Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap Serahkan Belasan Tuntutan, SP KEP Kawal DPRD Tabalong Sampai ke Jakarta Balita Mandi Air Comberan, PDAM Bandarmasih Dipanggil Dewan

BNN Gelar Uji Publik Hasil Survei

- Apahabar.com     Kamis, 6 Desember 2018 - 08:22 WITA

BNN Gelar Uji Publik Hasil Survei

Ilustrasi BNN. Foto/okezone.com

apahabar.com, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar uji publik hasil survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tahun 2018, di BNN, Rabu (5/12).

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, menyatakan, survei penyalahgunaan narkoba tersebut dilakukan di 13 ibu kota provinsi.

“Tujuan umum dari survei itu antara lain untuk mengetahui tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba pelajar/mahasiswa, pekerja dan untuk mengetahui strategi keluarga dalam menghadapi keterpaparan narkoba,” kata Kepala BNN, Inspektur Jenderal Polisi Heru Winarko.

Dalam kegiatan ini, dia mengatakan, BNN cukup terbuka dengan hasil survei yang dilakukan. Ia berharap melalui forum ini muncul banyak masukan pada hasil survei yang sudah dilakukan.

“Ke depannya, Hal ini bisa menjadi landasan baik di dalam maupun luar negeri dan bisa menjadi referensi bagi para akademisi dan juga instansi,” kata Heru.

Baca Juga : Panglima Tentara Pembebasan Papua Barat: Kalau Mau Tembak Mati, Datang ke Markas

Ia menyatakan, dari hasil survei ini ada beberapa hal yang menarik, salah satunya, ada fakta di mana kebanyakan para pelajar mengetahui bahaya narkoba, namun tetap saja saja banyak yang menyalahgunakannya.

Sehingga menurut dia, perlu upaya yang lebih serius untuk mengambil langkah antisipasi. Survei penyalahgunaan narkoba pada 2018 ini merupakan hasil kerja sama antara Puslitdatin BNN dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI.

Metode penelitian yang digunakan dalam survei kali ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan kuesioner.

Adapun besaran sampelnya adalah sebanyak 15.600 responden yang terdiri dari 5.200 responden pelajar dan mahasiswa, 5.200 responden pekerja formal dan 5.200 responden anggota rumah tangga.

Survei dilakukan di 13 provinsi antara lain di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

Baca Juga : Hakim Polisikan Jubir KY, Kuasa Hukum: Ini Kriminalisasi

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gubernur Kalteng Minta Jokowi Segera Putuskan Ibu Kota
Jemaah Umrah

Nasional

Instruksi Menag: Jemaah Umrah Berangkat Tahun Ini
apahabar.com

Nasional

Prancis Sebut Tak Ada Bukti Covid-19 Terkait dengan Lab Penelitian Wuhan
apahabar.com

Nasional

Timur Tengah Memanas, AS Sudah Mulai Kirim Pasukan ke Kuwait
Muhammadiyah

Nasional

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1443 H pada 2 April 2022
apahabar.com

Nasional

Densus 88 Tembak Terduga Teroris Sukoharjo

Nasional

Pemerintah Akan Beli 500 Ribu Kendaraan Listrik Hingga 2030
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 45.029 Orang, Sembuh Jadi 17.883
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com