Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Copot Sekarang 22 Aplikasi Android Ini, Berbahaya

- Apahabar.com Jumat, 14 Desember 2018 - 12:42 WIB

Copot Sekarang 22 Aplikasi Android Ini, Berbahaya

Ilustrasi play store. Foto-liputan6.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Perusahaan keamanan internet Sophos Labs mengingatkan pengguna Android untuk berhati-hati dengan aplikasi yang ada di Play Store. Tak ada jaminan aplikasi yang tersedia di Play Store itu aman bagi pengguna.

Sophos Labs menemukan, setidaknya 22 aplikasi di Play Store yang berbahaya. Untuk itu, pengguna sangat disarankan untuk mencopot alias uninstall 22 aplikasi yang mereka temukan. Jangan menunda copot aplikasi berbahaya yang dimaksud.

22 aplikasi yang dimaksud yakni Sparkle, Snake Attack, Math Solver, ShapeSorter, Tak A Trip, Magnifeye, Join Up, Zombie Killer, Space Rocket, Neon Pong, Just Flashlight, Table Soccer, Cliff Diver, Box Stack, Jelly Slice, AK Blackjack, Color Tiles, Animal Match, Roulette Mania, HexaFall, HexaBlocks dan PairZap.

Dikutip dari IBTimes, Kamis 13 Desember 2018, peneliti keamanan mengatakan, 22 aplikasi merupakan aplikasi yang menipu di Play Store. Aplikasi tersebut menyedot data dan menguras daya baterai pengguna secara diam-diam.

Baca Juga : Cara Aktifkan Fitur Penangkal Bullying di Instagram

Puluhan aplikasi itu diam-diam menjalankan latar belakang meski pengguna telah menutup aplikasi.

“Dari sudut pandang pengguna, aplikasi ini menguras daya baterai ponsel mereka dan menyebabkan kelebihan data, karena aplikasi terus berjalan dan berkomunikasi dengan server di latar belakang,” jelas peneliti senior Sophos Labs, Chen Yu.

Selain menguras daya dan data, aplikasi tersebut diam-diam juga membuat menarik iklan ke perangkat pengguna.

Peneliti Sophos Labs menemukan kode penipuan dari tiga aplikasi populer dari puluhan aplikasi tersebut pada Juni lalu. Dan usut punya usut sebagian besar aplikasi berbahaya itu dibuat selama atau setelah Juni 2018.

Sebenarnya, Sophos Labs telah memberitahu ke Google atas puluhan aplikasi jahat tersebut pada bulan lalu. Google memang telah menghapus deretan aplikasi itu pada 25 November 2018 dan sudah lenyap.

Tapi ternyata, banyak dari aplikasi jahat itu masih terpasang di perangkat Android pengguna dan terus menipu jaringan periklanan dan menguntungkan pengembang.

Baca Juga : Harga Galaxy S10 1TB Tembus Rp25 Juta

Sumber : viva.co.id

Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pandemi, Kaltim Dorong Petani Seriusi Budi Daya Kopyor

Ekbis

Pagi Buta, Penumpang Membeludak di Terminal Baru Syamsudin Noor
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, TCASH Berubah Menjadi LinkAja

Ekbis

Dapat Suntikan Semangat Ridwan Kamil, bank bjb Siap Optimalkan Potensi Ekonomi jabar
apahabar.com

Ekbis

Menggeliatkan Ekonomi Syariah di Pondok Pesantren
apahabar.com

Ekbis

Usai Pengumuman Kabinet, Rupiah Menguat 9 Poin
apahabar.com

Ekbis

Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit
apahabar.com

Ekbis

Setelah B20, Jokowi Targetkan B30 Januari 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com