Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Akademisi: Media Massa Harus jaga Pilar Demokrasi

- Apahabar.com Selasa, 11 Desember 2018 - 10:30 WIB

Akademisi: Media Massa Harus jaga Pilar Demokrasi

Ilustrasi Media Massa. Foto-beritasatu.com

apahabar.com, SEMARANG – Media massa pada masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 harus bersikap netral dalam pemberitaan supaya nilai-nilai pilar demokrasi tetap terjaga, kata dosen komunikasi politik Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang Suryanto.

Suryanto, S.Sos M.Si, di Semarang, Selasa (11/12) pagi, mengatakan bahwa media massa harus menampilkan realitas objektif, bukan realitas semu yang bertentangan dengan perilaku manusia.

Menurut dia, realitas semu merupakan ketidakmurnian doktrin ideologi, kebodohan intelektual, ketidakadilan, tirani, pengkhianatan, kebohongan, dan bahkan dipakai untuk agitasi makar terhadap pemerintah yang berdaulat.

Jika melakukan hal itu secara kontinu, menurut dia, media massa telah melakukan pendidikan politik dan komunikasi politik yang salah arah, bahkan bisa dikatakan kegagalan media massa sebagai pilar demokrasi.

Baca Juga : Tak Percaya Survei, PPP Ingin Ulang Sukses Pemilu 2014

“Padahal, media massa sangat besar perannya dalam mendidik rakyat dan membangun demokrasi,” ujarnya.

Ia juga meminta media massa tidak berpihak pada pemilik media, pemilik modal, dan “framing” (bingkai) ideologi tertentu, tetapi menghargai dan menghormati kebinekaan tunggal ika berbangsa dan bernegara.

Ketika menyinggung soal demokrasi, Suryanto mengatakan bahwa ruang lingkup demokrasi memberikan kepada manusia kebebasan berpendapat, menilai, dan menentukan pilihan disertai tanggung jawab dan risiko politik, baik secara struktural politik maupun kultural.

Tanggung jawab risiko kultural politik, kata dia, pemilih akan mendapatkan manusia dipilih yang akan mengeluarkan program kebijakan sesuai dengan kapasitas dan kualitas pemilih dan yang dipilihnya.

Ia lantas menjelaskan apa yang dimaksud dengan tanggung jawab politik, yakni manusia akan berada di lingkaran pejabat akan memproduksi (mengeluarkan) keputusan kebijakan yang kualitas dan tidaknya sesuai dengan kebutuhan rakyat keseluruhan.

Baca Juga : Peran Media Penting Sukseskan Pemilu 2019

Sumber : Antara

Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

KPU Tapin Ajak Jadi Relawan Demokrasi
apahabar.com

Politik

Gema MA: Debat Capres Semoga Turunkan Angka Golput
apahabar.com

Politik

Gusti Sulaiman Razak Lakukan Komunikasi Politik Dengan PDIP Kalsel
apahabar.com

Politik

KPU Jamin Kualitas dan Keamanan Kotak Suara ‘Kardus’
apahabar.com

Politik

Rindu Bertemu Mardani, 2 Pedagang Ini Rela Cari-cari Lokasi Kampanye SHM-MAR
apahabar.com

Politik

Buka Lapangan Kerja, Pasangan Nomor Urut 1 SHM-MAR Tingkatkan Program UMKM
apahabar.com

Politik

Lebih Realistis, Cawabup Tanbu M Apliya Rakhman Enggan Kebanyakan Janji

Politik

Dagangannya Diborong Cuncung, Kadariah Terharu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com