Kebakaran Gang Nuri, Asrama Anak Yatim Ikut Ludes Terbakar BREAKING! Api Kembali Berkobar di Gang Nuri Banjarmasin Fakta Sejarah Jembatan Barito: Sempat Ingin Diberi Nama Soeharto hingga Terpanjang di Asia Tenggara Menang Dua Game, Ganda Putra Indonesia Marcus/Kevin Gilas Pasangan Inggris Raya JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli

Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi

- Apahabar.com     Minggu, 16 Desember 2018 - 22:21 WITA

Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi

Ilustrasi banjir di Aceh. Foto-net

apahabar.com, ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, melaporkan banjir di daerahnya semakin meluas hingga kedalaman dua meter di permukiman penduduk.

“Malam ini masih dilakukan evakuasi warga di Desa/ Gampong Padang Harapan, karena air terus naik dan telah merendam sampai ke atap rumah penduduk,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Cut Sazalisma, di Aceh Selatan, Minggu (16/12).

Ia menambahkan bahwa saat ini tim reaksi cepat serta dibantu sejumlah pihak masih terus berupa melakukan evakuasi warga untuk mengungsi dan diprioritaskan adalah untuk kelompok rentan.

Saat ini kondisi bencana alam banjir masih terus meluas dan bertambah, seperti Gampong Seuneubok Pusaka, Titi Poben, Kecamatan Trumon Timur, kedalaman air banjir 2 – 3 meter.

Namun, warga setempat belum mau dievakuasi dan bertahan di tempat yang lebih tinggi dalam wilayah gampong, akan tetapi pihak BPBD, Satgas SAR, TNI, Polri terus memantau dan menyediakan perahu karet di titik lokasi banjir itu.

Sementara di Kecamatan Trumon Tengah, banjir merendam wilayah Desa Lhok Raya, Cot Bayu dan Ladang Rimba, ketinggian air di daerah setempat bertahan 2,5 meter di permukiman masyarakat.

“Saat ini di Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon ketinggian air semakin meningkat, mencapai 3 meter, warga sudah berhasil dievakuasi semua dan mengunggsi ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.

Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Selatan sudah terjadi sejak dua hari terakhir, ketinggian air justru semakin meningkat diakibatkan oleh tingginya intensitas curah hujan mengguyur dan air hantaran dari wilayah Aceh Tenggara dan Subulussalam.

Selain menempatkan perahu karet dan petugas di titik banjir, pihaknya juga telah mendirikan dapur umum dan telah beroperasi, melakukan pemantauan peningkatan debit air di desa Ladang Rimba serta penyaluran logistik.

Sumber : Antara

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Viral! Air Laut di Bawah Jembatan Suramadu ‘Terbelah’
apahabar.com

Nasional

Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1440 H Dilaksanakan Sore Ini
KPK

Nasional

KPK Diminta Klarifikasi Tudingan JK di Balik OTT Edhy
apahabar.com

Nasional

Polisi Ungkap Identitas Asli Lucinta Luna: Di KTP Dia Wanita…
Kementerian ESDM

Nasional

Kementerian ESDM Ungkap 8 Strategi Pengelolaan Tambang Minerba
apahabar.com

Nasional

Rindu, Ifan Seventeen Cium Nisan Dylan
apahabar.com

Nasional

Setahun Buron, Pembantai Pasutri Sembunyi di Batulicin
apahabar.com

Nasional

Dirawat di Penang Malaysia, Begini Kondisi Ustaz Arifin Ilham Sekarang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com