Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, Pemerintah RI Jangan Diam! 2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma

DPRD Banjarmasin Siap Mensahkan Perda Lingkungan Hidup

and - Apahabar.com Rabu, 12 Desember 2018 - 18:42 WIB
and - Apahabar.com Rabu, 12 Desember 2018 - 18:42 WIB

DPRD Banjarmasin Siap Mensahkan Perda Lingkungan Hidup

Elly Rahmah. Foto- abdipersadafm.co.id

apahabar.com, BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akhirnya dapat menyelesaikan penggodokan Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Pedoman pengelolaan lingkungan hidup hingga siap disahkan menjadi Perda.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda tersebut Elly Rahmah di Banjarmasin, Rabu (12/12) mengatakan, ada dua hal penting yang diatur dalam Raperda yang sudah difinalisasi ini.

Dua hal yang penting tersebut, kata anggota DPRD dari Fraksi PAN ini adalah tentang pembuangan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dan baku mutu lingkungan.

“Ini krusial, karena masalah limbah B3 dan baku mutu lingkungan belum diatur dalam Perda mana pun,” tuturnya.

Baca Juga : Tunggakan Gaji PT BIM, Sekda: Segera Diselesaikan

Limbah B3 punya beberapa kriteria, yakni mengandung racun, berdampak buruk secara langsung terhadap kesehatan manusia, mudah menyala, bahkan mudah meledak. Yang tergolong limbah B3 sebut saja oli bekas sisa kegiatan industri. Sementara untuk baku mutu lingkungan, kini ditetapkan ambang batas pencemaran.

“Jadi kami menetapkan baku mutu untuk pencemaran udara, air dan tanah. Termasuk juga polusi suara akibat kebisingan,” jelasnya.

Bagi sebuah kota urban, sambung Elly, pencemaran lingkungan selalu menjadi momok. “Contoh, kualitas air sungai kita tak bisa dikatakan bagus. Pencemaran bakteri ecolinya sudah luar biasa,” ucapnya.

Elly menekankan, Banjarmasin memang sudah saatnya memiliki Perda lingkungan hidup. Merujuk pada lingkungan Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam UU tersebut, terang Elly, ada 23 perkara lingkungan yang diatur. Sebagian ditangani pemerintah pusat, selebihnya dilimpahkan ke pemerintah kota dan kabupaten.

“Untuk mengelolanya, perlu peraturan turunan,” pungkasnya.

Baca Juga : Minim Kontribusi hingga Tunggakan Gaji, Dewan Bakal Panggil PT BIM

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bagi 500 Paket Sembako, Fahrani Utamakan Kader Ansor dan Warga Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Geliat Prostitusi Online di Banjarmasin (Bagian 3): Gaya Hidup Jadi Pemicu
apahabar.com

Kalsel

Hujan Menguasai Kalimantan Selatan Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Siang Ini Kalsel Diwarnai Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Wakil Rakyat Banjarmasin Sosialisasikan PSBB Lewat Reses
apahabar.com

Kalsel

Dukung Sektor Pariwisata, APJI Kalsel Ingin Terlibat
apahabar.com

Kalsel

Kelompok Pedagang Sekitaran MJ Inisiatif Bersihkan Trotoar Tempatnya Berdagang
apahabar.com

Kalsel

Momen Libur Lebaran, Pengunjung Wisata Susur Sungai di Banjarmasin Meningkat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com