Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga

Banjir Masih Rendam Sejumlah Fasilitas Umum di Kapuas Hulu

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 14:37 WIB

Banjir Masih Rendam Sejumlah Fasilitas Umum di Kapuas Hulu

Foto - Tribunnews.com

apahabar.com, PUTUSSIBAU – Banjir di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sampai saat ini masih merendam sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga. Kedalaman air di sana rata-rata satu hingga tiga meter.

Pantauan Senin pagi, beberapa fasilitas umum yang terendam banjir. Yaitu Pasar Pagi Putussibau, Terminal Putussibau, Polres Kapuas Hulu, Komplek Kodim 1206 Putussibau, Sekretaris KPU Kapuas Hulu, Kantor Pajak Kapuas Hulu dan sejumlah gedung Sekolah Dasar dan SMP di Putussibau dan sekitarnya.

“Kondisi air memang sedikit surut, namun sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga masih ada yang terendam,” kata Ketua Tagana Kapuas Hulu, Hatta.

Menurut Hatta, beberapa dataran rendah di daerah Putussibau Kota juga masih terendam seperti jalan Ahmad Yani, Dogom, Inpres, M Yasin serta beberapa dataran rendah lainnya. Dikatakan Hatta, Tagana Kapuas Hulu akan terus memantau perkembangan banjir baik di pusat kota mau pun di tingkat kecamatan.

“Yang jelas daerah pesisir sungai Kapuas saat ini masih terendam,” ucap Hatta.

Disampaikan Hatta, berdasarkan pemetaan Tagana, dari 23 kecamatan di Kapuas Hulu 12 kecamatan di antaranya rawan banjir. Kecamatan rawan banjir di Kapuas Hulu yaitu Kecamatan Putussibau Selatan, Embaloh Hilir, Bunut Hilir, Jongkong, Bika, Selimbau, Suhaid, Semitau, Silat Hilir dan Kalis.

Untuk daerah perbatasan, kata Hatta ada beberapa kecamatan di antaranya Kecamatan Batang Lupar dan Kecamatan Badau.

“Berdasarkan data Tagana provinsi ada 196 desa di Kalbar rawan banyak banjir termasuklah wilayah Kapuas Hulu, karena banyak dataran rendah,” jelas Hatta.

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada banjir, mengingat curah hujan masih tinggi. Sementara itu, warga Teluk Barak, Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Harun mengatakan semalam sempat mengungsi ke rumah terapung yang memang sudah disiapkannya, karena dalam rumahnya tergenang air.

“Pagi ini air surut namun cuma sedikit saja, kita khawatir air kembali naik dan terjadi banjir yang lebih besar, tapi mudah – mudahan itu tidak terjadi,” cemas Harun.

Adapun Sungai Kapuas di wilayah Kapuas Hulu mulai meluap mulai pada Sabtu (8/12) sekitar pukul 16.00 WIB hingga saat ini banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

Editor: Fariz F

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalbar

5 Pendemo di Kalbar Reaktif, 2 Positif Gunakan Ganja
apahabar.com

Kalbar

Dua Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalbar

Meski Sebatang Kara, Nenek Ampan Tolak BST
apahabar.com

Kalbar

Kemendikbud Diminta Kaji Kembali Sistem Zonasi PPDB
apahabar.com

Kalbar

Rumah Betang Ludes Terbakar, Warga Dayak di Kapuas Hulu Terpaksa Mengungsi
apahabar.com

Kalbar

Banjir Besar di Putussibau Kapuas Hulu Kalbar, Aktivitas Warga Lumpuh
apahabar.com

Kalbar

Kapal Pembawa BBM Terbakar di Rasau Jaya, 2 Orang Luka Bakar
apahabar.com

Kalbar

Tambah Belasan Pasien, Sebaran Covid-19 Kalbar Capai 500 Kasus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com