Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

DPRD Kalsel Finalisasi Raperda Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 13:07 WIB

DPRD Kalsel Finalisasi Raperda Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

Salah satu permukiman di tepi Sungai Martapura. Foto: apahabar/Fariz

apahabar.com, Banjarmasin- DPRD Provinsi Kalimantan Selatan sesegera mungkin memfinalisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perumahan rakyat dan kawasan permukiman, mengingat masih banyaknya kawasan perumahan kumuh di Kalimantan Selatan.

“Kita pada tanggal 12 Desember 2018 akan melakukan finalisasi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tersebut,” ucap Ketua Badan Perancang (BP) Peraturan Daerah (Perda), Rosehan Noor Bachri, Kamis (6/12)
siang.

Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan harmonisasi dan kunjungan ke dalam daerah maupun luar daerah.

Adapun dalam daerah yaitu Barito Kuala (Batola) dan Tabah Laut (Tala) sedangkan luar daerah di DKI Jakarta.

“Di sana disambut Biro Hukum dan Biro sarana prasarana perumahan yang ada di DKI Jakarta,” ujarnya.

Mantan wakil gubernur Kalimantan Selatan ini menambahkan bahwa Raperda tersebut menitikberatkan agar tidak boleh ada lagi kawasan kumuh.

Menjadi kawasan yang hidup sehat, memuat tentang rumah susun. Artinya, masyarakat perlu sebuah hunian yang layak sebagai upaya pengayoman dari pemerintah Republik Indonesia.

“Sebenarnya Banjarmasin juga bisa dikunjungi. Tapi kita lebih memilih kunjungan ke Batola tepatnya di Handil Bakti, karena perkembangan perumahannya begitu cepat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa, selain Banjarmasin dan Batola, masih banyak kawasan kumuh lainnya di Banua seperti halnya Tanah Laut dan Kabupaten Banjar.

“Kalau di Kabupaten Banjar itu tepatnya di daerah Kecamatan Sungai Tabuk,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam pengembang perumahan benar-benar memberikan tanggung jawab, termasuk tata lingkungan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), kawasan umum, harga dan bagian yang disubsidi oleh pemerintah.

“Artinya harus ada puskesmas, lapangan bola, tempat bermain anak-anak disana,” pungkasnya.

Baca Juga : Saluran Pembuangan Mampet, Banjir Rutin Terjadi di Rumah Sakit Sari Mulia

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

PDP yang Meninggal asal Batola Negatif Covid-19

Kalsel

PDP yang Meninggal asal Batola Negatif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Bintang Muda Indonesia Kalsel Dukung AHY
apahabar.com

Kalsel

Cegah Karhutla, Polsek Banjarmasin Timur Sambangi Petani di Sawah
apahabar.com

Kalsel

Supian HK Bicara Soal Panik Virus Corona
apahabar.com

Kalsel

Dialog Pemindahan Ibu Kota di Kalsel: Siap-Siap Serbuan Pendatang Baru
apahabar.com

Kalsel

Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah
Apahabar.com

Kalsel

Breaking News! PSBB Tiga Daerah di Kalsel Disetujui Kemenkes
apahabar.com

Kalsel

Pilgub Kalsel 2020, PSI Klaim Kantongi Nama Bakal Calon Anti Korupsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com