Tiba di Kalsel, Panglima TNI Marsekal Hadi Tinjau Banjir di Objek Vital BPBD Kapuas Kembali Ingatkan Warga, Waspada Cuaca Ekstrem Bantu Warga Terdampak Banjir, Sekretariat PDIP Kalsel Disulap Jadi Tempat Pengungsian Banjir di Haruai Tabalong, Petugas Gabungan Salurkan Makanan dengan Berenang BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru

Diana Terpaksa Bolak Balik Sediakan Jengkol di Festival Kuliner Banjar

- Apahabar.com Sabtu, 8 Desember 2018 - 16:57 WIB

Diana Terpaksa Bolak Balik Sediakan Jengkol di Festival Kuliner Banjar

Stand Jengkol Dahlia di Festival Kuliner Banjar kebanjiran pembeli. Foto-apahabar.com/Tania Anggrainy

apahabar.com, BANJARMASIN – Siapa yang tak kenal jengkol. Jengkol yang familiar disebut jaring oleh masyarakat Banjar, juga ada lho di Festival Kuliner Banjarmasin 2018.

Coba deh kunjungi stand milik warung jengkol Dahlia di fesetival yang berlokasi di Jalan RE Martadinata Banjarmasin, atau persis di depan kantor Walikota Banjarmasin.

Diana Cucu sang pemilik coba peruntungan dengan menjual jengkol tumbuk di festival tersebut. Mahfum, jika pada hari biasa, ia sering kewalahan melayani permintaan pembeli.

Hasilnya? Diana pun nyaris kewalahan melayani para pembeli yang membludak. Pada hari pertama, stand Jengkol Dahlia menjual lebih dari 15kg.

“Kemarin saja kami menjual lebih dari 15kg. Karena banyaknya pembeli yang berminat, saya sampai empat kali bolak-balik ke tempat produksi untuk menambah pasokan jengkol,” ujar Diana saat dihampiri apahabar.com di Festival Kuliner Banjar 2018, Sabtu (8/12).

Baca Juga : Jamur Tiram Ramaikan Festival Kuliner Banjar

apahabar.com

Foto-apahabar.com/Tania

Pada hari biasa, Diana terpaksa memasok jengkol hingga luar daerah. Jumlahnya pun hingga ratusan kilogram.

Siklus panen jengkol saban 4 bulan membuat Diana harus pintar-pintar menyediakan stok. Meski demikian, ia bisa memetik keuntungan dengan kendala itu.

“Karena kesulitan mencari jengkol, sempat 4 bulan tidak panen jengkol. Terpaksa kami harus menaikkan harga jengkol menjadi 25.000 per bungkus,” timpal Diana.

Sementara itu, Rama mengaku ketagihan karena rasa jengkolnya empuk. Disamping itu tambah warga kelayan A Banjarmasin ini, baunya tidak terlalu menyengat dan rasa manis gurih didapat dari lalaan yang terbuat dari santan dan gula.

“Jengkol di sini enak dan empuk, kalau dilain jengkolnya keras. Ditambah rasa gurih dan manis dari lalaan yg dimakan bersama jengkol,” ucap Rama salah seorang pembeli.

Baca Juga : Penyajian Nasi Astakona Bakal Catat Rekor Muri

Reporter : Tania Anggrainy
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Kenali 10 Jenis Kurma dan Khasiatnya
apahabar.com

Gaya

Tanda Ikan Cupang Sakit, Serta Cara Mengatasinya!
apahabar.com

Gaya

Upaya Penanganan Adiksi Online Game
apahabar.com

Gaya

3 Mobil Pusaka Awal Kemerdekaan RI, Intip Sejarahnya
apahabar.com

Gaya

Perusahaan Bir Corona Sikapi Santai Dikaitkan dengan Virus
apahabar.com

Gaya

Tips Mengatasi Haus Saat Sedang Puasa
apahabar.com

Gaya

Pandemi, Penjualan Ponsel Dunia Turun 20 Persen
apahabar.com

Gaya

Empat Pertanda Kontraksi Palsu Saat Hamil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com