Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Potensi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah Demi Top Up Game Online, Pria di Balikpapan Tipu Puluhan Orang Persiapan PON Papua, Balikpapan Sumbang 61 Atlet untuk Perkuat Kaltim Rekap PSU Sejumlah Kecamatan Selesai, KPU Banjar Gelar Penghitungan Lusa Gol Tunggal Raheem Sterling Bawa Inggris Tekuk Kroasia

BPOM Banjarmasin Bongkar 18 Kasus Obat, Makanan dan Kosmetik Ilegal

- Apahabar.com Kamis, 27 Desember 2018 - 16:50 WIB

BPOM Banjarmasin Bongkar 18 Kasus Obat, Makanan dan Kosmetik Ilegal

Ilustrasi BPOM. Foto-liputan6.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Sepanjang 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin berhasil mengungkap sedikitnya 18 kasus obat-obatan, makanan dan kosmetik tanpa izin edar. Baik Impor maupun produk dalam negeri.

“18 kasus itu sudah termasuk obat tradisional atau jamu,” ucap Kepala BPOM Banjarmasin, Muhammad Guntur kepada apahabar.com, Kamis (27/12/2018) siang.

Guntur mengungkapkan, di antara 18 kasus tersebut, terdapat 10 perkara yang telah ditindaklanjuti oleh penegak hukum, mulai dari obat tradisional atau jam, kosmetik ilegal (tanpa izin edar) baik impor maupun produk dalam negeri.

Secara medis, disebutkan ratusan barang-barang ilegal tersebut mengandung bahan kimia telah berhasil dimusnahkan oleh pemiliknya yang disaksikan langsung penyidik BPOM Kalsel Banjarmasin.

Dia mengatakan, terdapat beberapa hambatan dalam mengungkap sindikat peredaran obat, makanan dan kosmetik ilegal.

Pertama, secara umum distributor utama bersumber dari pulau Jawa dan banyak melalui pelabuhan-pelabuhan ‘tikus’. Kedua, kewenangan BPOM masih terbatas. Ketiga, oknum atau pelaku saling melindungi satu sama lain.

Baca Juga: Anggota DPR Ingin BPOM Sidak Jelang Akhir Tahun

“Semoga dengan keluarnya Undang-Undang pengawasan obat dan makanan akan memperkuat kewenangan,” cetusnya.

Adapun dalam upaya menurunkan tren kasus di 2019 mendatang, BPOM akan mengedukasi dan memberikan informasi tentang bahaya penggunaan produk ilegal dan kadaluwarsa.

Tentunya, BPOM akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemkab/Pemkot se-Kalsel. Ditambah dorongan dari tokoh masyarakat bersama lintas sektor lainnya.

Selian itu, lebih meningkatkan inspeksi dan pengawasan di daerah perbatasan dengan menggandeng aparat kepolisian, kejaksaan, bea cukai, pihak bandara serta pelabuhan.

Lebih-lebih Undang-undang pengawasan obat dan makanan bisa diundangkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dan Pemerintah.

Dengan tujuan menambah kewenangan dalam pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran tindak pidana di bidang obat dan makanan.

Baca Juga: IRT Banjar Simpan Puluhan Miras di Bawah Kasur

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Mayat ‘Melotot’ di Docking Kapal Mantuil Masih Misteri
Ibu Rumah Tangga

Hukum

Seorang Ibu Rumah Tangga di Karang Dukuh Batola Simpan Ratusan Obat Ilegal
apahabar.com

Hukum

Wabup Berang, Sanksi Berat Tunggu Oknum ASN Penggelap Mobil Rental di Batola
apahabar.com

Hukum

Geram, Bos Miras Pembatuan Kena Semprot, Hakim: Cari Rezeki yang Halal!
Vonis

Hukum

Vonis Mati Pembawa Sabu Ratusan Kilo di Tabalong, Terdakwa Langsung Banding
apahabar.com

Hukum

Youtuber Ferdian Paleka Cs Dimasukan ke Tong Sampah oleh Para Tahanan
apahabar.com

Hukum

Lama Buron, Pembobol Toko Ponsel di Barabai Akhirnya Diringkus Polisi
apahabar.com

Hukum

Jual Obat Terlarang, Kakek di Amuntai Tengah Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com