2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

BNN Gelar Uji Publik Hasil Survei

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 08:22 WIB

BNN Gelar Uji Publik Hasil Survei

Ilustrasi BNN. Foto/okezone.com

apahabar.com, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar uji publik hasil survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tahun 2018, di BNN, Rabu (5/12).

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, menyatakan, survei penyalahgunaan narkoba tersebut dilakukan di 13 ibu kota provinsi.

“Tujuan umum dari survei itu antara lain untuk mengetahui tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba pelajar/mahasiswa, pekerja dan untuk mengetahui strategi keluarga dalam menghadapi keterpaparan narkoba,” kata Kepala BNN, Inspektur Jenderal Polisi Heru Winarko.

Dalam kegiatan ini, dia mengatakan, BNN cukup terbuka dengan hasil survei yang dilakukan. Ia berharap melalui forum ini muncul banyak masukan pada hasil survei yang sudah dilakukan.

“Ke depannya, Hal ini bisa menjadi landasan baik di dalam maupun luar negeri dan bisa menjadi referensi bagi para akademisi dan juga instansi,” kata Heru.

Baca Juga : Panglima Tentara Pembebasan Papua Barat: Kalau Mau Tembak Mati, Datang ke Markas

Ia menyatakan, dari hasil survei ini ada beberapa hal yang menarik, salah satunya, ada fakta di mana kebanyakan para pelajar mengetahui bahaya narkoba, namun tetap saja saja banyak yang menyalahgunakannya.

Sehingga menurut dia, perlu upaya yang lebih serius untuk mengambil langkah antisipasi. Survei penyalahgunaan narkoba pada 2018 ini merupakan hasil kerja sama antara Puslitdatin BNN dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI.

Metode penelitian yang digunakan dalam survei kali ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan kuesioner.

Adapun besaran sampelnya adalah sebanyak 15.600 responden yang terdiri dari 5.200 responden pelajar dan mahasiswa, 5.200 responden pekerja formal dan 5.200 responden anggota rumah tangga.

Survei dilakukan di 13 provinsi antara lain di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

Baca Juga : Hakim Polisikan Jubir KY, Kuasa Hukum: Ini Kriminalisasi

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Relawan Amerika BerSATU Tanggapi Positif Hasil Rekapitulasi KPU
apahabar.com

Nasional

Resmi, BPN Prabowo-Sandi Daftarkan Gugatan Pilpres ke MK

Nasional

Hashtag #Anak STM dan #MahasiswaBergerak Trending Twitter, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Sejumlah Daerah Ricuh
apahabar.com

Nasional

Kondisi 2 Pasien Positif Virus Corona di RSPI Membaik
apahabar.com

Nasional

Bappenas Jamin Ibu Kota Baru Takkan Ganggu Hutan Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Pakar Hukum Menilai UU Cipta Kerja Hilangkan Ego Sektoral
apahabar.com

Nasional

Kisah Pilu di Balik Operasi Penyergapan Begal Sapi di Tanah Laut
Update Covid-19 di Indonesia: 1.285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal Dunia1.285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 1.285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com