Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Australia Seharusnya Tak Akui Yerusalem Barat

- Apahabar.com Sabtu, 15 Desember 2018 - 23:26 WIB

Australia Seharusnya Tak Akui Yerusalem Barat

Yerusalem adalah Yerusalem terlepas ada pembagian di dalamnya antara Barat dan Timur. Foto-istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Australia tidak seharusnya mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel yang sebelumnya adalah Tel Aviv.

“Pesan yang harus disampaikan oleh Indonesia kepada Australia adalah tidak seharusnya Australia menyetujui tindakan Israel untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota negaranya yang sebelumnya adalah Tel Aviv,” ujar Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana di Jakarta, Sabtu (15/12) siang.

Dilansir ANTARA, PM Australia Scott Morrison menyatakan bahwa Australia akan mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel, namun tidak akan segera memindahkan Kedubesnya dalam waktu dekat.

“Pernyataan ini hendak mengesankan seolah ada pergeseran dari kebijakan sebelumnya yang hendak memindahkan kedutaan besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem,” kata Hikmahanto.

Apa yang dilakukan oleh Morisson, lanjut dia, kemungkinan besar mengamankan posisi Morisson di mata konstituennya, namun pada saat bersamaan di mata Indonesia.

Perlu diketahui Indonesia tidak menyetujui rencana Australia memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, ujar dia.

“Ketidak-setujuan Indonesia diwujudkan dengan memanfaatkan daya tekan untuk tidak menandatangani Perjanjian Perdagangan yang seharusnya dilakukan bulan Desember ini,” ungkap Hikmahanto.

Ia menjelaskan pernyataan Morisson untuk membedakan Yerusalem Barat dan Timur karena Yerusalem Timur adalah wilayah di mana kota suci tiga agama berada. Sementara Yerusalem Barat adalah wilayah yang dijadikan Ibu Kota oleh Israel.

Dengan demikian Morisson seolah ingin menyampaikan pesan bahwa Australia tetap menghormati resolusi PBB dan sikap Indonesia yang menyatakan kota suci tiga agama tetap merupakan wilayah yang berada dibawah PBB.

“Taktik politik Morisson tentunya harus disikapi oleh Indonesia dengan tidak mengubah kebijakan untuk tidak menandatangani Perjanjian Perdagangan,” ucapnya.

Indonesia harus tetap pada pendirian bahwa Yerusalem adalah Yerusalem terlepas ada pembagian di dalamnya antara Barat dan Timur, tegas Hikmahanto.

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Perenang Jepang Pecahkan Rekor Dunia di China 
apahabar.com

Global

Trump Tinjau Kebakaran California: Manajemen Hutan yang Buruk
apahabar.com

Global

Sengketa Dua Negara di Balik Penangkapan Petinggi Huawei
apahabar.com

Global

Indonesia dan Australia Perpanjang Kerjasama Penanggulangan Terorisme
apahabar.com

Global

Usia Terpaut 24 Tahun, Raja Malaysia Nikahi Miss Moscow
apahabar.com

Global

Mobil Tabrak Kerumunan Pesta Tahun Baru di Harajuku Jepang, 8 Orang Terluka
apahabar.com

Global

MUI Kecam Keras Penindasan Muslim Uighur di Tiongkok
apahabar.com

Global

Langgar Sanksi AS terhadap Iran, Bos Huawei Ditangkap di Kanada
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com