Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas

Angin Segar untuk Guru Honorer, Seleksi Honorer Jadi Setara PNS Digelar 2019

- Apahabar.com Kamis, 13 Desember 2018 - 12:42 WIB

Angin Segar untuk Guru Honorer, Seleksi Honorer Jadi Setara PNS Digelar 2019

Ilustrasi unjuk rasa Guru Honorer THK-2. Foto-detik

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah akan memberikan jalan keluar kepada nasib guru honorer THK-2 (Tenaga Honorer Kategori 2) yang tak lolos CPNS. Rencananya dengan memberikan kesempatan mereka untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau setara PNS di tahun 2019 mendatang.

Komisi X DPR RI mendesak pemerintah untuk benar-benar menyelesaikan polemik guru honorer yang saat ini ada ratusan ribu orang, secepatnya mengadakan seleksi PPPK.

“2019 Insya Allah dilakukan. Kami masih menunggu pertimbangan. Karena ada 2 pertimbangan teknis dari sisi Kementerian Keuangan dan jumlahnya. Mudah-mudahan cepat,” kata Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsa Atmaja saat raker dengan Komisi X di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/12).

Namun Ketua Komisi X Djoko Udjianto meminta Setiawan untuk menetapkan tenggat waktunya. Akhirnya disepakati seleksi PPPK dilakukan paling lambat Maret 2019.

“Ya bisa (paling lambat Maret). Kemenkeu sedang mengurus. Kan kuota tidak bisa ditentukan kalau Kemenkeu nggak ada uangnya. Mudah-mudahan yang terbaik,” jawab Setiawan.

Lalu seperti apa perubahan guru honorer yang menjadi PPPK?

Setiawan menjelaskan proses seleksi PPPK juga dilakukan satu kali. Selanjutnya guru yang berstatus PPPK hanya akan diawasi melalui penilaian kinerja setiap tahunnya seperti PNS.

“Seperti PNS bahwa PNS setiap tahun dievaluasi kinerjanya. Katakanlah (kontrak) 1 kali untuk 10 tahun, atau bisa lebih tergantung jenis jabatannya. Tapi yang jelas tidak seleksi setiap tahun,” tambahnya.

Dia menegaskan, guru PPPK juga sama dengan PNS. Jika kinerjanya buruk tetap bisa diberhentikan. Oleh karena itu diharapkan guru PPPK bisa bekerja dengan baik.

Dari sisi kesejahteraan, guru PPPK juga akan mendapatkan hak seperti jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kesehatan dan perlindungan. Untuk gaji akan disamakan dengan PNS atau sesuai UMR, namun tidak mendapatkan uang pensiun.

Sumber: Detik

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jaksa Ungkap di Balik Berdirinya Sunda Empire
apahabar.com

Nasional

Garuda Indonesia dan Lion Air Tak Lagi Operasikan Boeing 737 – 8 Max
apahabar.com

Nasional

Politikus PDIP Polisikan Novel Baswedan Soal Penyiraman Air Keras
Ibu Kota Negara

Nasional

Ibu Kota Negara Pindah, Kukar Bertekad Sulap Lubang Bekas Tambang
apahabar.com

Nasional

Kementerian ESDM Buka 187 Formasi CPNS, Ketahui Persyaratannya
apahabar.com

Nasional

Lanjutkan Olah TKP Kebakaran Gedung Kejagung, Polisi Periksa 19 Saksi
apahabar.com

Nasional

Kabar Baik! Uji Klinis Selesai, Indonesia Segera Miliki Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Diduga Ada Penumpang Positif Covid-19, KM Kelud Akan Dikarantina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com