Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Biaya Makan Napi Tembus Rp1,79 Triliun

- Apahabar.com Kamis, 27 Desember 2018 - 22:58 WIB

Biaya Makan Napi Tembus Rp1,79 Triliun

Menhukham saat meninjau Lapas di Samarinda.Foto-tribun

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengungkapkan, biaya makan narapidana pada tahun 2019 akan meningkat hingga Rp 1,79 triliun. Angka itu tersebut merupakan lonjakan besar.

Sebab, kenaikan biaya ini perlu dilakukan lantaran jumlah narapidana yang bertambah, bahkan disebut-sebut napi semakin melebihi kapasitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan).

“2019 menjadi Rp 1,79 triliun, itu lonjakan besar karena ada penambahan narapidana. Rata-rata Rp 20 ribu untuk makan setiap narapidana per hari sesuai dengan daerahnya,” ujar Yasonna di Kantor Kemenkumham, Kamis (27/12).

Diketahui, dalam data yang dirilis oleh Kemenkumham, biaya makan narapidana tahun 2017 sebesar Rp 1,088 triliun, sementara pada 2018 naik menjadi Rp 1,391 triliun.

Selain itu, jumlah penghuni Lapas sepanjang tahun 2018 bertambah 24.197 orang sehingga totalnya menjadi 256.273 orang hingga akhir tahun ini. Padahal, kapasitas hunian hanya bisa memuat 126.164 orang.

“Jumlah napi semakin banyak, biaya makanya tiap tahun sering melampaui dari anggaran yang telah ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.

Adapun, lanjut Yasonna jumlah narapidana khusus yang paling banyak di Lapas hingga Desember 2018 adalah yang terkait kasus narkoba, dengan rincian bandar atau pengedar sebanyak 74.037 orang dan penggunanya 41.252 orang.

“Oleh karenanya, tanpa ada perubahan paradigma kita dalam melihat tindak pidana narkotika, maka ini makin berbahaya dan suatu saat akan menjadi bom waktu,” pungkasnya.

Sumber: Jawa Pos
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

BJ Habibie, Bapak Teknologi Indonesia di Balik Kelahiran Telkomsel
apahabar.com

Nasional

Hakim, Panitera, Advokat Ditahan
apahabar.com

Nasional

Di Gunung Sindur, Setya Novanto Tempati Sel Pengamanan Super Maximum Security
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Tsunami di Pandeglang 3.050 Orang
apahabar.com

Nasional

Hakim PN Medan Ditemukan Tewas, Kapolda Sumut: Pelakunya Orang Dekat  
apahabar.com

Nasional

Masih Ingat Aa Gatot Brajamusti, Kini Telah Tiada
apahabar.com

Nasional

Polisi Lompat dari Jalan Layang Medan Diduga Mau Bunuh Diri
apahabar.com

Nasional

Indonesia Aman Corona, Hipmi Dukung Intensif Fiskal Pariwisata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com