquez Motivasi Korban Tsunami Banten
apahabar.com

Global

Teler Gegara Terpengaruh Teman, TKI Diusir dari Malaysia
apahabar.com

Global

Aksi Bejat 9 Oknum TNI AD, Bakar 2 Warga Papua untuk Hilangkan Jejak
apahabar.com

Global

Tsunami Selat Sunda, Australia: Pukulan Berat Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com