Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron

Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi

- Apahabar.com Minggu, 16 Desember 2018 - 22:21 WIB

Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi

Ilustrasi banjir di Aceh. Foto-net

apahabar.com, ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, melaporkan banjir di daerahnya semakin meluas hingga kedalaman dua meter di permukiman penduduk.

“Malam ini masih dilakukan evakuasi warga di Desa/ Gampong Padang Harapan, karena air terus naik dan telah merendam sampai ke atap rumah penduduk,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Cut Sazalisma, di Aceh Selatan, Minggu (16/12).

Ia menambahkan bahwa saat ini tim reaksi cepat serta dibantu sejumlah pihak masih terus berupa melakukan evakuasi warga untuk mengungsi dan diprioritaskan adalah untuk kelompok rentan.

Saat ini kondisi bencana alam banjir masih terus meluas dan bertambah, seperti Gampong Seuneubok Pusaka, Titi Poben, Kecamatan Trumon Timur, kedalaman air banjir 2 – 3 meter.

Namun, warga setempat belum mau dievakuasi dan bertahan di tempat yang lebih tinggi dalam wilayah gampong, akan tetapi pihak BPBD, Satgas SAR, TNI, Polri terus memantau dan menyediakan perahu karet di titik lokasi banjir itu.

Sementara di Kecamatan Trumon Tengah, banjir merendam wilayah Desa Lhok Raya, Cot Bayu dan Ladang Rimba, ketinggian air di daerah setempat bertahan 2,5 meter di permukiman masyarakat.

“Saat ini di Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon ketinggian air semakin meningkat, mencapai 3 meter, warga sudah berhasil dievakuasi semua dan mengunggsi ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.

Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Selatan sudah terjadi sejak dua hari terakhir, ketinggian air justru semakin meningkat diakibatkan oleh tingginya intensitas curah hujan mengguyur dan air hantaran dari wilayah Aceh Tenggara dan Subulussalam.

Selain menempatkan perahu karet dan petugas di titik banjir, pihaknya juga telah mendirikan dapur umum dan telah beroperasi, melakukan pemantauan peningkatan debit air di desa Ladang Rimba serta penyaluran logistik.

Sumber : Antara

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ibu Kota Negara

Nasional

Ibu Kota Negara Pindah, Kukar Bertekad Sulap Lubang Bekas Tambang
apahabar.com

Nasional

Marsekal Hadi: Gagalkan Pelantikan Berhadapan dengan TNI
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Indikator Ekonomi Indonesia Mulai Membaik
apahabar.com

Nasional

Diincar China, Ini Dia ‘Harta Karun’ Indonesia di Laut Natuna
apahabar.com

Nasional

Selasa Pagi, Ibu Kota Negara Peringkat Kedua Udara Terkotor Dunia
apahabar.com

Nasional

Greenpeace Bantah Klaim Tak Ada Kebakaran Hutan Selama 3 Tahun
apahabar.com

Nasional

I2 Ungkap 10 Pilkada yang Ramai Disorot Media Online
apahabar.com

Nasional

Saul Canelo Alvarez KO Rocky Fielding di Ronde 3
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com