Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

BPOM Tarik Obat Tekanan Darah Tinggi ARB karena Mengandung NDMA-NDEA

and - Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 18:20 WIB
and - Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 18:20 WIB

BPOM Tarik Obat Tekanan Darah Tinggi ARB karena Mengandung NDMA-NDEA

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan BPOM mengatakan obat antihipertensi kategori Angiotensin Receptor Blocker (ARB) ditarik oleh sejumlah industri farmasi karena mengandung unsur pengotor (impurities) yang membahayakan kesehatan.

“Untuk pasien yang sudah mengonsumsi obat antihipertensi dengan bahan baku yang terdampak impurities N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA) tersebut dapat berkonsultasi dengan dokter/apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan atau kefarmasian,” kata Penny di Jakarta, Selasa (4/12).

Dia mengatakan obat golongan ARB termasuk di dalamnya Irbesartan, Losartan dan Valsartan merupakan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Di Amerika Serikat dan negara-nagara Eropa obat antihipertensi ARB itu sudah ditarik baik yang bentuknya tunggal atau kombinasi.

Saat ini, kata dia, European Medicines Agency (EMA), Food and Drug Administration (US FDA), Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) maupun BPOM RI terus menerus melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap bahan baku tersebut.

Berdasarkan penelusuran BPOM, Penny mengatakan obat antihipertensi golongan ARB yang beredar di Indonesia dan terdampak impurities NDMA dan NDEA adalah Losartan dan Valsartan dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China.

Sedangkan Irbesartan yang ditarik oleh US FDA, kata dia, sumber bahan bakunya tidak digunakan untuk produk obat yang terdaftar di Indonesia.

“Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA,” kata dia.

Industri farmasi, kata dia, telah menyatakan bersedia menarik seluruh obat yang mengandung bahan baku Losartan tersebut secara sukarela.

“Sesuai dengan prinsip utama dalam pemberian obat, BPOM RI mengimbau kepada Sejawat Kesehatan Profesional dan semua pihak yang terkait agar mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan pasien dalam mempertimbangkan pemberian obat ini kepada pasien,” kata dia.

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Langgar PSBB Transisi

Nasional

Langgar PSBB Transisi, Polisi Tutup 19 Kafe dan Restoran di Jaksel
apahabar.com

Nasional

Ancam Rusak Habitat Bekantan, Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Baru Dikaji
apahabar.com

Nasional

Jokowi Blusukan di Balikpapan, 1.401 Personel Gabungan TNI-Polri Diterjunkan
apahabar.com

Nasional

Warga Pulau Sebesi Belum Tersentuh Bantuan Pasca-Disapu Tsunami
apahabar.com

Nasional

Denda Berkendaraan Sambil Merokok di Negara Luar Lebih Berat
apahabar.com

Nasional

Setahun Jokowi-Maruf Amin, Video Ahok Buka-bukaan Soal Langkah Besarnya Jika Jadi Presiden RI

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif Bertambah 4.070 Jadi 385.980 Kasus
Terpisah dari Rombongan, Gajah Sumatera Dibantai hingga Tewas

Nasional

Terpisah dari Rombongan, Gajah Sumatera Dibantai hingga Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com