Cuaca Kalsel Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Siang Berpotensi Hujan di Seluruh Wilayah Kapolres Angkat Bicara, Kapolsek Bungkam Soal Penembakan Maut Martapura Dugaan Skimming Bank Kalsel, Bank Sentral Angkat Bicara Pemerintah Canangkan Subtitusi Komoditas Impor Beralih ke Produk Dalam Negeri Kementerian Investasi Kantongi 700 Pengaduan Keberatan IUP yang Dicabut  
agustus

Dirikan 8 Dapur Umum di Lokasi Terdampak Tsunami Selat Sunda

- Apahabar.com     Minggu, 30 Desember 2018 - 11:04 WITA

Dirikan 8 Dapur Umum di Lokasi Terdampak Tsunami Selat Sunda

Dapur umum untuk korban tsunami Selat Sunda. Foto - Detiknews

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mendirikan dapur umum di 8 titik terdampak tsunami Selat Sunda. Kedelapan dapur umum itu tersebar di Lampung Selatan dan Banten.

“Kami posko dapur umum saja sudah ada 8, dapur umum yang tersebar di 2 Lampung Selatan, 6 di Banten, Serang dan Pandeglang,” ujar Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (30/12/2018).

Baca Juga: Cara Membedakan Madu Asli atau Palsu Secara Ilmiah

Dapur-dapur itu bisa memproduksi 6.000 porsi makanan tiap kali memasak. Personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang bertugas untuk memasak di dapur tersebut.

“Perlu diketahui sebagai informasi, dari satu dapur umum itu sekali masak oleh teman-teman Tagana sekali masak itu mereka bisa memproduksi 6.000 nasi bungkus. Pagi 6.000, siang 6.000, malam 6.000. Tergantung dari suplai bahan pokok dari makanannya itu. Suplainya Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada masalah. Jadi itu dapur umum,” tuturnya.

Agus mengatakan, untuk mempermudah pengungsi mengakses, tenda pengungsian didirikan tidak jauh dari dapur umum.

“Tenda-tenda pengungsian itu kami dekatkan dengan lokasi dapur umum. Sehingga pengungsi itu akan lebih mudah untuk mengakses dan mendapatkan makanan yang kita siapkan,” kata Agus.

Hingga Sabtu (29/12) kemarin, jumlah korban tewas akibat tsunami Selat Sunda tercatat 431 orang. Selain itu, 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, dan 46.646 orang mengungsi.

Selain korban jiwa, ada 1.527 unit rumah rusak berat, 70 unit rumah rusak sedang, 181 unit rumah rusak ringan, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak dan beberapa kerusakan fasilitas publik. Korban dan kerusakan material ini berasal dari lima Kabupaten yaitu Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.

Baca Juga: Hari Ini Terakhir Penukaran 4 Pecahan Uang Lama

Sumber: Detiknews
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Pemerintah Terus Perhatikan Kondisi WNI di Diamond Princess
apahabar.com

Nasional

Simak! Ini Rangkaian Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Besok
apahabar.com

Nasional

Positif Corona, Satu WNI di London Meninggal Dunia
Curi Ban Ambulans

Nasional

Polisi Tangkap Ayah Delapan Anak Nekat Curi Ban Ambulans Puskesmas

Nasional

Gempa Bumi Guncang Malang, Warga Panik Berhamburan ke Luar
apahabar.com

Nasional

Mendikbud Belum Bisa Pastikan Kapan Siswa Akan Kembali Sekolah
apahabar.com

Nasional

Amnesti Untuk Ibu Nuril: Jangan Penjarakan Korban
Covid-19

Nasional

Hoaks Penanaman Chip Pelacak Warga yang Divaksin Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com