Lampu Hijau Buka Masker, Pakar Covid-19 ULM: Hati-Hati Blunder Perkuat Keandalan Listrik Kalseltengtim dengan Sistem Looping Jaringan Tersangka! Sopir BPK Penabrak 2 Pemotor di Banjarmasin Selatan Tuntut Pemerataan, Besok Buruh SIS ADMO Tabalong Juga Minta Pembagian Windfall Warga Kalsel Boleh Buka Masker, Satgas Segera Godok Aturan Main

BPOM Tarik Obat Tekanan Darah Tinggi ARB karena Mengandung NDMA-NDEA

and - Apahabar.com     Selasa, 4 Desember 2018 - 18:20 WITA
and - Apahabar.com     Selasa, 4 Desember 2018 - 18:20 WITA

BPOM Tarik Obat Tekanan Darah Tinggi ARB karena Mengandung NDMA-NDEA

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan BPOM mengatakan obat antihipertensi kategori Angiotensin Receptor Blocker (ARB) ditarik oleh sejumlah industri farmasi karena mengandung unsur pengotor (impurities) yang membahayakan kesehatan.

“Untuk pasien yang sudah mengonsumsi obat antihipertensi dengan bahan baku yang terdampak impurities N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA) tersebut dapat berkonsultasi dengan dokter/apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan atau kefarmasian,” kata Penny di Jakarta, Selasa (4/12).

Dia mengatakan obat golongan ARB termasuk di dalamnya Irbesartan, Losartan dan Valsartan merupakan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Di Amerika Serikat dan negara-nagara Eropa obat antihipertensi ARB itu sudah ditarik baik yang bentuknya tunggal atau kombinasi.

Saat ini, kata dia, European Medicines Agency (EMA), Food and Drug Administration (US FDA), Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) maupun BPOM RI terus menerus melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap bahan baku tersebut.

Berdasarkan penelusuran BPOM, Penny mengatakan obat antihipertensi golongan ARB yang beredar di Indonesia dan terdampak impurities NDMA dan NDEA adalah Losartan dan Valsartan dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China.

Sedangkan Irbesartan yang ditarik oleh US FDA, kata dia, sumber bahan bakunya tidak digunakan untuk produk obat yang terdaftar di Indonesia.

“Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA,” kata dia.

Industri farmasi, kata dia, telah menyatakan bersedia menarik seluruh obat yang mengandung bahan baku Losartan tersebut secara sukarela.

“Sesuai dengan prinsip utama dalam pemberian obat, BPOM RI mengimbau kepada Sejawat Kesehatan Profesional dan semua pihak yang terkait agar mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan pasien dalam mempertimbangkan pemberian obat ini kepada pasien,” kata dia.

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Dokter Akui Sempat Stres Tangani Pasien Corona 
apahabar.com

Nasional

PP Muhammadiyah Minta Masyarakat Menerima Hasil Resmi Pemilu 2019
DPR

Nasional

Wakil Ketua DPR: Pemahaman UU Cipta Kerja Masyarakat Belum Utuh
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Salat Iduladha di Bogor Bersama Keluarga
Covid-19

Nasional

Kasus Kematian Capai Puluhan Ribu, Satgas Ingatkan Covid-19 Bukan Konspirasi
apahabar.com

Nasional

Jokowi: FKUB Hendaknya Jadi Tenda Bangsa yang Mengayomi Semua Umat Beragama
apahabar.com

Nasional

KPK Ungkap Kakanwil Kemenag Jatim Pernah Setor Rp250 Juta ke Rommy
Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Tolak Jenazah Covid-19

Nasional

Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Tolak Jenazah Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com