Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

BPOM Tarik Obat Tekanan Darah Tinggi ARB karena Mengandung NDMA-NDEA

and - Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 18:20 WIB
and - Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 18:20 WIB

BPOM Tarik Obat Tekanan Darah Tinggi ARB karena Mengandung NDMA-NDEA

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan BPOM mengatakan obat antihipertensi kategori Angiotensin Receptor Blocker (ARB) ditarik oleh sejumlah industri farmasi karena mengandung unsur pengotor (impurities) yang membahayakan kesehatan.

“Untuk pasien yang sudah mengonsumsi obat antihipertensi dengan bahan baku yang terdampak impurities N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA) tersebut dapat berkonsultasi dengan dokter/apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan atau kefarmasian,” kata Penny di Jakarta, Selasa (4/12).

Dia mengatakan obat golongan ARB termasuk di dalamnya Irbesartan, Losartan dan Valsartan merupakan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Di Amerika Serikat dan negara-nagara Eropa obat antihipertensi ARB itu sudah ditarik baik yang bentuknya tunggal atau kombinasi.

Saat ini, kata dia, European Medicines Agency (EMA), Food and Drug Administration (US FDA), Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) maupun BPOM RI terus menerus melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap bahan baku tersebut.

Berdasarkan penelusuran BPOM, Penny mengatakan obat antihipertensi golongan ARB yang beredar di Indonesia dan terdampak impurities NDMA dan NDEA adalah Losartan dan Valsartan dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China.

Sedangkan Irbesartan yang ditarik oleh US FDA, kata dia, sumber bahan bakunya tidak digunakan untuk produk obat yang terdaftar di Indonesia.

“Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA,” kata dia.

Industri farmasi, kata dia, telah menyatakan bersedia menarik seluruh obat yang mengandung bahan baku Losartan tersebut secara sukarela.

“Sesuai dengan prinsip utama dalam pemberian obat, BPOM RI mengimbau kepada Sejawat Kesehatan Profesional dan semua pihak yang terkait agar mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan pasien dalam mempertimbangkan pemberian obat ini kepada pasien,” kata dia.

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Darurat Covid-19, Jadi Momentum Evaluasi Sistem Pendidikan

Nasional

Darurat Covid-19, Jadi Momentum Evaluasi Sistem Pendidikan
apahabar.com

Nasional

Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Bermunculan di Lokasi Karhutla
apahabar.com

Nasional

Puluhan Masih Tertimbun, Korban MD Tambang Longsor Terus Bertambah
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming: Stop Saling Menyalahkan, HIPMI Peduli Bantu Korban Banjir Jabodetabek
apahabar.com

Nasional

Kasus Corona di Qatar Bertambah Jadi 12 Orang
Polda Jateng Tangkap Tiga Tersangka Penolak Jenazah Covid-19

Nasional

Polda Jateng Tangkap Tiga Tersangka Penolak Jenazah Covid-19
apahabar.com

Nasional

Debat Kelima Pilpres 2019, Adu Gagasan di Babak Visi-Misi
apahabar.com

Nasional

Terdapat 3.680 Korban, Polisi Ungkap Sindikat Mafia Perumahan Syariah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com