Breaking News! Bangunan Pasar Lima Ambruk, 4 Orang Sempat Terjebak Pengemudi Ojol Lebih Memilih Pakai Motor Konvensional Dibanding Motor Listrik, Terungkap Alasannya Samsung Galaxy A23 5G Dirilis, Spesifikasinya Dirancang untuk Generasi Milenial Di Tengah Krisis Pangan, Jokowi Sentil Kecilnya Porsi Startup Agrikultur Hacker Bjorka Beraksi di Sultra, Kalsel Siaga

Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi

- Apahabar.com     Minggu, 16 Desember 2018 - 22:21 WITA

Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi

Ilustrasi banjir di Aceh. Foto-net

apahabar.com, ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, melaporkan banjir di daerahnya semakin meluas hingga kedalaman dua meter di permukiman penduduk.

“Malam ini masih dilakukan evakuasi warga di Desa/ Gampong Padang Harapan, karena air terus naik dan telah merendam sampai ke atap rumah penduduk,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Cut Sazalisma, di Aceh Selatan, Minggu (16/12).

Ia menambahkan bahwa saat ini tim reaksi cepat serta dibantu sejumlah pihak masih terus berupa melakukan evakuasi warga untuk mengungsi dan diprioritaskan adalah untuk kelompok rentan.

Saat ini kondisi bencana alam banjir masih terus meluas dan bertambah, seperti Gampong Seuneubok Pusaka, Titi Poben, Kecamatan Trumon Timur, kedalaman air banjir 2 – 3 meter.

Namun, warga setempat belum mau dievakuasi dan bertahan di tempat yang lebih tinggi dalam wilayah gampong, akan tetapi pihak BPBD, Satgas SAR, TNI, Polri terus memantau dan menyediakan perahu karet di titik lokasi banjir itu.

Sementara di Kecamatan Trumon Tengah, banjir merendam wilayah Desa Lhok Raya, Cot Bayu dan Ladang Rimba, ketinggian air di daerah setempat bertahan 2,5 meter di permukiman masyarakat.

“Saat ini di Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon ketinggian air semakin meningkat, mencapai 3 meter, warga sudah berhasil dievakuasi semua dan mengunggsi ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.

Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Selatan sudah terjadi sejak dua hari terakhir, ketinggian air justru semakin meningkat diakibatkan oleh tingginya intensitas curah hujan mengguyur dan air hantaran dari wilayah Aceh Tenggara dan Subulussalam.

Selain menempatkan perahu karet dan petugas di titik banjir, pihaknya juga telah mendirikan dapur umum dan telah beroperasi, melakukan pemantauan peningkatan debit air di desa Ladang Rimba serta penyaluran logistik.

Sumber : Antara

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tanpa BPJS, Bayi Jantung Bocor di Batola Dirujuk ke Jakarta
Mahfud Md

Nasional

Mahfud Kenang Jasa Gus Dur saat Negara Kritis Usai Pemilu
apahabar.com

Nasional

Komisi VII Minta Pertamina Serius Tangani Penyimpangan Distribusi BBM
Larangan Mudik

Nasional

Dukung Larangan Mudik, Kemenhub Segera Terbitkan Aturan Pengendalian Transportasi Lebaran
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tegaskan Peristiwa Sumpah Pemuda Bawa Energi Positif untuk Mempersatukan Bangsa
apahabar.com

Nasional

Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat, Legislator Usul Pejabat Divaksin Pertama

Nasional

Resmi, 53 Awak KRI Nanggala Terima Bintang Jasa dan Naik Pangkat
apahabar.com

Nasional

Jenazah Korban Penembakan Papua Diterbangkan ke Makassar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com