Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

BPJS Belum Mampu Putus Mata Rantai Tunggakan

- Apahabar.com Senin, 17 Desember 2018 - 13:56 WIB

BPJS Belum Mampu Putus Mata Rantai Tunggakan

MEMBLUDAK – Peserta BPJS Kesehatan selalu membeludak di rumah sakit.Foto-kompasiana.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sejak Januari 2014 membelikan pelayanan buat masyarakat. Namun setiap tahunnya BPJS selalu tak mampu memenuhi kewajibannya membayar klaim dari rumah sakit.

Kenyataan itu diakui Muhammad Fakhriza, Kepala BPJS Cabang Banjarmasin.”Hal ini terjadi secara nasional, bukan saja di daerah ini,” terang Fakhriza kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/12) siang.

Hal itu terjadi karena belum terbit Petaruran Pemerintah (PP) tarif baru untuk pemegang kartu BPJS Kesehatan.”Selama belum ada tarif baru, saya yakin 2019 BPJS akan kembali menunggak pembayaran klaim dari rumah sakit,” tekannya.

Sekadar diketahui, untuk kelas 3 per jiwa hanya dikenakan tarif Rp25 ribu, sedang kelas 2 Rp51 ribu, dan kelas 1 Rp80 ribu. Padahal klaim yang terbanyak ada pada pemegang kartu BPJS menggunakan fasilitas kelas 3.

Fakhriza mengakui, pihaknya hingga kini masih ada Tunggakan dengan RSUD Ulin Banjarmasin Rp24 miliar. Ditanya apakah pihaknya juga menunggak di rumah sakit lain? Lelaki yang akrab disapa Riza ini tak menampik. Sayangnya ia tak bisa menyimpulkan nominal tunggakan dari sejumlah rumah sakit di daerah ini.

Ditekankannya untuk RSUD Ulin pihaknya belum melakukan pembayaran klaim pada bulan Oktober. Untuk Nopember pihaknya belum melakukan verifikasi.”Sebab untuk Oktober kita melakukan verifikasi pada Desember. Jadi untuk Nopember akan diverifikasi Januari 2019 mendatang,” urainya.

Walau demikian, pihaknya optimis bisa membayar tagihan tersebut.”Pembayaran akan kita lunasi secepatnya,” janji Fakhriza.

Terkait klaim pembayaran pengobatan yang terbilang mahal, terbanyak penyakit jantung dan kanker. Sebab kedua penyakit tersebut pasien memerlukan pengobatan dengan peralatan canggih.

Baca Juga: Dugaan Penimbunan BBM di Batola, Pertamina: Jangan Salahgunakan Solar Subsidi!

Penulis : Bahaudin Qusairi
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Anggaran Pendidikan Merosot Tiap Tahun
apahabar.com

Kalsel

50 Persen Dana BOS Untuk Honorer Tak Efektif di Batola
apahabar.com

Kalsel

357 Penderita DBD, 1 Meninggal, Dinkes Belum Tetapkan Kalsel KLB
apahabar.com

Kalsel

Menuju Kursi Bupati, H Zanie Bongkar Masalah HST Lewat Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Pontang-Panting Melawan Api, Relawan Damkar Batola Kurang Dihargai
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Tiga Wilayah Kalsel Masuk Peringatan Dini BMKG Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Menpora RI Apresiasi Event Trail Uncle Hard Enduro Bergerak 2019
apahabar.com

Kalsel

Bantuan ke Warga Tak Mampu dan Terdampak Covid-19 di Batola Dijanjikan Hingga Akhir Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com