Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Abbas Dan Paus Bahas Masalah Timur Tengah

- Apahabar.com     Selasa, 4 Desember 2018 - 13:17 WITA

Abbas Dan Paus Bahas Masalah Timur Tengah

SERIUS – Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan Paus Fransiskus berbicang serius membahas soal Timur Tengah. Foto: voaindonesia.com

apahabar.com, MADRID – Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Paus Fransiskus, membahas masalah Timur Tengah dalam satu pertemuan di Vatikan, demikian laporan media Italia.

Dalam pertemuan di Istana Apostolik tersebut, Abbas mengatakan kepada Paus, “Kami berdoa bagi perdamaian pada musim Natal tahun ini dan kami percaya pada anda.” Paus juga menyampaikan harapannya kepada presiden Palestina itu bagi perdamaian di Timur Tengah.

Selama pertemuan tersebut, Abbas menyerahkan kepada Fransiskus hadiah yang memperlihatkan Jerusalem kuno, dan paus memberi medalion yang menggambarkan Basilica of San Pietro pada 1600-an, kata kantor berita Italia.

Sementara itu, Abbas menegaskan dalam satu wawancara dengan harian Italia La Stampa bahwa upaya AS takkan mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

“AS tak bisa menjadi satu-satunya penengah di Timur Tengah. Satu negara yang terus-menerus menjatuhkan sanksi hukuman atas rakyat Palestina tak bisa menjadi penengah. Pemimpin AS adalah penghalang di Timur Tengah,” kata Abbas.

“Kami tak ingin terus bekerjasama dengan pemerintah AS saat ini,” kata Abbas, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

“Kami takkan setuju dengan keadaan yang melanggar hukum internasional.” Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menyulut kemarahan internasional dengan mengumumkan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar Washington di Israel ke Jerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.

Sejak tindakan tersebut pada Mei tahun ini, pemimpin Palestina di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, telah menolak setiap perang penengahan oleh AS dalam proses perdamaian Timur tengah, yang hampir mati.

Hukum internasional tetap memandang Jerusalem Timur, bersama dengan seluruh Tepi Barat Sungai Jordan, sebagai wilayah yang diduduki dan menganggap semua permukiman Yahudi di sana tidak sah.

Baca Juga : PP 49/2018 Memungkinkan Angkat Honorer Melampaui Batas Usia

Sumber : Antara
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Soal Kekerasan di Papua Tak Berimbang

Global

KSP Sebut Laporan PBB Soal Kekerasan di Papua Tak Berimbang
apahabar.com

Global

113 Wartawan Tewas Pada 2018
Ivermectin

Global

Ivermectin Ternyata Juga Heboh di Malaysia

Global

Di Tengah Terjangan Covid-19, Beredar Vaksin Palsu di India
WhatsApp

Global

Cetak Rekor! 1,4 Miliar Panggilan WhatsApp Selama Malam Tahun Baru 2021
WHO Eropa

Global

WHO Eropa Khawatir Vaksin Covid-19 Tak Mampu Tangani Corona Baru
apahabar.com

Global

Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan
Gelombang Panas

Global

Alasan Gelombang Panas Tak Ancam Indonesia Seperti di Eropa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com