Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Agenda Pemberantasan Korupsi Jalan di Tempat

and - Apahabar.com     Senin, 10 Desember 2018 - 13:22 WITA
and - Apahabar.com     Senin, 10 Desember 2018 - 13:22 WITA

Agenda Pemberantasan Korupsi Jalan di Tempat

Ilustrasi korupsi dana desa. Foto-serujambi.com

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai upaya pemerintah mendorong pemberantasan korupsi Indonesia jalan di tempat. Bahkan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah mendukung pemberantasan korupsi bisa dikatakan masih artifisial.

Tak substantif. Demikian salah satu poin yang disampaikan Fadli yang juga sebagai Presiden Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC), dalam peringatan hari anti korupsi se-dunia 9 Desember 2018.

“Secara umum saya mencatat agenda pemberantasan di Indonesia berjalan di tempat. Berdasarkan data indeks persepsi korupsi Transparansi Internasional, misalnya, di 2017 Indonesia berada di peringkat ke-96 dengan skor 37,” kata Fadli Zon.

“Skor tersebut sama dengan skor di 2016. Ironisnya, selain tak ada peningkatan skor, justru secara peringkat Indonesia turun dari 90 di 2016 menjadi 96 di 2017. Dari sini saja kita bisa melihat kinerja pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi jalan ditempat, bahkan tertinggal,” tambah Fadli Zon.

Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan, data di atas sekaligus mematahkan euphoria terhadap peningkatan jumlah OTT (operasi tangkap tangan). Sejak awal 2018 hingga saat ini tercatat sudah ada 37 jumlah OTT.

Menurutnya, jumlah ini lebih banyak dibanding tahun 2016 yang hanya 19 OTT. Tapi faktanya indeks persepsi korupsi kita justru stagnan. Ini menandakan pemberantasan korupsi tak cukup melalui penindakan, tapi juga dibutuhkan komitmen pencegahan korupsi dalam berbagai aspek.

“Minimnya upaya pembenahan pemberantasan korupsi, diperburuk dengan lemahnya komitmen pemerintah terhadap pencegahan korupsi di tubuhnya sendiri. Ini tercermin dari terlibatnya sejumlah kementerian dan lembaga yang justru tersandung kasus korupsi besar,” tuturnya.

“Seperti kasus korupsi di Direktorat Pajak, Kejaksaan, dan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Desa. Berdasarkan data BKN 2018, terdapat 2.357 pegawai negeri sipil (PNS) yang terlibat tindak korupsi,” ungkapnya.

Fadli mengatakan, dari jumlah tersebut, 98 PNS tercatat berada di instansi pusat. Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama menjadi dua instansi dengan jumlah PNS yang terlibat korupsi tertinggi.

Tak hanya itu, kata Fadli, korupsi juga terjadi pada proyek-proyek infrastruktur yang sedang dijalankan pemerintah. Berdasarkan catatan ICW, pada tahun 2017 terdapat 241 kasus korupsi dan suap yang terkait pengadaan sektor infrastruktur. Menurut dia, hal ini menjadikan sektor infrastruktur menempati posisi teratas kasus korupsi. Akibatnya, negara merugi Rp1,5 triliun dengan nilai suap mencapai Rp34 miliar.

Baca Juga : Pelabuhan Sorong Jadi Pelabuhan Internasional

Sumber : Sindonews
Editor : Syarif

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Lewat Inovasi, Pertamina EP Optimis Target Lifting Migas Tercapai
apahabar.com

Nasional

Ini Kriteria Ibu Kota Baru, Bagaimana dengan Kalsel?
apahabar.com

Nasional

Dirikan 8 Dapur Umum di Lokasi Terdampak Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Nasional

Garuda Indonesia dan Lion Air Tak Lagi Operasikan Boeing 737 – 8 Max
apahabar.com

Nasional

Menkes Cabut Hak Istimewa, BPOM: “No Comment”
apahabar.com

Nasional

Ada yang Sebar Hoax Gelombang Besar Hantam Sabang Aceh
apahabar.com

Nasional

Amankan Demo, 2 Kompi Brimob Polda Maluku Dikirim ke Jakarta

Nasional

Viral Video Pengunjuk Rasa Tendang Balik Tabung Gas Air Mata ke Arah Polisi : Best Moments is Real! Most Epic Volley
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com