Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Babak Baru, Massa Gelombang Kedua Penyerang Polsek Ciracas

- Apahabar.com Sabtu, 15 Desember 2018 - 08:00 WIB

Babak Baru, Massa Gelombang Kedua Penyerang Polsek Ciracas

Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam rilis kasus pengeroyokan anggota TNI di Ciracas. Foto: Detik

apahabar.com, JAKARTA – Pelaku penyerangan Polsek Ciracas Jakarta Timur belum diketahui. Fakta baru terungkap, ada dua gelombang massa yang mendatangi Polsek Ciracas Selasa (11/12) malam.

Gelombang massa pertama disebut datang sekitar pukul 21.00 WIB. Polisi sebelumnya menyebut kedatangan massa diduga ada kaitannya dengan pengeroyokan anggota TNI di Ciracas pada Senin (10/12).

“Kemudian ada Dandim, Danrem, memerintahkan massa untuk bubar, dia bubar,” ujar Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (14/12/2018).

Mendengar perintah itu, massa membubarkan diri. Namun, selang dua jam kemudian, datang gerombolan massa kedua ke Polsek Ciracas.

“Nah, inilah yang memprovokasi dan merusak Mapolsek Ciracas. Kita sedang cari tahu dari mana ini,” ujar Kristomei.

Baca Juga : Pelaku Pembakaran Polsek Ciracas Belum Diketahui

Penyelidikan pelaku penyerangan Polsek Ciracas dilakukan pihak Kodam Jaya bersama Polisi Militer (Pom) dengan mengecek video rekaman ke kesatuan. Saksi-saksi di lokasi juga dimintai keterangan.

Dipastikan Kristomei, tidak ada anggota TNI dari Kodam Jaya yang keluar dari kesatrian saat terjadi penyerangan Polsek Ciracas.

“Pada saat itu dilaporkan kepada Pangdam Jaya bahwa satuan tidak ada yang keluar,” tegasnya.

Karena kasus itu masih diselidiki, Kristomei meminta tak ada yang berspekulasi soal pelaku. Penyerangan Polsek Ciracas berujung perusakan bangunan serta pembakaran mobil patroli.

“Atas perintah Pangdam, apabila ada indikasi keterlibatan anggota Kodam Jaya dalam perusakan, akan kita tindak tegas sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,” tutur Kristomei.

Baca Juga : Tak Gentar, Sultan Khairul Saleh Pilih Setia ke Prabowo-Sandi

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

BMKG: Munculnya Ribuan Cacing di Solo Belum Tentu Pertanda Gempa

Nasional

BMKG: Munculnya Ribuan Cacing di Solo Belum Tentu Pertanda Gempa
apahabar.com

Nasional

MK Tolak Dalil Perolehan Suara Versi Prabowo-Sandiaga
apahabar.com

Nasional

Sutopo: Jangan Sebar Hoax Tsunami di Banggai Sulteng
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Pindah, Pengamat: Masyarakat di Kalimantan Bisa Lebih Heterogen
apahabar.com

Nasional

Mulai 2020-2022, Pemerintah Targetkan Optimalisasi 165.000 Hektare Lahan di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Survei FSGI: Masih Banyak Guru Tidak Kenal Aplikasi Bantuan Kuota Belajar dari Kemendikbud
apahabar.com

Nasional

Ribuan Orang di Papua Barat Deklarasi Damai dan Setia NKRI
apahabar.com

Nasional

Napi Kasus Pembunuhan Menikah Di Lapas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com