Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Alami Gizi Buruk, Balita di Jepara Ini Butuh Bantuan

- Apahabar.com Minggu, 30 Desember 2018 - 18:15 WIB

Alami Gizi Buruk, Balita di Jepara Ini Butuh Bantuan

Muhammad Bagas Setiawan, bayi berusia 11 bulan mengalami gizi buruk. Pertumbuhannya tidak normal selayaknya anak-anak seusianya. Foto - Detikcom

apahabar.com, JEPARA – Muhammad Bagas Setiawan, bayi berusia 11 bulan mengalami gizi buruk. Pertumbuhannya tidak normal selayaknya anak-anak seusianya.

Saat detikcom berkunjung ke rumahnya, Desa Teluk Wetan RT 5 RW 1 Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, dia menangis dipangkuan ayahnya, Bambang Supriyanto (32). Di hidungnya terlihat selang untuk membantu memberikan asupan makanan dan minuman.

Di usia 11 bulan, Bagas masih belum kuat menahan kepala. Badannya kurus dan kepala yang tampam lebih besar dari tubuhnya. Berat badannya juga hanya sekitatlr 4,7 kilogram. Bagas merupakan anak pertama Bambang dari buah pernikahannya dengan Nurul Istiqomah (30).

Baca Juga: GEMPA TEKTONIK M=4,9 GUNCANG SUMBA BARAT DAYA

“Bagas lahir normal dengan berat badan 3,2 kilogram. Namun, sejak usia 4 bulan ada gejala berat badannya terus menurun dan susah makan,” ujar Bambang, Minggu (30/12/2018)

Melihat itu, Bambang membawanya ke dukun pijat khusus anak dengan harapan anaknya kembali tumbuh normal.

“Karena saya tidak tahu kalau itu gizi buruk, saya bawa ke dukun pijat khusus anak. Lama tidak sembuh, akhirnya saya bawa ke dokter dan baru tahu kalau gizi buruk,” paparnya.

Tiap hari, Bagas kerap menangis dan gelisah. Disamping itu, buang air besar tidak normal atau mencret.”Sering kalau nangis, mencret dan kalau tidur gelisah. Tapi badannya tidak panas,” tutur Bambang.

Sementara Nurul Istiqomah menambahkan, saat ini anaknya sudah mendapat perhatian dari sejumlah pihak yakni pemerintah desa dan Forkompinda kecamatan.

Baca Juga: Nikita Mirzani Lepas Hijab, Sahabat Beri Dukungan

“Sudah bisa rutin periksa ke RSUD Kartini gratis tapi untuk susu kami yang bayar, tetap beli,” katanya.

Untuk memberikan asupan susu, Bagas harus dibantu memakai selang lewat hidung.
“Katanya itu lebih cepat diserap dari pada lewat mulut. Kami berharap segera sembuh, wong sejak bayi minumnya ASI meskioun ditambah susu lain,” tandasnya.

Baca Juga: Wisatawan Waspadai Gelombang Tinggi di Yogyakarta

Sumber: Detikcom
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kabar Duka, Satu Lagi Jemaah Haji Kalsel Wafat
apahabar.com

Nasional

KPU Catat Puluhan Calon Peserta Pilkada Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Akomodir Usulan Indonesia, Arab Saudi Bangun Toilet Bertingkat di Mina
apahabar.com

Nasional

Puluhan Anggota Pramuka Keracunan Makanan
apahabar.com

Nasional

Pasca Kerusuhan, Situasi Pontianak Kembali Normal
apahabar.com

Nasional

Dwi Soetjipto Dilantik Jadi Kepala SKK Migas, Tiga PR Menunggu
apahabar.com

Nasional

Negatif Narkoba, Sopir Truck Kecelakaan Maut Cipularang Masih Shock
apahabar.com

Nasional

Amplop Laris Manis di Banjarmasin, Waspada Serangan Fajar..!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com