Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19

Akhir Tahun, Telur dan Daging Alami Penaikan, Ini Penjelasan Dinas Perdagangan

- Apahabar.com Jumat, 28 Desember 2018 - 12:41 WIB

Akhir Tahun, Telur dan Daging Alami Penaikan, Ini Penjelasan Dinas Perdagangan

Ilustrasi telur dan ayam. Foto-medialokal.co

apahabar.com, BANJARMASIN – Menjelang akhir tahun 2018, Dinas Perdagangan Kalsel menyatakan harga telur serta daging ayam mengalami kenaikan dari harga normal. Sebab, ada beberapa faktor yang dinilai tidak efektif untuk menekan harga komoditas tersebut.

Salah satunya makanan pangan berupa jagung. Ketersediaan konsumsi utama pangan ternak itu menjadi penyebab penentu dalam melonjaknya harga telur dan daging ayam di Kalsel.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani mengakui pada dasarnya harga telur dan daging ayam selalu stabil dalam beberapa bulan belakangan. Namun, penjualan meningkat saat mendekati pergantian tahun 2018.

Pasalnya, memasuki akhir bulan Desember stock jagung yang dimiliki peternak mulai mengalami penipisan. Sehingga fenomena tersebut menurunkan daya beli telur ternak pangan.

“Stok jagung yang dimiliki peternak ayam berkurang, jadi mereka kesulitan untuk memberikan makan hewan ternaknya untuk menghasilkan kualitas terbaik,” jelasnya.

Demi menjaga kestabilan harga komoditas tersebut, dikatakannya, bahwa peternak Kalsel telah mendapatkan bantuan penyaluran jagung dari Bulog dan industri pakan untuk ternak.

Baca Juga: Harga Bawang dan Ayam Naik, Gubernur Kaltim: Faktor Psikologis

Hal tersebut sesuai yang diperintahkan Kementerian Pertanian RI untuk memotong jalur distribusi yang selama ini mengakibatkan kelangkaan pakan ternak.

“Ini bukti pemerintah bahwa ketersediaan pakan jagung cukup untuk memenuhi kebutuhan para peternak lokal,” katanya.

Dilain faktor itu, katanya banyak orang pula memilih mengadakan kegiatan menggunakan daging atau telur ayam. Sehingga fenomena tersebut menurunkan daya beli telur ternak pangan.

“Kan biasanya banyak mengadakan pesta akhir tahun dan perayaan natal, maka itu membuat harga telur dan daging meningkat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Kalsel, Awaluddin Iqbal mengatakan sesuai perintah pusat peternak lokal akan mendapatkan bantuan jagung untuk memotong kelangkaan komoditas tersebut.

Tapi untuk stok yang diberikan di Kalsel, ia tidak menerangkan jumlah keseluruhannya yang disalurkan Kementerian Pertanian. “Cukup untuk peternak lokal saja,” pungkasnya.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Kemakmuran Kotabaru Stabil

Reporter : Bahaudin Qusairi
Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pelajar Sekolah Dasar di Tanbu Meninggal, Diduga karena DBD
apahabar.com

Kalsel

Kotabaru Berpotensi Tempat Migrasi Penyakit Malaria

Kalsel

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolda Kalsel Tebar Ribuan Bibit Ikan
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 10 September 2020: Tambah 77 Positif Terbanyak dari Tapin, Sembuh 119 Pasien
apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarmasin 2020, Ananda-Mushaffa Susul Paslon Lain Serahkan Akun ke KPU
apahabar.com

Kalsel

Limbuhang Haliau, Wisata Gua di Bawah Tanah yang Kini Memesona
apahabar.com

Kalsel

Akun Facebook Diretas, Rektor ULM Mengadu ke Mabes Polri

Kalsel

VIDEO: Jenazah Nenek Tenggelam di Sungai Amandit Ditemukan, 3 Kilometer dari Tempat Kejadian
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com