Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

BNPB Sebut Tiga Bencana di 2018 Fenomena Langka

- Apahabar.com Selasa, 25 Desember 2018 - 21:18 WIB

BNPB Sebut Tiga Bencana di 2018 Fenomena Langka

Ilustrasi tsunami Selat Sunda. Foto - Kompas

apahabar.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan ada tiga bencana alam yang menimbulkan banyak korban jiwa selama 2018. Peristiwa ini dinilai sebagai fenomena langka.

“Ada tiga fenomena langka yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang besar, yaitu gempa beruntun di NTB, Sulteng gempa disusul tsunami dan likuifaksi yang terbesar di dunia dan tsunami Selat Sunda yang dipicu longsor bawah laut,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (25/12).

Dari dari ketiga bencana tersebut yang terbesar adalah gempa yang disusul tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah yang menyebabkan 2.101 orang meninggal, 1.373 orang hilang dengan kerugian ekonomi Rp18,47 triliun.

“Gempa memicu tsunami yang tiba sangat cepat hanya dalam waktu empat menit lalu terjadi likuifaksi yang merupakan peristiwa terbesar di dunia,” ujar Sutopo.

Setelah itu adalah gempa bumi beruntun yang terjadi di Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Lombok dan Sumbawa. Bencana tersebut menyebabkan 546 orang meninggal, 1.886 orang luka-luka dan Rp17,13 triliun.

“Ketiga bencana ini aneh dan langka terjadi, sementara tsunami yang terjadi di Selat Sunda juga fenomena yang langka karena dipicu oleh longsoran bawah laut dan erupsi dari gunung Anak Krakatau,” katanya seraya menambahkan longsoran tersebut tidak begitu besar, tapi ternyata menimbulkan tsunami.

Hingga Selasa (25/12) pukul 13.00 WIB tercatat 429 orang meninggal dunia, sebanyak 1.485 orang luka-luka, 154 hilang dan 16.082 orang mengungsi, sementara kerugian masih dalam pendataan.

Sumber : Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

KPK Ultimatum Kakak Ipar Bupati Cianjur Menyerahkan Diri
apahabar.com

Nasional

HPN 2020, Ilham Bintang: Deklarasi JMSI Penting dan Perlu Diapresiasi
apahabar.com

Nasional

Baseko Surabaya: Proyek Basement RS Siloam Diduga Ambleskan Jalan Gubeng
apahabar.com

Nasional

Sejumlah Siswa Sekolah di Ambon Panik Akibat Gempa
apahabar.com

Nasional

Bakar Honai Kadistrik Kimak, TNI-Polri Kejar KSB
apahabar.com

Nasional

Imlek 2019: TNI-Polri Terjunkan 5 Ribu Lebih Personel Gabungan
apahabar.com

Nasional

Jembatan Terpanjang di Indonesia Beroperasi Akhir November
apaabar.com

Nasional

INFOGRAFIS: Tsunami Selat Sunda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com