Megaproyek Kereta Api Kalsel Belok ke Jorong: Tak Mudah Mengintegrasikan KEK Breaking News! Bangunan Pasar Lima Ambruk, 4 Orang Sempat Terjebak Pengemudi Ojol Lebih Memilih Pakai Motor Konvensional Dibanding Motor Listrik, Terungkap Alasannya Samsung Galaxy A23 5G Dirilis, Spesifikasinya Dirancang untuk Generasi Milenial Di Tengah Krisis Pangan, Jokowi Sentil Kecilnya Porsi Startup Agrikultur

BPS: Jumlah Desa Tertinggal Sisa 6.518

- Apahabar.com     Senin, 10 Desember 2018 - 14:07 WITA

BPS: Jumlah Desa Tertinggal Sisa 6.518

Tribunnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat desa dengan status tertinggal berkurang sebanyak 6.518 desa. Itu berdasarkan hasil pendataan Potensi Desa (Podes) 2018.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pengurangan jumlah desa tertinggal tersebut melewati target pemerintah.

Dalam RPJMN 2015-2019 yaitu 5.000 desa tertinggal. Begitu pula, target penambahan desa mandiri melewati target 2.000 desa.

“Ini sebuah capaian yang kita patut apresiasi dan ke depan kita patut menelisik persoalan yang masih ada di desa. Ini juga hasil kerja keras Kementerian Desa dan kementerian lain. Kita harapkan jumlah desa mandiri terus meningkat dan desa tertinggal semakin berkurang,” ujar saat rilis Podes 2018 di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (10/12) ditulis ANTARA.

Dalam Podes 2018, terdapat Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang merupakan indeks untuk menunjukkan tingkat perkembangan desa dengan status tertinggal, berkembang, dan mandiri.

Hasil pengategorian IPD menghasilkan desa tertinggal sebanyak 14.461 desa (19,17 persen), desa berkembang sebanyak 55.369 desa (73,4 persen), dan desa mandiri sebanyak 5.606 desa (7,43 persen).

Terkait desa tertinggal, Suhariyanto memamparkan desa tertinggal banyak berada di pulau Papua, Maluku, dan Kalimantan. Pulau-pulau tersebut jumlah desa tertinggal cukup tinggi yaitu Papua 87,12 persen, Papua Barat 82,03 persen, Maluku 46 persen, Maluku Utara 37 persen, dan Kalimantan Utara 61 persen.

“Tentunya ini kita perlu pikirkan. Masalah besar di sana lebih ke masalah geografis di Papua misalnya sangat sulit untuk dicapai. Kalau tidak ada keberpihakan, bagaimana kita mungkin harapkan saudara-saudara kita di wilayah timur bisa mengejar ketertinggalan,” katanya. BPS baru saja merilis hasil pendataan Podes 2018, yang merupakan kegiatan sensus terhadap seluruh wilayah administrasi terendah setingkat desa/kelurahan.

Podes 2018 dilaksanakan pada Mei 2018 terhadap seluruh desa, nagari, kelurahan, unit permukiman transmigrasi (UPT), dan satuan pemukiman transmigrasi (SPT).

“Podes ini bentuk dukungan BPS kepada pemerintah. Data mengenai podes ini hanya kita rilis tiga kali dalam 10 tahun,” ujar pria yang akrab dipanggil Kecuk itu.

Berdasarkan hasil Podes 2018, tercatat 83.931 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa yang terdiri dari 75.436 desa, 8.444 kelurahan, dan 51 UPT/SPT. Podes juga mencatat sebanyak 7.232 kecamatan dan 514 kabupaten/kota.

“Jumlah desa naik 1.741 desa dibandingkan Podes 2014,” kata Kecuk.

Baca Juga: SemangatAi Pegawai, Kejari Sasar Tiga Instansi di Banjabaru

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tak Berkategori

Hina Tragedi KRI Nanggala 402, Pria Paruh Baya Menyerahkan Diri ke Lanal Balikpapan

Tak Berkategori

Pria di NTB Nikahi Dua Wanita Sekaligus, Warganet Pikirkan Malam Pertama
apahabar.com

Tak Berkategori

Sukamta Tak Beri Toleransi Oknum yang Permainkan Anggaran Desa

Tak Berkategori

Viral Tagar Percuma Lapor Polisi, Polda Kaltim Langsung Bereaksi
Eks Pasangan Bupati

Tak Berkategori

Eks Pasangan Bupati Balangan Bertemu di Pengadilan, Wakil Beberkan soal Utang Biaya Pencalonan
PLTN

Tak Berkategori

Kaltim Bakal Dibangun PLTN, Bapaten: Nuklir Itu Ada Resiko Ada Manfaat
Hamas

Tak Berkategori

Setelah 11 Hari Pertempuran, Gencatan Senjata Hamas-Palestina Dimulai
Iming-imingi Pinjaman Uang Hingga Mobil, Koperasi di Anjir Muara Diduga Menipu Ratusan Warga

Tak Berkategori

Iming-imingi Pinjaman Uang Hingga Mobil, Koperasi di Anjir Muara Diduga Menipu Ratusan Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com