Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu

Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan Cianjur Berhenti Melaut

- Apahabar.com Selasa, 25 Desember 2018 - 20:13 WIB

Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan Cianjur Berhenti Melaut

Sebuah kapal nelayan sedang berusaha menangkap ikan di laut. Foto-net

apahabar.com, CIANJUR – Ratusan nelayan di pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, terpaksa berhenti melaut. Pasalnya, cuaca ekstrem ditambah sulitnya mendapatkan ikan di tengah lautan yang kerap terjadi badai.

Hanya sebagian kecil yang memaksakan diri tetap melaut meskipun tidak sampai ke tengah lautan lepas. “Di penghujung tahun hasil tangkapan sekali melaut mengalami penurunan drastis, dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu. Saat ini hanya dua jenis ikan saja yang bisa didapat,” kata Uu (45) seorang nelayan di Jayanti, Cianjur, Selasa (25/12).

Ia menjelaskan tangkapan nelayan hanya ikan jenis layur yang dihargai sebesar Rp30.000 perkilogram dan ikan Tongkol yang dihargai Rp35.000 sampai Rp40.000 perkilogram.

“Saat ini nelayan di Jayanti hanya mampu mendapat ikan 15 sampai 20 kilogram satu kali melaut, meskipun hasil tangkapan per satu kilogram ikan hanya dihargai Rp15.000 perkilogram,” terangnyanya.

Harga dan hasil tangkapan yang tidak maksimal tidak sebanding dengan biaya operasional melaut karena harga bahan bakar mencapai Rp10.000 per liter, ditambah biaya sewa kapal yang harus dibayar pada pemilik kapal.

“Per sekali melaut tidak cukup 10 liter bahan bakar, tergantung jarak yang akan di tempuh ke tempat biasa menangkap ikan. Kadang hasil tangkapan hanya cukup untuk menganti operasional, mahal sering tekor,” keluhnya.

Setiap akhir tahun tambah dia, hasil tangkapan ikan di Pantai selatan selalu menurun karena berbagai faktor termasuk cuaca dan paceklik. Menjelang akhir tahun angin di tengah laut selalu kencang dengan gelombang tinggi, meskipun hal tersebut sudah biasa untuk nelayan.

“Meskipun angin di tengah laut sangat kencang, mau hasilnya maksimal ataupun minim, saya harus melaut untuk menafkahi anak dan istri karena tidak memiliki keahlian lain,” pungkasnya.

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kabut Asap Menebal di Banjarmasin, Liburan Sekolah Tiba?
apahabar.com

Nasional

Beda Pandangan Soal Teriakan ‘Jokowi Wae’ Saat Prabowo di Surabaya
apahabar.com

Nasional

BPD Hipmi Jabar Mantap Dukung Mardani H Maming
apahabar.com

Nasional

Sampaikan Pidato Perdana, Jokowi Dinilai Makin Pede
apahabar.com

Nasional

Penghuni Rutan di Riau Tidur Bak Kelelawar
apahabar.com

Nasional

Tinjau Gugus Tugas, Presiden Ingatkan ‘Second Wafe’ Covid-19
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Dorong Penguatan Kemitraan ASEAN-Selandia Baru di Pasifik
apahabar.com

Nasional

Situs DPRD Sulsel Diretas, Jadi RIP KPK!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com