Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Australia Desak Thailand Bebaskan Pesepakbola Pengungsi Bahrain

and - Apahabar.com     Minggu, 9 Desember 2018 - 22:15 WITA
and - Apahabar.com     Minggu, 9 Desember 2018 - 22:15 WITA

Australia Desak Thailand Bebaskan Pesepakbola Pengungsi Bahrain

Hakeem Alaraibi. Foto –net

apahabar.com, MELBOURNE – Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mendesak pemerintah Thailand membebaskan pesepakbola dengan kedudukan pengungsi di Australia dan ditahan di Bangkok sejak akhir November.

Hakeem AlAraibi, mantan anggota sepak bola negara Bahrain, yang lantang terhadap pemerintah negara itu, ditangkap di Thailand pada 27 November berdasarkan atas pemberitahuan Interpol, yang dikeluarkan atas permintaan Bahrain.

AlAraibi dihukum karena merusak kantor polisi di Bahrain dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dalam ketakhadiran. Ia membantah melakukan kesalahan.

“Australia prihatin atas penahanan Hakeem Ali AlAraibi dan menyerukan pengembaliannya ke Australia,” kata pernyataan Payne, yang disiarkan di laman kementerian itu, Minggu (9/12).

Baca Juga : Bungkam Borneo, Nil Maizar Puji Semangat Pemain PS Tira

Menurutnya mengembalikan AlAraibi ke Bahrain, tempat ia melarikan diri akan melanggar haknya di bawah hukum hak asasi manusia antarbangsa.

Di sidang pengadilan pada Jumat (7/12) lalu, kepada AlAraibi ditunjukkan surat perintah penangkapan resmi, yang dapat membuka jalan untuk penyerahannya ke Bahrain.

Kedutaan Bahrain di Thailand di Twitter pada awal Desember menyatakan AlAraibi “Dicari untuk masalah keamanan”.

AlAraibi kepada Human Rights Watch pada Jumat (7/12) mengatakan bahwa jika dikirim kembali ke Bahrain, hidupnya “dalam bahaya”.

Ia sebelumnya menyatakan disiksa di Bahrain dan melarikan diri pada 2014 ke Australia, yang memberinya suaka politik pada 2017.

Human Rights Watch menyebut AlAraibi jadi penentang lantang presiden Federasi Sepakbola Asia, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, sepupu raja. Ia disiksa petugas Bahrain karena kegiatan politik saudara laki-lakinya selama pemberontakan Kebangkitan Arab pada 2011, FIFA, badan sepakbola dunia, juga meminta pejabat Thailand mengizinkan AlAraibi kembali ke Australia pada “secepat mungkin”.

Payne menyatakan mengangkat masalah AlAraibi dengan timpalan Thailand-nya.

“Australia sudah melakukan, dan akan terus melakukan, upaya diplomatik tingkat tinggi, yang mengusahakan AlAraibi kembali,” kata pernyataan Payne.

Baca Juga : Dua gol ke Gawang Borneo, Aleksandar Rakic Topskorer Liga 1

Sumber : Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sport

Punya Maverick Vinales, Aprilia Masih Minder Hadapi MotoGP 2022

Sport

Jelang Latihan Bebas MotoGP Qatar, Petualangan Baru Valentino Rossi
Fair Play Award

Sport

Bangga, Timnas Indonesia Raih Fair Play Award di Piala AFF 2020
apahabar.com

Sport

Singkirkan PSG, Begini Resep Sukses Solskjaer

Sport

Simak Momen Khabib Kalah Bertarung dan Menangis

Sport

Dikredit dari Manchester City, Barcelona Resmi Kontrak Ferran Torres

Sport

Jadwal El Clasico Malam Ini, Link Live Streaming Barcelona vs Real Madrid, Prediksi dan Susunan Pemain

Sport

Raih 7 Emas, Barometer Gulat Nasional Beralih ke Jawa Timur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com