MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Bayi Tabung Kebal dari Penyakit, Mitos atau Fakta?

- Apahabar.com Rabu, 19 Desember 2018 - 15:15 WIB

Bayi Tabung Kebal dari Penyakit, Mitos atau Fakta?

Ilustrasi bayi. Foto-vivanews

SUDAH puluhan bayi tabung yang sukses dilahirkan dan tumbuh dengan baik. Dengan kecanggihan teknologi, bayi hasil dari metode tersebut dikatakan lebih kebal dari penyakit.

Dalam prosesnya, salah satu metode bayi tabung, yaitu Preimplatation Genetics Testing (PIGT) dilakukan untuk screening calon janin sebelum ditempelkan ke rahim. Tetapi, metode PIGT hanya boleh dilakukan untuk usia ibu yang mencapai 37 tahun atau lebih.

“Metode PIGT bisa untuk melihat gen atau DNA dari embrio (calon janin) yang masih berproses dan ada pada medium kultur. Metode ini untuk melihat apakah embrionya normal atau tidak. Sebab, 50 persen genetiknya akan menurun dari kondisi kesehatan ibu,” ujar Founder SMART-IVF, Chairman of Perfitri, dan President of Aspire, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : MUI dan FKUB Blitar Sepakat Larang Pemaksaan Atribut Natal

Tetapi, jika embrio sudah terbentuk dan diketahui memiliki penyakit tertentu yang diturunkan oleh orangtuanya, maka tidak ada cara untuk mencegah hal tersebut. Profesor dengan panggilan Iko ini menekankan, secara etik maupun agama, tak diperbolehkan melakukan ‘pemotongan’ pada gen yang memiliki penyakit tersebut.

“Misal pada HIV, bagian gen yang ada virusnya dipotong, secara etik tidak diperbolehkan. Khawatir proses tersebut nantinya terjadi rekayasa manusia yang ketika gen itu dipotong, manusia bisa berpotensi menjadi sesuatu yang berbeda bahkan jadi monster,” tuturnya.

Untuk itu, Iko menekankan agar calon orangtua bisa menjalani gaya hidup sehat dalam mencegah adanya penyakit atau kerusakan pada calon janin. Mempersiapkan nutrisi seimbang hingga memilih pasangan hidup, menjadi satu hal yang krusial dalam menghasilkan keturunan berkualitas baik.

“Untuk pria, dijaga spermanya dengan baik seperti hindari rokok dan memakai celana ketat. Pada wanita, usahakan konsumsi suplemen dan nutrisi tinggi antioksidan,” ujar dia.

Baca Juga : Baseko Surabaya: Proyek Basement RS Siloam Diduga Amblaskan Jalan Gubeng

Sumber : Vivanews
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi: Tersangka Pengedit Ma’ruf Amin ‘Sinterklas’ Tokoh Pesantren
apahabar.com

Nasional

Jokowi Mau Tambah Menteri, Ketua KPK: Sudah Terlalu Banyak
apahabar.com

Nasional

Gadis Indonesia Ini Laku Rp 19,7 Miliar, “Dijual” Lewat Situs Lelang Cinderella Escort
apahabar.com

Nasional

Kemarin, 1.948 Jemaah Umrah Batal Berangkat
apahabar.com

Nasional

Penyelundupan 245 Ribu Baby Lobster Senilai Rp 37 M ke Singapura Berhasil Digagalkan
apahabar.com

Nasional

150 Ribu Alat Tes Cepat Corona dari China Tiba di Tanah Air
apahabar.com

Nasional

Ani Yudhoyono Dirawat di Singapura

Nasional

Aksinya Nyanyi Sambut Habib Rizieq Viral, Serka BDS Ditahan Polisi Militer TNI AU
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com