Idulfitri 1442 Hijriah, Ratusan Napi di Barabai Diganjar Remisi Salat Id, Jemaah Masjid Agung Al-Falah Tanbu Doakan Covid-19 Cepat Lenyap Khotbah Salat Id di Masjid Al-Jihad Banjarmasin: Ancaman Budaya Jahiliah & Doa untuk Palestina Longsor Maut Batu Bini HSS, Tim SAR Terpaksa Hentikan Pencarian Cuaca Kalsel Hari Pertama Lebaran, Simak Prediksi BMKG….

Dorong Pengembangan Produk Halal

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 22:53 WIB

Dorong Pengembangan Produk Halal

HALAL – BI berupaya mendorong pengembangan produk halal sebagai sumber ekonomi baru di daerah. Foto - antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Kepala Wilayah Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan (Kalsel) Herawanto mengatakan pihaknya berupaya mendorong pengembangan produk halal sebagai sumber ekonomi baru di daerah.

Menurut Herawanto di Banjarmasin, Kalsel, Kamis, provinsi itu mempunyai modal yang kuat untuk menjadi pusat ekonomi syariah serta sebagai sentra industri halal di regional Kalimantan.
Pengembangan produk halal tersebut meliputi makanan halal, busana muslim, dan pariwisata religi.

Herawanto mengungkapkan, pada gelar Festival Ekonomi Syariah 2018 di Balikpapan, perwakilan Kalsel berhasil meraih berbagai prestasi, yaitu juara I tari oleh Sanggar Permata Ije Lela, juara I lomba nasyid oleh Zahro Voice, dan juara 2 lomba busana muslim oleh Haris Hidayatullah.

“Kami akan memperluas program pemberdayaan usaha pesantren dan pengembangan ekosistem halal ‘value chain’, khususnya makanan, fesyen, dan pariwisata,” katanya. Pada 2018, kata dia, pertumbuhan ekonomi Kalsel berpeluang sedikit meningkat di kisaran 5,1-5,5 persen, dan akan kembali meningkat pada tahun 2019 di kisaran 5,4-5,8 persen.

Peningkatan pada tahun 2019 akan ditopang oleh peningkatan investasi, konsumsi Rumah Tangga (RT), dan konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (LNPRT). Dari sisi sektoral, tambah dia, pertumbuhan akan ditopang utamanya oleh sektor pertanian dan industri pengolahan, seiring terus bergulirnya program cetak sawah.

Selain itu, juga beroperasinya pabrik baru turunan CPO dan program B20.Di sisi lain, prospek harga batu bara yang cenderung akan lebih rendah pada 2019 akan menahan pertumbuhan ekspor dan kinerja sektor pertambangan.

Sumber : Antara

Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Permintaan Valas Turun, Rupiah Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Xiaomi Siapkan Smartphone Baru, Begini Bocorannya
sapi

Ekbis

Duh, Ribuan Pedagang Daging Sapi Gulung Tikar Gegara Pandemi
Rupiah

Ekbis

Mayoritas Mata Uang Kawasan Menguat, Rupiah Akhir Pekan Malah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: BUMN Jangan Ambil Semuanya Proyek Infrastruktur, Berikan Ruang Bagi Swasta
apahabar.com

Ekbis

Bursa Kawasan Turun, IHSG Awal Pekan Diperkirakan Melemah
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Global Lesu, Ekspor Kalsel ‘Terjun Bebas’

Ekbis

Turun Rp 6.000, Ini Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com