Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Belajar Agama dengan Berguru

and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 13:35 WIB
and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 13:35 WIB

Belajar Agama dengan Berguru

Gus Muwafiq. Foto-nu.or.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Islam bergerak ke sebuah negara butuh waktu yang sangat panjang dan melalui generasi yang berbeda-beda. Sejarah masuknya Islam ke Indonesia mengungkap bahwa memahami Islam perlu proses.

“Peringatan Maulid Nabi kembali mengingatkan kita bahwa; Nabi Muhammad lahir di Mekah pada tahun 571 Masehi. Kemudian kita semua berpikir dan belajar. Kira-kira Islam masuk ke desa kita tahun berapa? caranya bagaimana?” kata KH Ahmad Muwafiq dalam tausiahnya, yang dikutip dari akun facebook Gus Muwafiq Channel, Senin (10/12).

Kalau langsung loncat ke Nabi Muhammad, sambung Gus Muwafiq –Begitu ulama ini dikenal- kita akan banyak kehilangan waktu dan jarak yang sangat panjang. Kenapa? karena ada tonggak-tonggak peristiwa yang jadi peringatan.

Gus Muwafiq memberi analogi sederhana, “listrik bisa sampek ke rumah kita itu ada prosesnya, dari pusat terus diberi tiang travo, tiang travo, tiang travo, baru dirumah kita pasang meteran 900 Watt. Kalau langsung dari pusat dengan arus listrik besar, apa yang terjadi? ya konslet, meletus.”

Fenomena Generasi Millennial beragama dari internet, langsung baca Alqur’an, langsung baca Hadist, tapi tidak ada gurunya.

“Ngaji (belajar) tanpa Guru, sama saja belajar dengan setan,” terang ulama yang kini tinggal di Sleman, Yogyakarta ini.

Akibat cara belajar seperti itu, sambung Gus Muwafiq, hari ini banyak orang pintar, tapi tidak punya tata krama, adab, akhlak.

“Padahal Nabi Muhammad itu; “Innama bu’itstu liutammima makarimal Akhlaq (diutus untuk menyempurnakan akhlak, red)”.

Baca Juga : Tausiah di Masjid Agung Al Karomah Martapura, UAS : Adab di Atas Ilmu, Penting

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Perhatikan!!!Tata Cara Salat Idul Fitri
apahabar.com

Religi

Pusdai Gelar Disabilitas Mengaji, Catat Rekor Baru
apahabar.com

Habar

Hari Ini, Menag Update Info Haji 2020
apahabar.com

Hikmah

Dimasukkan Golongan Shiddiqin Bagi yang Mampu Menahan Syahwatnya
apahabar.com

Religi

Bersama Habib Tohir Al Kaff, Ribuan Jemaah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pamangkih
apahabar.com

Religi

Syekh Yasin Selesaikan Kitab Tafsir di Bandara Syamsuddin Noor
apahabar.com

Habar

Kemenag Kalsel: Jemaah yang Batal Berangkat Dijadwalkan Tahun Depan

Habar

Prof Nizar Ali Dilantik Jadi Sekjen Kemenag
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com