Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

Degradasi, Manajemen SFC Sebut Juventus juga Pernah

and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 02:18 WIB
and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 02:18 WIB

Degradasi, Manajemen SFC Sebut Juventus juga Pernah

Sriwijaya FC. Foto-net

apahabar.com, MALANG – Kecewa. Demikian dirasa manajemen Sriwijaya FC saat menyampaikan permintaan maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Selatan atas hasil yang kurang memuaskan di Liga 1 2018 sehingga tim ini harus terdegradasi ke Liga 2 pada musim mendatang.

Laskar Wong Kito harus menerima kenyataan bahwa pada musim ini terdegradasi ke Liga 2 setelah pada pertandingan terakhir menelan kekalahan atas Arema FC di Malang, Minggu (9/12).

Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri Muddai Madang mengatakan kekalahan ini tentunya sangat menyedihkan bagi pencinta Sriwijaya FC tapi bukan berarti menghilangkan optimisme.

Baca Juga : Anies : Raih Juara Tonggak Baru Kejayaan Persija

Selaku Dirut PT SOM sekaligus sebagai pemilik saham mayoritas PT SOM, Muddai menyatakan menjadi pihak yang paling bertanggungjawab dan paling berkepentingan dalam perjalanan Sriwijaya FC di kompetisi Liga 1.

“Kami jelas juga sangat kecewa. Kami jelas bersedih hati. Apalagi kami sudah mengerahkan pikiran dan mengeluarkan biaya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada mayarakat Sumatera Selatan, khususnya pecinta Sriwijaya FC yang selama ini memberikan dukungan,” kata dia.

Ia mengatakan, sebenarnya manajemen klub sudah berusaha maksimal menjaga marwah Sriwijaya FC untuk tetap berada di Liga 1. Upaya itu dilakukan dengan mendatangkan pelatih yang berkualitas, kemudian memastikan kelancaran pembayaran gaji.

Akan tetapi usaha itu gagal sehingga tim harus menerima kenyataan turun kasta setelah hanya mampu berada di peringkat ke-17 dengan meraih 39 poin.

“Inilah olahraga, yang mana naik turun kasta itu menjadi bagian dari seni olahraga sepak bola. Bahkan Juventus, Sampdoria, juga pernah terdepresiasi di Serie A Italia. Maka dari itu, ini bukanlah akhir dari segalanya,” kata Muddai.

Untuk itu, manajemen klub akan berjuang maksimal pada musim depan untuk memastikan satu tempat di Liga 1 pada 2020.

“Kami akan tetap optimis dalam berjuang untuk mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya di Liga 1,” pungkasnya.

Pada laga melawan Arema di Stadion Kanjuruhan Malang, gol Sriwijaya tercipta menit ke-25 melalui Esteban Gabriel Vizcarra. Namun gol itu dibalas Arema masing-masing melalui Makan Konate menit ke-63 melalui titik penalti dan gol Didik Setiawan menit ke-83.

Baca Juga : Tiga Pemain Kunci Persija Raih Juara

Sumber : Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Jelang MotoGP Austria Akhir Pekan Ini, Intip Kans Rossi Naik Podium
apahabar.com

Sport

Rafael da Silva Ungkap Perbedaan Fans China dan Banua
Pesepakbola Kevin De Bruyne

Sport

Kisah Asmara De Bruyne: Pernah Ditikung Rekan Setim Thibaut Courtois

Sport

Pecatur Nasional Irene Kharisma Siap Lawan Dewa Kipas, Live di YouTube Deddy Corbuzier
apahabar.com

Sport

Khabib Nurmagomedov Pensiun dari UFC, Berikut Alasannya
apahabar.com

Sport

Martapura FC Ingin Tantang Barito Putera, Frans Tunggu Jawaban Jacksen
apahabar.com

Sport

Manajer Barito Buka Ruang untuk Diskusi dengan Bartman
apahabar.com

Sport

Perempat Final Liga Champions: Bayern Bentrok Barca
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com