Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok! Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah

Acil Pasar Terapung Ikut Urai Sampah Sungai Bawah Jembatan

and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 19:30 WIB
and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 19:30 WIB

Acil Pasar Terapung Ikut Urai Sampah Sungai Bawah Jembatan

BERSIHKAN SAMPAH SUNGAI – Seorang acil pedagang Pasar Terapung rela meluangkan waktu untuk ikut membersihkan sampah di sungai. Foto-apahabar.com/Eddy Andriyanto

apahabar.com, BANJARMASIN – SAMPAH Sungai Martapura tak hanya membuat gerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Komunitas Kelotok Wisata pun merasa terganggu. Untuk itu lah mereka melakukan gerakan nyata membersihkan sampah di Sungai Martapura yang terus menumpuk.

Kegiatan sosial itu pun memacu semangat para acil pedagang di Pasar Terapung untuk berpartisipasi.

Pantauan apahabar.com, sejak pukul 17.30 wita Komunitas Kelotok Wisata dan acil Pasar Terapung didampingi Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin bahu membahu membersihkan ilung dan tumpukan sampah yang menumpuk di Sungai Martapura, tepatnya di bawah Jembatan Antasari, Senin (10/12). Sedikit demi sedikit tumpukan sampah pun mulai terurai.

Baca Juga : Penanganan Ilung Belum Maksimal

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarmasin, Mokhamad Khuzaimi mengemukakan, sungai merupakan salah satu jalur transportasi utama di Kota Banjarmasin yang hingga kini masih digunakan sebagian masyarakat.

“Jika ini dibiarkan, kasihan para acil-acil yang menggunakan perahu kecil tidak bisa pulang ke Lok Baintan usai menggelar dagangan di Pasar Terapung. Belum lagi masalah pariwisata susur sungai yang pastinya bakalan tersendat jika sampah terus menumpuk,” beber Khuzaimi.

Menurutnya, mengurai sampah yang menumpuk ini dengan menggunakan kapal sapu-sapu dirasa kurang efektif. Disamping jumlah sampah yang melebihi 500 ton, kapal dari dinas PUPR tersebut juga kurang maksimal.

“Jika tidak seperti ini mas, sampai kapan pun sampah ini akan tetap berada disini. Hanya ini cara satu-satu agar bisa mengurai sampah ini,” ujar Mokhamad Khuzaimi.

Berkas aksi itu, sampah yang menumpuk di sungai mulai terurai. Satu kelotok yang dikerahkan Dinas Pariwisata tampaknya sangat efektif dalam mengurai ratusan ton sampah tersebut.

Baca Juga : Tumpukan Sampah di Sungai Martapura, Pengemudi Perahu Siap Turun Tangan

Penulis : Eddy Andriyanto
Editor : Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pembongkaran Bangunan Proyek Jembatan Sungai Lulut Ditargetkan Rampung Juli
apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Musik Nasional, Duta Mall Banjarmasin Gelar Duta Festival Band Competition
apahabar.com

Kalsel

DBD di Tapin Meningkat, Tahun 2018 Sudah 50 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Pengamat: Pencoretan Ulin Mengesampingkan Aspek Ekologi dan Silvikultur
apahabar.com

Kalsel

Berkas Lengkap, Eks Pemred Banjarhits Pindah Tahanan
apahabar.com

Kalsel

Lepas Merpati, Tanda Festival Budaya dan Pariwisata Kalsel Dimulai
apahabar.com

Kalsel

Awal Tahun 2020, Kalsel Terendam Banjir
apahabar.com

Kalsel

Duh, Banjir Masih Rendam Desa Sebamban Baru-Lama di Tanbu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com