Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Berantas DBD, Usaha Dinkes HSS Belum Maksimal

and - Apahabar.com     Kamis, 20 Desember 2018 - 20:44 WITA
and - Apahabar.com     Kamis, 20 Desember 2018 - 20:44 WITA

Berantas DBD, Usaha Dinkes HSS Belum Maksimal

Pengasapan dilakukan untuk memberantas nyamuk aedes aegypti di Hulu Sungai Selatan. Foto-apahabar.com/Nasrullah

apahabar.com, KANDANGAN – Dinas Kesehatan mengklaim pihaknya sudah berusaha  menangkal terjadinya demam berdarah dengue (DBD) dengan pengasapan (fogging) di daerah Hulu Sungai Selatan (HSS). Namun di 2018, 292 orang teridap penyakit tersebut, 3 orang meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan HSS, Zainul Helmy melalui Hanti Wahyuningsih Kabid P2KL (Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan) mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa kali tindakan penanganan kasus DBD ini sesuai arahan Kementerian Kesehatan, melalui program PSN 3M PLUS.

Baca Juga: Polres HSS Siapkan Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019

“Program ini perlu peran serta dari masyarakat secara langsung untuk menekan kasus DBD, dengan aktif ikut terlibat dalam PSN 3M PLUS,” katanya kepada apahabar.com, Kamis (20/12) siang.

Tindakan PSN 3M PLUS yang sudah dilakukan, sambung Hanti, di antaranya fogging, pemberantasan sarang nyamuk, hingga pemberian bubuk abate.

Kendati demikian, lanjut Hanti, upaya itu tidak tuntas memberantas nyamuk. Sebab, nyamuk dapat terbang ke mana-mana, sehingga tidak diketahui dengan pasti keberadaannya.

Pengasapan fogging, dinilainya hanya mematikan nyamuk dewasa, sementara jentik tidak. Belum lagi telur nyamuk yang mampu bertahan di tempat kering, dan tumbuh cepat menjadi nyamuk dewasa.

Sedangkan pemahaman masyarakat, menurut dia, masih terbatas. Sehingga pihaknya masih perlu untuk mengingatkan kembali akan pentingnya memberantas sarang nyamuk. Meski upaya ke arah itu sudah sering dilaksanakan.

“Jadi, tinggal masyarakatnya saja lagi yang harus aktif menerapkan 3M PLUS,” pungkas Hanti.

Baca Juga: 3 Meninggal, HSS Siaga Satu Kasus DBD

Reporter: Nasrullah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Efek Corona: Giliran Hand Sanitizer Diborong di Banjarbaru, IDI Angkat Bicara

Kalsel

Efek Corona: Giliran Hand Sanitizer Diborong di Banjarbaru, IDI Angkat Bicara
BAGUNA

Kalsel

Bantu Warga Isoman, Relawan BAGUNA PDIP Kalsel Bagikan Makanan ke Rumah-rumah
apahabar.com

Kalsel

Pelanggar Protokol Kesehatan di HSS, Belum Ada yang Kena Sanksi Denda
apahabar.com

Kalsel

SKCK Denny Indrayana Dipertanyakan Puar, Kasus Payment Gateway Mencuat Lagi
Narkoba

Kalsel

Ciduk Pemuda Banjarmasin di HST, John Lee CS Temukan Sabu dan Alat Isap

Kalsel

VIDEO: Kebakaran di Citra Garden, Mobil Mewah Nyaris Hangus
apahabar.com

Kalsel

Puncak Arus Balik Terminal Km 6 Diprediksi H+4 Lebaran
apahabar.com

Kalsel

Letkol Arm Siswo Budiarto: Jangan Paksa Buka Pesantren
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com