Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah

Dalam Sepekan Bertambah 24 Pasien DBD di Kabupaten Banjar

- Apahabar.com Jumat, 28 Desember 2018 - 18:54 WIB

Dalam Sepekan Bertambah 24 Pasien DBD di Kabupaten Banjar

Ilustrasi Demam Berdarah Dengue (DBD). Foto-merdeka.com

apahabar.com, MARTAPURA – Sejak sepekan ini kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, hingga kini telah terdapat 295 pasien penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Banjar    Rusidawati, SKM mengatakan, data DBD dari Januari sampai 21 Desember terdapat 271 pasien, namun hingga hari ini sudah bertambah mencapai 295 pasien. Jadi ada penambahan pasien sebanyak 24 orang.

apahabar.com

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Banjar, Rusidawati. Foto-apahabar.com/rezarifani

Rusidawati menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar, terutama sampah yang menumpuk bisa menjadi sarang buat nyamuk pembawa demam berdarah.

“Ketika ada kasus DBD masyarakat selalu meminta fogging, padahal itu bukan menjadi solusi utama, itu cuma salah satu rangkaian ketika ada kasus.

 

Baca Juga: 271 Pasien DBD, Dinkes Banjar Himbau Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Masyarakat harus waspada terhadap sarang nyamuk diakibatkan tumpukan sampah dan genangan air di tempat-tempat yang bersih serta terlalu lama dibiarkan,” jelas Rusidawati, didampingi Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Thaufikkurrahman SKM MM kepada Wartawan Apahabar.com, Jumat (28/12).

Sementara, Taufiq  menambahkan penyakit demam berdarah tinggi atau yang sering dikenal DBD itu memang penyakit yang berasal dari lingkungan, hal itu dikarenakan masyarakat tidak bisa menjaga kebersihan, dalam artian banyak sarang nyamuk disebabkan lingkungan yang tidak bersih.

“Padahal pembasmian nyamuk pembawa demam berdarah dengan fogging bukan solusi terbaik, yang terbaik mencegah DBD ialah dengan cara pemberantasan sarang nyamuk,” tegas Taufiq.

Dia juga menghimbau, ketika ada anak yang mendadak panas namun masih bisa bermain, namun tiba-tiba malamnya badannya panas, itu sudah patut diwaspadai. Sebab pada hari pertama kemungkinan anak itu sudah terkena gejala demam berdarah.

“Jadi kewaspadaan penting sekali, dalam hal itu harus secepatnya dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan baik itu puskesmas atau rumah sakit terdekat,” pungkasnya menghimbau.

Reporter: Reza Rifani
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jelang HUT PMI ke-70, Duta Mall Banjarmasin Gelar Baksos Donor Darah
apahabar.com

Kalsel

Kepala Kejari HST Angkat Bicara Soal Isu Pemanggilan Dirinya oleh KPK
apahabar.com

Kalsel

Intip Tips Terhindar Penculikan ala Bidang Humas Polda Kalsel
Denny Indrayana

Kalsel

Denny Singgung Keberadaan ‘Tim Dozer’ di PSU Pilgub Kalsel, BirinMu Buka Suara
apahabar.com

Kalsel

Jaga Kamtibmas dan Sosialisasi Protokol Kesehatan, Personel Polsek Banjarbaru Timur Sambangi Pertokoan
apahabar.com

Kalsel

Viral Dikira Begal, Pelaku Penganiayaan di Gunung Kupang Ditangkap
apahabar.com

Kalsel

Kekurangan Jumlah PPS, KPU Batola Ambil Tenaga Pendidik
apahabar.com

Kalsel

Lawan Pandemi, Batola Mulai Genjot Jejangkit Ecopark
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com