Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya Ultah Ke-4, Kelompok Garis Keras Bartman Ultras 1988 Menolak Perbedaan

Brasil Sempat Dilanda Ketakutan, Piala Jules Rimet Hilang

and - Apahabar.com Kamis, 20 Desember 2018 - 21:40 WIB
and - Apahabar.com Kamis, 20 Desember 2018 - 21:40 WIB

Brasil Sempat Dilanda Ketakutan, Piala Jules Rimet Hilang

Pele dan Piala Jules Rimet 1970. Foto-net

apahabar.com, BRASIL – Tepat 35 tahun silam, 20 Desember 1983 warga Brasil sempat dilanda ketakutan.

Apa sebab? Gara-garanya, piala Jules Rimet hilang dicuri.

Sebelumnya, Piala Jules Rimet pernah hilang dicuri orang. Piala tersebut akhirnya bisa ditemukan kembali di Inggris pada 1966

Supremasi tertinggi juara dunia cabang olahraga sepakbola itu hilang setelah 13 tahun Brasil merebutnya.

Baca Juga: PSSI Tunjuk McMenemy Tangani Timnas, Ini Alasannya

Kesuksesan Brasil tersebut tidak mudah diraih. Brasil membutuhkan waktu 40 tahun untuk membawa pulang piala yang diberi nama sesuai dengan nama presiden pertama FIFA tersebut.

Dengan skuat yang diisi oleh Pele, Tostao, Jairzinho, dan Carlos Alberto, Brazil mengandaskan impian Italia untuk menjadi juara.

Lantas, piala tersebut dipertunjukkan di lantai tiga kantor Federasi Sepakbola Brazil, CBF, di Rio Rua da Alfandega, Rio de Janeiro.

Aneh memang, lantaran Brasil justru memilih menyimpan trofi di Rio de Janeiro, kota yang juga sarang beragam kasus kejahatan.

Penjaga keamanan pun berhasil dilumpuhkan oleh pencuri yang dikabarkan terdiri dari beberapa orang.

The Guardian melansir bahwa setelah mengikat penjaga keamanan, para pencuri berhasil membuka bingkai kayu yang ditutup oleh kaca antipeluru.

Pagi harinya, pencurian tersebut membuat geger seluruh penjuru Brasil pada 20 Desember.

Bank Negara Bagian Rio pun akan memberikan hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil mengembalikan Piala Jules Rimet dalam kondisi semula.

Dalam buku, The Theft of the Jules Rimet Trophy, Martin Atherton menuliskan bahwa presiden CBF saat itu, Giulite Coutinho, meminta seluruh rakyat Brasil membantu melacak Piala Jules Rimet.

“Nilai spiritual dari piala ini jauh lebih besar daripada nilai materialnya,”  jelas Coutinho seperti dituliskan dalam buku terbitan tahun 2008.

Polisi pun langsung melakukan penyeledikan untuk melacak keberadaan pencuri.

Beberapa penjaga keamanan yang disekap pun diminta keterangannya terkait kronologis kejadian.

Sehari setelah kejadian, dua orang yang sebelumnya bekerja di CBF sebagai petugas kebersihan pun ditangkap.

Pele mengatakan seperti dilansir FourFourTwo, dampak dari perampokan tersebut cukup luas. “Perampokan Piala Jules Rimet menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi bukan karena keputusasaan dari para pencuri tapi merupakan akibat dari kemiskinan yang terjadi di Brazil,” ujar legenda Santos tersebut.

Hingga kini, piala tersebut tidak ditemukan. The Guardian pun meyakini bahwa piala yang juga membawa sejarah sepakbola dunia tersebut telah dilebur dan dijual sebagai bullion atau logam mulia (dengan tingkat kemurnian minimal 99,5 %).

Jika dihitung, dengan kurs rupiah sekarang Piala Jules Rimet diperkirakan bernilai seharga 3,3 miliar.

Merujuk apa yang diucapkan Pele, nilai material dari piala tersebut tidak sebanding dengan sejarah di dalamnya yang terkandung jerih payah pesepakbola Brasil untuk menjadi yang terbaik di dunia; karena piala adalah simbol kejayaan, dan kejayaan tak pernah bisa ditukar dengan uang.

Sebelum penyelenggaraan Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 1930, FIFA telah mengumumkan bahwa piala yang diperebutkan, Piala Jules Rimet, bisa dibawa pulang oleh negara yang mampu menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali.

Piala tersebut bisa disimpan di negara tersebut selama-lamanya.

Piala Dunia memang tidak selamanya berlangsung mulus.

FIFA pun sempat memutuskan tidak menyelenggarakan Piala Dunia karena terjadinya Perang Dunia kedua.

Selain itu ketatnya persaingan antar negara membuat Piala Jules Rimet masih belum dimiliki oleh siapapun hingga 39 tahun lamanya.

Baru pada 1970, Piala Jules Rimet berpindah dari lemari kaca di markas FIFA menuju Brasil.

Baca Juga: Final PD Antar Klub, Madrid Jangan Remehkan Al Ain

Sumber : Pandit Football
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Menangi Derby D’Italy, Juve Samai PSG
apahabar.com

Sport

Gagal Dua Kali Penalti, Enrique: Jika Ada Lagi Tetap Sergio Ramos
apahabar.com

Sport

Baru Sadar, Marquez Akui Tak Bisa Tampil di MotoGP Andalusia
apahabar.com

Sport

Pelatih Singapura Puji Timnas Indonesia U-22, Yakin ke Final SEA Games 2019
apahabar.com

Sport

JADWAL PSMS Medan vs Gumarang FC di Stadion Teladan Medan Sore Ini, Kick Off Pukul 16.00 WIB, Philep Hansen Fokus Ini
apahabar.com

Sport

SEA Games 2019: Akhir Penantian 14 Tahun Greysia Polli Raih Emas SEA Games
apahabar.com

Sport

Indonesia Masters 2020, Debut Mulus Owi/Apriyani
apahabar.com

Sport

Sebut Yahudi, LeBron Minta Maaf atas Komentar di IG
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com