Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Dituding Maling di Masjid, Mahasiswa Tewas Dimassa

- Apahabar.com Senin, 17 Desember 2018 - 16:50 WIB

Dituding Maling di Masjid, Mahasiswa Tewas Dimassa

Ilustrasi Pengeroyokan. Foto-Merdeka.com

apahabar.com, GOWA – Disangka maling, Muhammad Khaidir (23) dikeroyok warga di sebuah masjid di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Nyawa mahasiswa tersebut akhirnya tak terselamatkan.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menuturkan tragedi itu terjadi Senin (10/12) pekan lalu. Bermula dari kedatangan Khaidir ke rumah seorang warga berinisial YDS, yang tinggal di dekat masjid.

Khaidir ke rumah itu setelah sebelumnya ke masjid untuk salat, tapi pintunya tertutup. Khaidir menggedor rumah YDS dengan maksud meminta agar pintu masjid dibuka.

“Korban datang ke rumah warga berinisial YDS, seorang penjahit yang dekat masjid. Korban mengetuk pintu rumahnya dengan keras, namun pintu tidak dibuka sehingga korban berjalan ke dalam masjid,” kata Shinto, Senin (17/12).

Gedoran pintu Khaidir ternyata dianggap mengancam oleh pemilik rumah, sehingga YDS lari melalui pintu rumah lain, lalu menuju masjid.

“Informasi keluarganya yang bersangkutan ingin melakukan salat. Ada misinformasi, ada miskomunikasi yang rumah ini menganggap seolah-olah ada suatu ancaman terhadap dirinya,” tutur Shinto.

Baca Juga: 23 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Penimbunan BBM di Batola

Di masjid, YDS bertemu dengan RDN (47), marbut masjid. RDN lalu menggunakan pengeras suara bicara seolah-olah ada maling di masjid.

Khaidir, yang tak merasa terjadi apa-apa, lalu menuju masjid. Di sana sudah ada warga yang berkumpul. Pemuda malang yang dianggap maling itu lalu dipukuli warga.

“Hadirnya korban direspons warga dengan provokasi alat pengeras suara dan menimbulkan hadirnya massa dan melampiaskannya dengan melakukan kekerasan dan penganiayaan bersama-sama,” ujar AKBP Shinto.

“Teriakannya ada maling, tapi tidak ada benda dicuri, itu yang memantik warga datang dan melakukan aksi kekerasan. Itu masih berdasarkan informasi tersangka. Kita ingin cover both side kita tidak punya pembanding dan memang butuh pendalaman dari keluarga korban, nanti kita lihat karakter psiklogisnya,” sambungnya.

Shinto masih belum bisa memastikan apakah korban meninggal di dalam masjid atau di luar masjid setelah pengeroyokan itu terjadi. Dia mengatakan masih menunggu hasil autopsi soal kapan pastinya korban meninggal dunia.

Hingga saat ini, polisi telah menetapkan 10 orang tersangka yang terlibat dalam aksi pengeroyokan itu. Tidak tertutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka lain dalam aksi ini.

Video pengeroyokan Khaidir viral di media sosial baru-baru ini. Aksi sadis warga menganiaya Khaidir di dalam masjid jadi tontonan netizen.

Sumber: Detik
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mensesneg Pastikan Jokowi Hadiri HPN 2020 di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Update Tersangka Karhutla, Jadi 179 Orang dan Empat Korporasi
Bima Arya Diizinkan Pulang dari RS, Lanjut Isolasi Mandiri

Nasional

Bima Arya Diizinkan Pulang dari RS, Lanjut Isolasi Mandiri
apahabar.com

Nasional

Dimas Kanjeng Divonis Nihil, Jaksa Ajukan Banding
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming : Ibu Mega Pendorong Anak Muda Maju Berpolitik
apahabar.com

Nasional

Sambut Hangat Jokowi, TKN Sampaikan Terimakasih pada Warga Kalsel
apahabar.com

Nasional

Golkar Klaim Keunggulan Jokowi di Kalsel 60 Persen, Airlangga Hartarto: Sahbirin Dua Periode
apahabar.com

Nasional

Esok, Pengurus Pusat JMSI Lakukan Rakorev Via Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com