Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Begini Cara Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Agnez

- Apahabar.com     Minggu, 30 Desember 2018 - 17:08 WITA

Begini Cara Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Agnez

Inilah wajah para pelaku yang tega habisi nyawa Agnez Mo pada 26 November lalu. Dua pelaku utama, Arif dan Alfi (kiri dan tengah), serta pelaku lainnya yang jadi penadah motor Agnes, Sarifudin (kanan). apahabar.com/Edoz

apahabar.com, BANJARMASIN – Polisi akhirnya menangkap pelaku pembunuhan seorang waria di kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 5,5 Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin Selatan. Pelaku ternyata adalah teman kencan korban.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto sebelumnya mengatakan pelaku adalah Arif Rahman (21) warga Jalan Kelayan A Gang Setia Budi, Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Alfiannor (21) warga Jalan Pekapuran Raya Gang Arafah

Dari pelaku, polisi mengamankan barang bukti, sepeda motor Honda Scoopy milik Agnez. Sedangkan di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban yaitu sebuah hulu pisau, BPKB dan STNK honda Scoopy.

Baca Juga: Agnez Dihabisi Teman Kencannya! Pelaku sampai Penadah Curanmor Berhasil Diamankan

Terungkapnya pelaku pembunuhan Agnes ini setelah sebelumnya polisi berhasil menemukan keberadaan sepeda motor milik korban. Dari itulah kemudian polisi mengantongi nama-nama pelaku.

Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP Mochamad Rifai menjelaskan, guna mengungkap kasus pembunuhan, hal pertama yang dilakukan oleh penyidik adalah mengambil barang-barang yang dinilai berkaitan dengan pembunuhan tersebut.

“Barang bukti itu, misalnya, Baju korban dan barang berharga korban. Semua yang ada kaitannya bisa jadikan barbuk,” kata AKBP Mochamad Rifai dalam perbincangannya dengan reporter Apahabar.com di Banjarmasin, Minggu (30/12).

Menurut Rifai, Pengumpulan sejumlah barang bukti pembunuhan itu disebut metode induktif. Pasalnya, barang-barang yang ada saat peristiwa berlangsung diharapkan bisa mengarahkan kepolisian kepada terduga pelaku pembunuhan.

“Jadi tidak benar jika ada anggapan bahwa polisi lambat dalam mengungkap kasus pembunuhan Agnes ini. Karena semuanya itu ada trik trik khusus yang memang membutuhkan waktu,” beber Rifai.

Rifai menambahkan, sejak sebuah peristiwa terjadi (ditemukan,red), penyidik di lapangan langsung bekerja. Dalam kasus pembunuhan, lumrahnya penyidik menggunakan dua metode. Yaitu metode induktif dan deduktif.

Baca Juga: Fakta-Fakta Terbaru di Balik Pembunuhan Waria di Salon Agnes Banjarmasin

“Nah induktifnya itu tadi, penyidik menyisir TKP, mengambil sejumlah barang bukti bahkan mengambil semua sidik jari yang terdapat di lokasi,” tuturnya.

Menurut Rifai, dari penyidikan sementara diketahui tersangka menghabisi korban Agnez dengan cara dipukul menggunakan senjata tajam dan benda tumpul lainnya.

“Tapi jika ingin tau pasti cara pelaku menghabisi nyawa korban, silahkan langsung konfirmasi ke Kapolresta atau Kasat Reskrim nya mas. Saya hanya menjelaskan poin poinnya saja bagaimana seorang penyidik bekerja dalam ungkap kasus pembunuhan. Salah satunya Agnez ini,” terang Rifai.

Sebelumnya, anggota gabungan Polresta Banjarmasin dan Polsek Banjarmasin Selatan berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Riesa Pebria Rusady alias Agnez, waria yang mayatnya ditemukan dalam salon miliknya, Jalan Ahmad Yani Kilometer (Km) 5,5 Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin Selatan.

Dua pelaku ternyata merupakan teman kencan korban. Ia adalah Arif Rahman dan Alfiannoor. Selain membekuk dua pelaku, polisi turut juga mengamankan seorang penadah sepeda motor milik korban yang telah digadaikan oleh Arif dan Alfi.

Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian publik khususnya warga Banjarmasin. Bagaimana tidak, kasus kematian seorang waria ini ditemukan ditengah maraknya peristiwa pembunuhan yang terjadi di Kalimantan Selatan selama sebulan terakhir.

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Polisi Buru Pelempar Bom Molotov di SMPN 6 Banjarmasin
apahabar.com

Hukum

Hari Ini, KPK Panggil Menteri Agama
apahabar.com

Hukum

Apes! Jual Sabu ke Polisi, Iyus Langsung Ditangkap
apahabar.com

Hukum

Simpan Ratusan Gram Sabu, Sopir Ini Diringkus Polisi
apahabar.com

Hukum

Simpan 300 Gram Sabu, Pria Sungai Andai Diringkus
apahabar.com

Hukum

Kaum Milineal Dominasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kalsel
apahabar.com

Hukum

Dua Pekan Lagi, Kasus Dugaan Korupsi KNPI Tala Akan Disidangkan
apahabar.com

Hukum

Seks Sedarah di Banjarbaru, Setelah Hamil Anak Pun Dijual
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com