MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

CV Nadiya Parkartama Palsukan Data, Saksi Berbelit Saat Beber Fakta

- Apahabar.com Rabu, 12 Desember 2018 - 06:00 WIB

CV Nadiya Parkartama Palsukan Data, Saksi Berbelit Saat Beber Fakta

JPU Mahardika PW Rosadi kala melemparkan sejumlah pertanyaan kepada seorang saksi, dalam persidangan lanjutan kasus korupsi pasar Ulin raya Banjarbaru, di Pengadilan Tipikor Banjarmasin. Apahabar.com/Baha)

apahabar.com, BANJARMASIN – Sidang lanjutan kasus korupsi Pasar Ulin Raya Banjarbaru berjalan alot.

Sidang, sebelumnya, turut dihadiri dua terdakwa. Mereka mantan Kadishub Kota Banjarbaru, Antoni Arfan dan Ahmad Jayadi.

Sidang beragendakan mendengar tiga keterangan saksi, dihelat Selasa (11/12) siang di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

Tiga saksi yang dihadirkan jaksa, yakni Fauzi mantan Kabid DPPKAD Kota Banjarbaru, Terasa Rieka Bendahara Dishub Kota Banjarbaru, serta Edi Sutiarman Kabag Hukum Pemkot Banjarbaru.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mahardika PW Rosadi memastikan, kesaksian lebih banyak mengarah kepada prosuder masuknya retribusi dana ke CV Nadiya Parkatama dan bagaimana cara penyalurannya ke daerah.

“Apalagi salah satu saksi seperti Fauzi, di mana saat ditanya banyak berberbelit. Sebab, kasus ini tergolong sudah lama. Dirinya banyak lupa terkait cara mainnya dana CV Nadiya,” ungkapnya selepas sidang.

Penetapan pengelolaan parkir terjadi pada masa kepemimpinan kedua terdakwa sebagai Kadishub Kota Banjarbaru. Berbeda dengan Fauzi yang mengaku lupa, lanjut Mahardika, dari hasil saksi tadi ternyata Edi selaku Kabag Hukum, mengaku tidak pernah dilibatkan.

“Nah, namun yang perlu dipahami, pada awal sidang Rina dan Sofyan sebelumnya. Dari saksi itu, ternyata CV Nadiya memanipulasi data sehingga merugikan negara. Intinya, uangnya masuk dahulu dan laporannya belakangan,” papar Kasi Tipidsus Kota Banjarbaru itu.

Seusai mendengarkan substansi keterangan para saksi tadi Majelis hakim emutuskan untuk melanjutkan sidang esok hari. Agendanya pendalaman dari keterangan saksi. Adapun sidang dipimpin Hakim ketua adalah Yusuf Pranowo, Hakim Anggota Dana Hanura dan Hakim Fauzi.

Mahardika menyebutkan, guna mengungkap perkara ini seterang-terangnya, pihaknya akan kembali menghadirkan saksi-saksi pada dua pekan ke depan.

Untuk diketahui, CV Nadya Karya Pratama merupakan pihak ketiga yang pengelola parkir pasar Ulin Raya. Direktur dan manajer operasional CV Nadya Parkatama, masing-masing Sofyan dan Rina Lestari Arimbi -keduanya pasangan suami-istri- telah divonis pada 2017 silam. Masing-masing dua tahun.

Mereka disangkakan melanggar UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan nilai kerugian sesuai fakta hukum di persidangan sebesar Rp 1,6 Miliar.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Pekan Kedua November, Polda Kalsel Ungkap 24 Kasus Narkoba
apahabar.com

Hukum

Gelapkan Ratusan Juta Hasil Penjualan Buku, Salesmen Foya-Foya Beli Elektronik
apahabar.com

Hukum

Satu Lagi Pengedar Sabu Diciduk, Kini Giliran Pria di Surgi Mufti
apahabar.com

Hukum

Ribut-Ribut di Kontrakan, Pria Tabalong Simpan Serbuk Bening
apahabar.com

Hukum

Polisi Masih Buru Pelaku Penikaman Sopir Pribadi Keluarga Bupati Barito Utara

Hukum

Warga Amuntai Selatan Curi HP di Dashboard Motor, Berawal dari Kelengahan Korban
apahabar.com

Hukum

Markas Pengacara Diobok Maling, Elektronik dan Perabot Dapur Digondol
apahabar.com

Hukum

Terlelap, Gembong Curanmor Lintas Kabupaten Tak Berkutik Disergap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com