3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Bank Indonesia Edukasi Puluhan Jurnalis Ekonomi Se-Kalsel

and - Apahabar.com Kamis, 13 Desember 2018 - 12:33 WIB
and - Apahabar.com Kamis, 13 Desember 2018 - 12:33 WIB

Bank Indonesia Edukasi Puluhan Jurnalis Ekonomi Se-Kalsel

Kegiatan bertemakan 'Refreshment Kebanksentralan Jurnalis Ekonomi Kalimantan Selatan' dibuka langsung Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Mohammad Irwan. apahabar.com/Tania

apahabar.com, BANJARBARU– Bank Indonesia (BI) mengedukasi puluhan jurnalis ekonomi se-Kalsel agar lebih paham dan mengenal tugas BI, serta mampu membuat tulisan yang bermanfaat untuk masyarakat.

Pelatihan dihelat di Hotel fave Banjarbaru (13/12) hingga esok hari. Kegiatan bertemakan ‘Refreshment Kebanksentralan Jurnalis Ekonomi Kalimantan Selatan’ dibuka langsung Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Mohammad Irwan.

Irwan menjelaskan acara yang bersifat santai ini menjadi ajang saling mengenal dan memahami keinginan atau selera masing-masing.

“Tidak usah tegang, santai saja, acara ini kita bikin untuk ajang saling mengenal, dan kami pihak BI ingin dan jurnalis saling mengetahui keinginan masing-masing,” jelasnya.

“BI ingin membantu wartawan dalam penulisan berita untuk masyarakat dengan memberikan akses keterbukaan data dan informasi mengenai BI,” tambah Irwan lagi.

Usai dibuka, acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh Kepala Tim Advisory dan Ekonomi Keuangan (AEK) BI Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Sirot.

Sirot banyak menjelaskan terkait Inflasi, Mata Uang Pengganti dan Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Selatan, khususnya.

“Kita mengatur kestabilan nilai tukar rupiah, agar tidak terlalu anjlok, takutnya nanti akan terjadi inflasi, dan juga sekarang meningkatnya minat pembayaran non-tunai berupa kartu atau mata uang elektronik, mereka harus ada izin dan mengikuti syarat-syarat dari BI dulu,” jelas Sirot.

Sampai berita ini diturunkan, pelatihan masih berlangsung dan dijadwalkan rampung hingga sore hari.

Reporter: Tania Anggrainy
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Dalam Negeri Membaik, Rupiah Ditutup Menguat

Ekbis

Dear Warga Calon Ibu Kota, Pertashop Bakal Hadir di Penajam
apahabar.com

Ekbis

Rabu Sore, Rupiah Melemah Tipis ke Rp 14.241 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Waskita Precast Bangun Tol KLBM Sidoarjo-Gresik
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat, Respon Positif Atas Membaiknya Data Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Setelah Memutuskan Berhijrah, Wanita Ini Berbagi Ilmu Usaha Syariah
apahabar.com

Ekbis

AHM Ekspor Honda PCX ke Brasil
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Masih Terdampak Kekhawatiran Atas Virus Corona di China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com